Sajak dan Catatan Kecil Din Saja

Apa yang dipikirkan tentang hidup
Mencari sesuatu apapun di luar diri
Jabatan dan kekuasaan
Harta dan kekayaan
Gelar dan pengetahuan
Fatamorgana yang menutupi kesombongan dan ketidaktahuan
Perjalanan hidup ialah kesadaran
Menapaki terjal perbukitan
Karang lautan membadai
Lembah kebimbangan sangsai
Terhempas di bibir pantai hati
Duhai ketidakmengertian
Takdir bukanlah bayang-bayang
Tapi penerimaan ketetapan
Berjalan mencari Tuhan
Berpikir untuk Tuhan
Hidup bersama Tuhan
Hati itulah kesetiaan
2026
Jangankan filsafat kesenian, sejarah kesenian pun tidak banyak diketahui, belum lagi sosiologi kesenian, antropologi kesenian, serta elementer kesenian yang banyak bicara tentang keaslian kesenian, lalu karena telah lama berkesenian disebut sebagai seniman.
Sejatinya kesenian tidak hanya soal bagaimana memainkan kesenian, tapi juga ilmu pengetahuan tentang kesenian, dan juga ilmu pengetahuan lainnya, yang harus diketahui, meskipun tidak dikuasai, bagi seseorang disebut sebagai seniman. Orang seperti ini sepantasnya disebut sebagai seniman pencipta.
Entah bagaimana pula pandangan orang lain tentang seseorang dapat disebut sebagai seniman.
Dalam pandangan sebuah agama, jika kita simak renungkan, seni itu sejatinya bagi seniman penciptanya, bukan untuk orang lain, terutama kesenian hasil ciptaan seorang seniman.
Sebuah karya seni, merupakan ungkapan perasaan dan pikiran senimannya, dengan begitu kesenian itu terutama diperuntukkan bagi seniman penciptanya, bukan bagi yang lain.
Ketika kesenian itu ditampilkan bagi masyarakat, dimainkan pihak lain, kesenian tersebut dimaksudkan hanya sekedar sebagai hiburan, sedikitnya sebuah cermin atau mungkin secuil pengetahuan.
Kesenian, apapun jenisnya, hanya sebagai catatan seorang seniman, tidak lebih dari itu. Itu sebabnya kesenian sangat personal.
Bagi semangat kapitalisme, kesenian dijadikan sebuah komoditi, bagi paham revolusioner, kesenian dipakai sebagai alat perjuangan, perlawanan dan pemberontakan. Sementara bagi paham sebuah agama, kesenian sebagai sarana perwujudan sikap keimanan senimannya.
2026














