Minggu, Mei 3, 2026

Bersahabat Dengan Alien

Penulis Redaksi
Mei 3, 2026
5 menit baca
7c28e436-4140-4ebd-ac8d-744ddb8e38f8
Foto / Ilustrasi Bersahabat Dengan Alien
Bersahabat dengan Alien — Penggambaran Dunia yang Serba Cerewet

Resensi Buku — Sastra Indonesia

Penggambaran Dunia
yang Serba Cerewet

Oleh  Pringadi Abdi Surya

Siapa yang percaya bahwa Alien itu ada? Itulah salah satu alasan yang mendasari Pringadi Abdi Surya saat menulis buku barunya yang berjudul Bersahabat dengan Alien yang diterbitkan Elexmedia pada Oktober 2025.

Kesukaannya membaca fenomena alam semesta semenjak kecil ditambah berbagai teori konspirasi yang ada membuat Duta Bahasa Provinsi Sumatra Selatan 2009 itu mengkhayal punya teman Alien. Tidak seperti bentukan Alien di film-film, Alien dalam benak Pringadi persis seperti manusia, namun dengan ketampanan yang luar biasa.

Di sisi lain, Alien bagi Pringadi adalah metafora. Jika Alien adalah sesuatu yang belum dikenal, yang asing, yang tidak dikenali, jangan-jangan, tanpa sadar kita sendiri adalah Alien. Mengingat, betapa kita kerap melupakan—tidak mengenali diri kita sendiri demi menjadi sesuatu yang kita anggap lebih baik. Keterasingan itu bisa dirasakan oleh siapa saja—di mana saja.

Petikan Blurb

Bisakah kita merindukan seseorang yang belum kita temui sebelumnya? tanya lelaki itu.

Baru semalam ia berangkat dari Sumbawa, menyusuri garis pantai sampai Poto Tano. Malam itu, ombak di selat Alas tidak begitu bersahabat. Barangkali ada seseorang yang telah meninggalkannya ketika bermain ayunan. Jadi diombang-ambingkannya kapal laut tua itu, sambil mengingat tragedi kapal tua Munawar yang tenggelam beberapa bulan sebelumnya.

Ia bisa saja berteleportasi. Tapi jangkauan teleportasinya hanya sekitar 100 km. Ia khawatir kemunculannya yang tiba-tiba, dan kadangkala tidak dapat ia kontrol, akan membuat kehebohan bila ada saksi mata yang menyaksikannya.

Toh, ia sudah ingin hidup sebagai manusia biasa. Kemampuan khususnya ingin ia tenggelamkan.

Bersahabat dengan Alien membawa napas romansa yang rumit, sistem yang kerap jadi bahan sambat di lini masa, isu-isu sosial di Indonesia bagian nyaris merata, dan secuil drama keluarga yang kita dapat atas kesadaran versi dewasa.

Buku ini juga menawarkan dunia yang benar-benar berbeda. Dengan latar Sumbawa yang eksotis dan belum banyak dikenal, dengan karakter-karakter yang unik, dialog-dialog yang cerdas dan menohok, dan kecenderungan nuansa hiper-realisme, Bersahabat dengan Alien patut menjadi kumpulan cerita pendek yang dibaca dan dikoleksi kita semua.

✦ ✦ ✦
Apakah artikel ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Preview
Memuat komentar...

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist