Ilmu yang Menyelamatkan

Oleh Saiful Bahri
Gelar Tanpa Amal, Seperti Perahu Tanpa Dayung
Pernah Anda bertemu orang yang bicaranya pakai istilah filsafat, tapi hatinya kosong? Saya pernah. Dia pintar debat, tapi pas istrinya sakit… dia bingung doa apa yang harus dibaca.
Sombong itu penyakit. Nah, obatnya ada di cerita ini.
Seorang professor naik sampan nelayan. Tujuannya mau melihat indahnya pegunungan. Di tengah laut, professor iseng tes si nelayan.
“Pak, kamu pernah belajar filsafat?”
“Tidak, Pak” jawab nelayan sambil tetap mengayuh.
“Kalau ilmu fisika pernah?”
“Tidak juga, Pak”
“Bahasa Inggris, bahasa Arab? Kamu bisa?”
“Tidak, Pak”
Professor senyum bangga, lalu bilang: “Kalau begitu, Pak… kamu sudah kehilangan 3/4 hidupmu”.
Nelayan cuma senyum. Tidak sakit hati. Terus mengayuh dengan tetap semangat.
Tiba-tiba langit menghitam. Ombak sebesar rumah datang menerjang. Sampan oleng. Professor pucat.
Nelayan tampak sopan, lalu bertanya: “Pak Professor, maaf… Bapak bisa berenang?”
Professor gemetar: “Tidak…” jawab sang professor.
Nelayan jawab pelan, tapi nancep: “Kalau begitu, Bapak sudah kehilangan seluruh hidup Bapak… hari ini”.
Professor langsung diam. Tidak berkutik. 3 ilmu yang dia banggakan: Filsafat, Fisika, Bahasa… kalah telak dengan 1 ilmu: Yaitu Ilmu Selamat dari seorang nelayan kampung yang dianggap rendah.
*Pelajarannya prof:*
Gelar S1, S2, S3 itu penting. Bahasa Inggris, Arab itu penting. Tapi semua itu cuma “hiasan perahu”
Yang membuat perahu tidak tenggelam pas ombak ujian datang itu 3 ilmu ini:
1. *Ilmu Tauhid*: Bisa “berenang” di lautan masalah
2. *Ilmu Adab*: Bisa hormat pada siapapun, mau professor atau nelayan, atau siapapun dia patut dihargai
3. *Ilmu Amal*: Ilmu yang dipakai, bukan cuma dipamer di undangan seminar
Karena di akhirat nanti Allah tidak bertanya “Gelar kamu apa, wahai hambaku?”
Allah bertanya: “Ilmu yang Aku titip kepada kamu, kamu pakai buat menyelamati diri + keluarga dan orang lain tidak?”
Kalau jawabnya “tidak”… ya kita “kehilangan seluruh hidup” beneran prof. Bukan 3/4, tapi 100%.
Jadi, mulai hari ini stop ukur orang lain dari jas dan gelarnya. Ukur dari “dayung”nya. Karena yang sampai ke seberang bukan yang perahunya paling mewah… tapi yang paling bisa mengayuh + paling bisa berenang.
Semoga bermanfaat 🙏
Saiful Bahri













