Jurnal Untuk Pangkat, Koran Untuk Umat

Oleh Saiful Bahri
Motivator, Berdomisili di Jakarta
Di Aceh lagi ramai diskusi: “Kenapa professor jarang nulis di koran?”
Jawabannya klasik: “Sibuk jurnal, sibuk bimbing skripsi, kredit poin koran kecil”. Tidak berpengaruh besar untuk kebaikan pangkat.
Saya senyum saja ketika membacanya menulis di . Iya, jurnal penting buat naik pangkat. Tapi koran penting buat naik iman umat dan edukasi. Bahkan
Allah memanggil kita: _”Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”_ *QS. Ali Imran: 110*.
Jurnal dibaca 50 dosen sesama dosen / professor. Artikel di koran dibaca tukang becak, ibu-ibu , bapak- bapak,
anak SMK yang galau mau kuliah atau kerja.
Mana yang menyuruh kepada manusia” lebih luas ?
Rasulullah ﷺ tidak cuma mengajar di masjid. Beliau ngobrol di pasar, di perjalanan, di majelis apa saja. Dakwahnya 2 bahasa: bahasa ulama + bahasa rakyat.
Professor itu pewaris Nabi. Kalau Nabi 2 bahasa, masa pewarisnya 1 bahasa saja? 1 bahasa Jurnal.
* Penutup:*
Saya bukan professor. Tapi saya mengerti bagaimana seorang dosen membimbing skripsi: bimbing skripsi itu menyelamatkan 1 mahasiswa. Nulis artikel itu bisa menyelamatkan 1000 mahasiswa yang belum jadi mahasiswa.
Kredit poin dunia boleh kecil. Tapi pahala “mengasih mengerti 1 orang yang putus asa” itu kredit poin akhirat yang tidak ada habisnya.
Jadi… Professor bisa juga keren kan? Keren di kampus, keren juga di koran.
Wallahu a’lam.












