POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sepeda

Tulisan dalam rangka Lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE, POTRET Gallery, Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bike dan Jasaroda. Tulisan ditayangkan Apa adanya dari penulis, tanpa diedit oleh pihak penyelenggara. Silakan baca dan berikan komentar terhadap tulisan dan berikan like.

RedaksiOleh Redaksi
February 23, 2023
Sepeda
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Farah Faranita

Guru hononer di Trienggadeng, Pidie Jaya

​Sepeda adalah kendaraan beroda dua yang mempunyai setang (kendali), tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya. Sepeda berasal dari prancis, negara prancis sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat tranportasi roda dua yang dinamai Velocipede. Secara sederhana, untuk menggerakkan sepeda adalah bagian yang disebut sistem penggerak. Sistem bergerak sendiri sebenarnya adalah gabungan berbagai komponen yang saling terhubung dan terdiri dari pedal, lengan engkol (crankram), gir depan (chainring), gir belakang (cog) dan tentunya rantai (chain).

​Ketika pedal diinjak, lengan engkol akan mengikutinya, memutar gir depan yang menempel, yang kemudian menarik rantai yang juga otomatis menarik gir belakang untuk berputar, dan karena ia menempel pada roda belakang, berputarlah roda itu dan meluncurlah kita. Karena relasi antara kaki, engkol, rantai, dan roda belakang menjadi “satukesatuan” ini, maka untuk mengatur laju kecepatan perputaran roda pun bisa dikendalikan oleh otot kaki kita sendiri. Bahkan untuk menghentikan sepeda secara total pun bisa menggunakan remnya.

​Masyarakat pada hari ini terutama para kaum muda dan dewasa sudah mulai suka bersepeda kembali, karena bersepeda termasuk kedalam jenis olah raga kardio yang berfungsi menjaga keshatan jantung, paru- paru, serta sirkulasi darah. Dengan bersepeda secara rutin, kadar lemak dalam darah menurun sehingga berefek positif penderita tekanan darah tinggi. Manfaat lain bersepeda yaitu dapat mengontrol berat badan agar tetap ideal. Bersepeda membantu membakar kalori serta meningkatkan metabolisme.

​Ketika bersepeda , kita akan mengayuh pedal agar tetap seimbang dan tidak jatuh. Hal ini juga bisa untuk meningkatkan kekuatan otot. Otot- otot lengan dan kaki kita akan untuk terus bergerak mengikuti irama kaki. Selain untuk meningkatkan kekuatan otot, bersepeda secara rutin juga bisa melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.

📚 Artikel Terkait

Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian

JANGAN PERNAH TERLUPAKAN KAWAN !

IMLF 3: Ketika Literasi Mengalahkan Bisingnya Mesiu

Maraknya Pelecehan Seksual Terhadap Anak

​Bersepeda juga bisa bermanfaat bagi kesehatan mental, salah satunya menurunkan risiko depresi. Bersepeda secara rutin membuat tubuh mengeluarkan hormon dopamin yang memicu rasa bahagia, menurunkan perasaan stres, depresi, gangguan kecemasan lain, dan juga bisa meningkatkan imun tubuh. Imun tubuh yang kuat tentu membuat kita jadi lebih sehat dan tidak gampang terserang penyakit. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, olah raga berarti gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Salah satu bentuk olah raga yang sedang naik daun belakangan ini yaitu bersepeda.

Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.

a. Sepeda angkut atau sepada onthel, adalah sepeda tipe roadster berdesain klasik yang dibuat dari besi kuat dan telah digunakan sejak puluhan tahun. Saat ini sepeda onthel sudah jarang ditemukan karena jumlahnya sangat sedikit dan terkesan kuno bagi masyarakat saat ini. Kebanyakan hanya orang tua dan pedagang asongan saja yang menggunakan sepeda onthel. Becak sendiri merupakan hasil modifikasi dari sepeda onthel dimana bagian depan dibuat tempat khusus untuk penumpang.
b. Sepeda Gunung (mountain bike, disingkat MTB), digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27 km/jam serta alur ban yang tebal, kasar, dan dirancang khusus untuk medan terjal dan berbukit. Sepeda gunung biasa digunakan untuk downhill atau balapan menuruni lereng baik di gunung maupun gang-gang sempit perkotaan.
c. Sepeda jalan raya digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27 km/jam.
d. Sepeda BMX, merupakan kependekan dari bicycle moto-cross dengan model rangka yang sedang dan tempat duduk yang tidak terlalu rendah. Sepeda ini banyak digunakan untuk atraksi dan kontes. Terkadang sepeda BMX juga dipasang dua bilah tongkat besiberukuran pendek di bagian depan dan belakang sebagai boncengan.
e. Sepeda kota (citybike) adalah sepeda yang biasa dipakai di perkotaan dengan kondisi jalan yang baik. Sepeda jenis sangat menekankan aspek funsional. Biasanya memiliki sebuah boncengan dan keranjang.
f. Sepeda Lowrider adalah jenis sepeda yang bentuknya terinspirasi dari mobil Lowrider. Ciri khas dari sepeda Lowrider yaitu sistem hidraulis yang unik yang dapat dinaik-turunkan, handler yang tinggi, tempat duduk serendah mungkin, serta ban serep di bagian belakang. Sepeda jenis ini biasanya digunakan untuk kontes maupun pameran.
g. Sepeda mini, termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga.
h. Sepeda lipat,merupakan jenis sepeda yang rangkanya bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah.
i. Sepeda balap, adalah sepeda yang model handlernya setengah lingkaran serta roda yang tipis dan besar. Digunakan untuk balapan, posisi tubuh dalam menggunakan sepeda balap yaitu membungkuk dikarenakan handler yang rendah serta letak tempat duduk yang tinggi dan cukup jauh dari handler.

Sehingga saya pribadi sangat ingin memiliki sepeda sendiri, tapi apa boleh buat dengan ekonomi saya sangat minim, sampai sekarang saya belum sanggup untuk membeli sepeda. Bagi yang sudah ada sepeda sering- seringlah bersepeda, kemudahannya ketika digunakannya (tanpa memandang jenis kelamin, usia dan umur) menjadi alasan bersepeda digemari banyak orang. Selain sebagai bentuk olahraga, bersepeda merupakan moda transportasi yang bisa digunakan untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain.

​Demikian essay yang ini saya buat. Segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat di essay ini mohon dimaklumi, maka dari itu saran dan kritikan yang membangun dari pembaca sangat diperlukan agar kedepannya penulis menjadi lebih baik. Terima Kasih.

Suber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/Sepeda

​

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
BERJUTA SEPEDA DAN LINGKUNGAN

BERJUTA SEPEDA DAN LINGKUNGAN

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00