POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Kenangan

Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 21, 2025
in Kenangan
0
Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - 2025 05 21 11 59 38 | Kenangan | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Di malam yang terlalu sunyi untuk disebut malam, di sudut kamar yang pernah jadi saksi tawa dan bisik-bisik lembut, Najwa Shihab menangis. Bukan tangis biasa. Tangis itu mengoyak diam. Menelanjangi kesabaran. Menghempaskan seluruh teori tentang ketegaran yang selama ini ia pelajari sejak menjadi jurnalis, sejak belajar menyulam logika di Fakultas Hukum, sejak menjadi anak seorang ulama besar yang berkali-kali mengajarkan bahwa hidup ini hanyalah titipan. Tapi malam ini, tidak ada titipan. Yang ada hanyalah kehilangan. Lengkap, utuh, dan membusuk di pelukan waktu.

Ibrahim sudah pergi. Suaminya. Cinta pertamanya. Teman diskusinya. Penjaga pikirannya. Pria yang ia nikahi di usia 20, ketika ia belum selesai menyusun cita-cita tapi sudah mantap memilih siapa yang ingin ia ajak menua. Ia tidak akan kembali. Tidak akan ada lagi pesan pendek yang muncul di layar ponsel, tidak akan ada suara yang memanggil “Naj” dengan nada jenaka, tidak akan ada tangan yang menyentuh pundaknya saat pikirannya terlalu lelah.

Baca Juga
  • Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - ce20e5ee 5b94 4e23 be0b 696fb6e23d51 | Kenangan | Potret Online
    Diagframa
    Survive and Happy Anniversary Majalah POTRET
    10 Jan 2025
  • Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - eeb64030 84b4 497e 8194 f5e75bf5d1fc | Kenangan | Potret Online
    Aceh
    Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh
    19 Des 2024

Kematian memang datang, seperti yang selalu dikatakan Abi, Quraish Shihab, bahwa ia adalah pintu menuju keabadian. Tapi tidak pernah dijelaskan betapa pintu itu terkadang seperti lubang jurang. Yang tidak hanya menelan yang pergi, tapi juga meremukkan yang tinggal. Tidak ada yang mempersiapkan Najwa untuk ini. Bahkan setelah berpuluh kali bicara tentang kematian di layar kaca, setelah berpuluh kali mendengar sang ayah berkata, “Kita tidak akan masuk surga sebelum melewati kematian,” semua itu kini terdengar seperti kalimat yang terlalu mudah diucapkan, terlalu sulit untuk dirasakan.

Najwa duduk diam di ujung ranjang, matanya bengkak, napasnya pendek, dan pikirannya melayang ke hari-hari sederhana, saat Ibrahim membenarkan jilbabnya dengan tangan kikuk, saat mereka berdebat tentang buku hukum sambil tertawa, saat mereka menyuapi Izzat kecil sambil bernyanyi lagu-lagu lawas. Semua itu kini menjadi puing. Puing itu menancap tajam di hatinya.

Baca Juga
  • Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - 2025 04 28 08 46 05 | Kenangan | Potret Online
    Inspirasi
    Kenangan dan inspirasi Dwiyanto Setyawan Melahirkan Karya 80 Judul Buku Cerita dan Novel(1)
    28 Apr 2025
  • Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - 10C95404 F874 4936 A8EB FAF5A274641F | Kenangan | Potret Online
    Kenangan
    PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG
    25 Feb 2023

Di Rumah Sakit PON, tempat Ibrahim mengembuskan napas terakhir karena stroke, waktu seolah terhenti. Mesin detak jantung berhenti berbunyi, dan dunia pun membisu. Bahkan malaikat maut, mungkin, menunduk hormat pada cinta yang diputusnya hari itu. Jakarta terasa sepi. Langit menggantung kelabu, seolah ikut berduka. Bahkan udara pun menolak masuk ke paru-paru Najwa, seperti tak ingin menyakiti perempuan yang kehilangan separuh jiwanya.

Nisan di Jeruk Purut akan didirikan. Tanah akan menelan tubuh yang selama ini menjadi pelabuhan bagi lelah dan rindu. Tapi bagaimana mungkin cinta dikubur begitu saja? Bagaimana mungkin kenangan dibungkam dengan sekop dan bunga? Bagaimana mungkin, setelah hampir 25 tahun membangun hidup bersama, semua harus berakhir dalam satu liang dan sebaris doa?

Baca Juga
  • Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - 24C8C115 B780 4738 A80D 96CDDA595009 | Kenangan | Potret Online
    Aceh
    Ayah Kapan Kembali
    26 Des 2022
  • Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - CDD8078E 249B 4633 B717 DD31A05DADFA | Kenangan | Potret Online
    Biografi
    HABIBIE, TEKNOLOGI DAN CINTA SEJATI, Kenangan Yang Tak Terlupa
    29 Mar 2023

Najwa tidak tahu. Ia hanya tahu bahwa malam ini ia sendiri. Bahwa meski Abi berkata, “Kematian itu nikmat,” rasa kehilangan tetap membakar dada seperti api kecil yang pelan-pelan menyala. Ia menangis. Lagi. Lebih dalam. Lebih dalam dari liang kubur. Karena di dalam dirinya, seseorang baru saja dimakamkan. Mbak Nana tahu, tidak akan ada yang sama lagi. Tidak esok. Tidak lusa. Tidak selamanya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

HABA Si PATok

Next Post

Understanding the Relevance of Philosophy for the Modern Muslim

Next Post
Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian - 2025 05 21 16 44 46 | Kenangan | Potret Online

Understanding the Relevance of Philosophy for the Modern Muslim

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah