5 Prinsip China yang Membuat Mereka Kuasai Dunia

Pelajaran Bagi Kita yang Ingin Bangkit
Oleh: Saiful Bahri
Mereka tidak menjual mimpi. Mereka jual barang.
Mereka tidak banyak debat ideologi. Mereka banyak kerja dan disiplin.
Sementara kita masih sibuk ribut internal, yang kadang mempermasalahkan yang tidak perlu dipermasalahkan, mereka sudah kuasai 70% industri tekstil dunia. Jepang jago produksi mobil, mesin cuci dan sebagainya, tapi yang menguasai pasar siapa? Kalau bukan Cina.
Ya… sekali lagi mereka menguasai marketing, di mana pun mereka berada. Sementara kita puas jadi konsumen, mereka jadi produsen.
Sebagai catatan, Saya tidak bicara soal akidah atau halal-haram. Itu harga mati buat Muslim. Yang haq ya haq, yang batil ya batil. Muslim yang taat justru paling ketat soal ini.
Yang saya sorot di sini: etos kerja, disiplin tinggi, dan visi jangka panjang mereka. Ini bagian dari sunnah juga. Rasulullah ﷺ adalah seorang pedagang ulung, amanah, kerja keras sebelum jadi Nabi. Setelah jadi Nabi, beliau lebih lagi yaitu jadi suri teladan bagi umat manusia.
*1. PRINSIP PERTAMA: KERJA KERAS TANPA BANYAK ALASAN*
Mereka bangun pabrik 24 jam nonstop. Kita? Terlalu cepat bilang “capek, besok saja”. Suka menunda-nunda waktu.
Dagang itu sunnah. Keringat pedagang itu wangi di sisi Allah.
*2. PRINSIP KEDUA: KUASAI ILMU & TEKNOLOGI*
Anak China umur 12 tahun sudah jago coding. Kita masih debat “mengaji online sah tidak ?”.
Padahal menuntut ilmu itu wajib. Mau ilmunya dari mana pun, selama tidak menabrak syariah, sikat.
*3. PRINSIP KETIGA: SATU BAHASA, SATU PASAR, SATU ARAH*
Mereka saling bantu dalam usaha bisnis sesama mereka.
1,4 Miliar orang = 1 bahasa Mandarin buat dagang. Kita 270 juta = ribut beda pendapat.
Umat Islam kuat kalau bersatu. Allah ﷻ berfirman: _”Wa’tashimuu bihablillahi jamii’an wa laa tafarraquu”_ – “Dan berpeganglah kalian semuanya pada tali Allah, dan janganlah kalian berpecah belah” *QS. Ali Imran: 103*
*4. PRINSIP KEEMPAT: GAGAL ITU GURU, BUKAN KUBURAN*
Pengusaha China bangkrut 10x masih bisa bangkit lagi. Kita gagal sekali langsung trauma seumur hidup. Mereka tidak takut gagal, gagal? Coba lagi!
Umar bin Khattab pernah jatuh bangun. Tapi bangkitnya mengguncang 2 imperium.
*5. PRINSIP KELIMA: MIKIRNYA 3 GENERASI, BUKAN 3 HARI*
Mereka bangun perusahaan buat cucu. Kita kerja buat story “gajian”.
Saladin atau Shalahuddin Al-Ayyubi itu buktinya. Beliau wafat cuma meninggalkan 1 dinar + 36 dirham. Tidak ada istana, nggak ada deposito. Tapi beliau meninggalkan Baitul Maqdis yang merdeka setelah 88 tahun dijajah Pasukan Salib. Itulah warisan sejati. Bukan buat gaya-gayaan , tapi buat izzah umat.
*PENUTUP:*
Saudara… Kita tidak akan ditanya “kenapa tidak sekeras China”.
Tapi kita akan ditanya: “Ilmu, kerja keras, dan persatuan yang Allah perintahkan… sudah kamu amalkan belum?”
Yuk. Jaga halal-haram mati-matian. Tapi barengi juga dengan kerja mati-matian, belajar mati-matian, bersatu mati-matian.
Karena Islam itu agama yang rahmatan lil ‘alamin. Bukan agama yang mengajarkan kita hanya untuk menjadi penonton.
Wallahu a’lam.













