Esai · Potret Online

Jurnal Untuk Pangkat, Koran Untuk Umat

Penulis Saiful Bahri
Juni 6, 2026
2 menit baca 18
9d96e58e-d637-41dd-a474-0f472d6db677
Foto / IlustrasiJurnal Untuk Pangkat, Koran Untuk Umat
Disunting Oleh

Oleh Saiful Bahri

Motivator, Berdomisili di Jakarta

Di Aceh lagi ramai diskusi: “Kenapa professor jarang nulis di koran?” 

Jawabannya klasik: “Sibuk jurnal, sibuk bimbing skripsi, kredit poin koran kecil”. Tidak berpengaruh besar untuk kebaikan pangkat. 

Saya senyum saja  ketika membacanya menulis di . Iya, jurnal penting buat naik pangkat. Tapi koran penting buat naik iman umat dan edukasi. Bahkan 

Allah memanggil  kita: _”Kalian adalah umat terbaik yang  dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”_ *QS. Ali Imran: 110*.

Jurnal dibaca 50 dosen sesama dosen / professor. Artikel di koran dibaca tukang becak, ibu-ibu , bapak- bapak, 

anak SMK yang galau mau kuliah atau kerja. 

Mana yang menyuruh kepada manusia” lebih luas ?

Rasulullah  tidak  cuma mengajar di masjid. Beliau ngobrol di pasar, di perjalanan, di majelis apa saja. Dakwahnya 2 bahasa: bahasa ulama + bahasa rakyat.

Professor itu pewaris Nabi. Kalau Nabi 2 bahasa, masa pewarisnya 1 bahasa saja? 1 bahasa Jurnal. 

* Penutup:*

Saya bukan professor. Tapi saya mengerti bagaimana seorang dosen membimbing  skripsi: bimbing skripsi itu menyelamatkan 1 mahasiswa. Nulis artikel itu bisa menyelamatkan 1000 mahasiswa yang belum jadi mahasiswa.

Kredit poin dunia boleh kecil. Tapi pahala “mengasih mengerti 1 orang yang putus asa” itu kredit poin akhirat yang tidak  ada habisnya.

Jadi… Professor bisa juga keren kan? Keren di kampus, keren juga di koran.

Wallahu a’lam. 

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Saiful Bahri
Motivator, Berdomisili di Jakarta
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...