Tegas! Rektor UI “Tugas Kampus Cetak Sarjana, Bukan Koki!”

Oleh Andrian Saputra
Rencana “satu kampus satu dapur” yang digadang Badan Gizi Nasional (BGN) menuai respons keras dari kalangan akademisi. Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, dengan tegas meluruskan bahwa tugas utama perguruan tinggi adalah mencetak sarjana, bukan mengelola operasional dapur umum.
“Jangan sampai fokus pendidikan tinggi jadi kabur cuma gara-gara urusan operasional dapur umum!”
Pernyataan singkat dan padat ini menjadi ‘toyoran’ halus bagi wacana yang sedang digencarkan Kepala BGN Dadan Hindayana, yang sebelumnya mengimbau setiap kampus minimal memiliki satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam keterangannya di Kampus UI, Depok, Senin (4/5/2026), Heri Hermansyah menegaskan bahwa prioritas universitas sudah jelas, pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
Ia menambahkan, jika pun program MBG ingin melibatkan kampus, sebaiknya diserahkan ke unit usaha yang relevan, bukan membebani institusi akademik secara langsung.
Penolakan terhadap wacana ini juga datang dari kalangan mahasiswa. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan (Athof), menyatakan kekhawatirannya bahwa pengalihan fokus ke dapur MBG akan mengorbankan peningkatan kualitas kampus itu sendiri.
Mahasiswa juga menyindir bahwa negara gagal menciptakan lapangan kerja, tapi malah menyalahkan kampus dan mahasiswa dengan memaksa mereka mengelola program pangan.
Polemik ini menjadi pengingat bahwa tidak semua urusan rakyat harus dibebankan ke pundak akademisi. Kampus punya tugas mulia mencetak generasi cerdas yang akan memajukan bangsa. Bukan menjadi pengepul dapur umum.
Jika terus dipaksa, jangan heran suatu hari nanti para sarjana kita lebih jago memasak daripada berhitung, dan yang keluar dari universitas bukan lulusan S1, tapi lulusan “S1 Kuliner”.
Pesan Rektor UI sudah jelas Biarkan kampus tetap menjadi kampus. Urusan masak-memasak, serahkan pada ahlinya.
Andrian Saputra
5 Mei 2026
17 Zulkaidah 1447 H













