POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi- Puisi Riska Yunisyah Imilda

RedaksiOleh Redaksi
September 27, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Tetap Sama Walau Beribu Tanya

Tayangan itu mendoktrin kita
Memberikan citra emasnya
Meluapkan segala emosi
Bertingkah bijak padahal lebih busuk
Menempatkan dirinya pada tempatnya
Memikat seseorang dengan tingkah
Layak kartun, memperkenalkan anggota
Apa maksud kata ini? 
Tidak ada..
 Aku hanya menceritakan
Politik negeri ini
Seperti apa itu profesi, membuat kita menunduk 
Profesi diatas segalanya
Tidak! Lebih tepatnya
Rupiah diatas segalanya
You know?Tanya seseorang bertingkah luar
Mengapa ini terjadi? Banyak yang bertanya
Termasuk khalayak, apa maksudnya?
Tetap saja bungkam
Ini negeri tetapi bukan negeri
Aku tetap berkerut kening
Mendengar suara yang telah membusuk dibelakang
Tidak ada yang berkutik
Aku diam, apalagi kau bertingkah lebih dari batu
Hutan tetap berasap, air tetap menjadi coklat
Udara tetap hitam!
Tidak ada yang berubah, PERUBAHAN hanya teriakan semata


Derita Untuk Semut Kecil
Aku bebas, merdeka
Jerit penghuni negeri ini
Ini negeriku terserahku, ungkap mereka
Penjajah telah punah….
Tetapi virus baru menjajah kembali
Mungkin memang harus dibangun 
Karakter bangsa yang baru
Semboyan baru..
Atau lambang negara yang baru..
Idealitas atau realitas..
Profesional atau materi 
Harus dipilih 
Pemimpin mana, yang mana?
Setiap tahun seperti ini
Semut-semut telah terinjak 
Tikus-tikus berkuasa, berkipas daging busuk
Hasil jerih payah semut
Diknimati tikus, didalangi oleh ular
Dimakan ular, disantap oleh elang
Begitulah negeri ini seperti rantai makanan
Yang semakin tinggi kuasanya semakin banyak dapatnya..
Yang muda bangkit bersimbah darah..
Tapi, hanya buih lisan saja
Ayo berantas korupsi
Teriak orang kampanye!
Memikat hati semut, dengan gula
Semut tertarik dengan gula dan menyantapnya
Ternyata gula tersebut mematikan mereka
Itu bukan gula, tetapi itu racun yang dibaluti butiran manis
Mungkin, semut harus menerima
Atau harus mencari penawar racunnnya
Atau memilih pilihan yang terakhir 
Terkubur dan membusuk bersama ulat
 Penulis adalah Mahasiswi Ilmu Komunikasi Jurnalistik Semester 2 UIN Sunan Gunung Djati   Bandung

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 144x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 99x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 96x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Poleang Kampung

Hijau yang Bicara

Media Internet sebagai Sarana Edukasi Pemilu 2024

Sudah 5 Abad Peranan Kesultanan Mataram Islam Di Nusantara-Indonesia Sampai Sekarang

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
196
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
92
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Sesuatu Yang Berbeda

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00