• Latest

JANGAN PERNAH TERLUPAKAN KAWAN !

September 26, 2018
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

JANGAN PERNAH TERLUPAKAN KAWAN !

Redaksi by Redaksi
September 26, 2018
in Cerita, Literasi, POTRET, Sketsa
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Syafiani
Kenangan. Ya sebuah kata sederhana menyirat begitu banyak makna. Berjuta keindahan dan kepahitan ada di situ di sudut kenangan yang tersimpan rapi dalam kalbu. Kenangan ya lagi-lagi kata itu terdengungkan dengan sendirinya. Ada kesedihan yang menyeruat dari sana. Ada titik kelemahan yang terbingkai. Ada rasa kecewa yang tiba-tiba muncul. 
“Ah, itu semua kan hanya masa lalu”
Tapi, itulah kehidupan, kehidupan yang berganti setiap detiknya. Tak ada kata kompromi dengan ketentuan Tuhan. Semua tergaris, dengan rapi, begitu juga tentang sebuah kenangan.  Setiap orang pasti memilikinya. Kenangan bisa juga di artikan dengan masa lalu, masa kebangkitan dalam hidup. Kenangan juga terdiri dari berbagai macam kisah. Tergantung siapa dan bagaimana kenangan itu terjadi. Ada yang menyenangkan. Ada yang menyedihkan bahkan ada yang begitu terpuruk bila mengingat tentang kenangan. Ada kalanya kita ingin itu kembali. Kembali menjelma di kehidupan yang sedang kita jalani ini. Itu merupakan sebuah kenangan terbaik yang tak akan  terlupakan dan tak boleh tergantikan dengan apapun yang ada di dunia ini.   Inilah kenangan terbaik sepanjang perjalanan hidup kita. Memiliki rekan yang begitu kompak begitu konyol dan gila,  suasana  nyaman yang tercipta dan juga kebaikan-kebaikan yang ikhlas berbuahkan terjalinnya kehidupan yang indah. Tapi, kita tak memiliki kantong ajaib seperti doraemon dan kita juga tak memiliki mesin waktu seperti Nobita yang kapan saja bisa kembali ke masa lalu sekehendak hati. Bermain bersama dengan kenangan terbaiknya. Itu tak mungkin bisa kita lakukan. Seberapa canggihnya dunia ini, dan seberapa mewahnya peralatan yang dibuat oleh manusia. Sesuper apapun dia. Pasti tak ada yang bisa mengalahkannya mesin waktu Doraemon. 

Begitu banyak tukang sihir di dunia yang katanya bisa menebak masa depan, meramal kejadian masa yang akan datang. Tapi sayang mereka juga tak bisa mengembalikan kejayaan masa lalu, kenangan terbaik yang dimiliki manusia. Sejarah bisa dibukukan, manuskrip bisa diarsipkan, benda-benda bisa dimuseumkan, manusia bisa diawetkan, kata-kata  bisa diglosariumkan. Semua bisa, tapi kenangan tak bisa. Hanya otak kita yang bisa merekamnya sendiri. Tak ada orang yang bisa mengerti  dengan kenangan kita.
Hanya orang-orang yang terlibat langsung dengan kenangan yang mampu menciptakan kenangan terbaik itu kembali, tapi itu juga tak sebaik kenangan yang terlewatkan begitu saja dalam kehidupan masa lalu. Itu juga tak seindah cerita dulu. Kita hanya mampu berkata-kata, bercerita panjang lebar mengenai kenangan-kenangan indah itu. Ah andaikan saja dulu kita merekamnya kedalam video, andaikan saja…. Ups. Semuanya maunya seandainya dulu.
Ingin kita berteriak sekencangnya, meminta kepada Tuhan semesta alam agar bisa mengembalikan kenangan tersebut. Tapi itu tak mungkin kita lakukan. Tuhan tahu dan maha tahu bagaimana kisah perjalananan hidup itu terlukis. Tuhan tahu mana terbaik untuk kita. Sehingga kenangan terbaik dulu bisa terjadi.
Ada kalanya juga kita ingin berteriak. Untuk menghapuskan masa lalu yang pahit. Meminta kepada Tuhan sekalian alam untuk membuat kita terlupa. Menangisi tentang kehidupan dan kenangan yang tak bermakna. Semua itu butuh waktu. Waktu untuk melupakannya dan waktu untuk mengingatnya kembali.
Andaikan saja waktu itu bisa terulang. Semua hal-hal buruk pastilah tak kan pernah tercipta begitu saja. Mungkin kita akan mengeditnya menjadi hal terindah dalam hidup. Merangkainya kembali menjadi tasbih yang selalu membawa kenyamanan. Andaikan saja waktu itu kita tak bersama, mungkin saja kenangan itu takkan pernah bisa terjadi secara kebetulan.
“owh, andaikan saja Tuhan !”
Semua telah terjadi. Penyesalan selalu saja datang terlambat. Mungkin kita sekarang tak kan seperti ini kejadiannya. Kenangan dulu telah memberikan makna yang begitu luar biasa. Menjadi guru yang memberikan pelajaran hidup yang berharga. Mengingatkan kita untuk selalu menghargai sang waktu. Mensyukuri waktu pemberian Tuhan. Hingga tibalah saat yang tidak inginkan terjadi. Itulah kenangan. Kenangan yang telah mempertemukan kita semua. Kenangan yang telah membuat kita begitu peduli akan sesama. Kenangan pula yang mengubah kita semua. Mengubah kehidupan kita. Hingga waktu memisahkan kita, semua. Berjalan menurut tujuan masing-masing. Berjalan dengan penerang masing-masing. Kenangan inilah yang menjadi kisah bahwa waktu pernah menyatukan kita. 

Waktu pernah memberikan kesempatan kepada kita untuk merangkai kehidupan. Merajut asa bersama, menangis bersama, tertawa bersama dan berpeluh bersama. Semua keindahan dan kepahitan kita rasakan sampai akhirnya Tuhan membuka jalan lain untuk kita. Memisahkan kita semua sehingga kenangan inilah menjadi saksi bisu kita. Menjadi cerita menarik bagi kita disaat waktu mempertemukan kita kembali. Menjadi cerita yang luar  biasa bagi anak dan cucu kita kelak. Kenanganlah yang mempersatukan kita, mengembangkan ide konyol dan kemudian hilang menjadi cerita sedih dan mengharu biru untukku, untuk kita, untuk kamu, untuk dia dan untuk mereka serta  untuk kita semua pelaku kenangan.
Semoga tulisan itni bisa bermanfaat bagi kita semua. Agar bisa menghargai hidup yang telah dianugrahkan Tuhan. Memanfaatkan peluang yang diberikan. Hingga tidak ada kata penyesalan di kemudian hari. Jangan pernah sesali sebuah pertemuan dan perpisahan. karena dibalik setiap ketetapan Tuhan ada hikmahnya. Jangan pernah lupakan kenangan terbaikmu kawan, hingga menjadi cerita indah di masa depan. Jangan pernah lupakan  kenangan terburukmu kawan karena itulah pembelajaran bagi kita semua agar tak terulang hal buruk di masa yang akan datang.
Note :
Tulisan ini kupersembahan untuk teman-teman yang tergila dan terkompak yang pernah kutemui. Semoga silaturrahmi selalu terjaga dan kebersamaan ini jangan pernah berakhir. Salam sukses untuk kita semua. You are the best moment in my life. 
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Puisi- Puisi Riska Yunisyah Imilda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com