• Latest

PROFESOR DOKTOR PENYEBAR FITNAH?

September 27, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

PROFESOR DOKTOR PENYEBAR FITNAH?

Redaksiby Redaksi
September 27, 2021
Reading Time: 6 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Satria Dharma 

Berdomisili di Surabaya 

Pagi ini saya buka WA dan menerima kiriman dari seorang kerabat yang professor doktor mantan rektor sebuah PTS sangat besar. Dia minta advis soal seorang temannya yang juga profesor doktor dan pimpinan organisasi Islam yang menyebarkan artikel di WAG asosiasi profesornya. Artikelnya bukan hanya provokatif, penuh kebohongan dan fitnah, tapi juga sangat jelas tidak masuk akal.  Kerabat saya ini memang sering bertanya pada saya jika ada artikel yang menurutnya tidak benar dan mengandung hoax dan fitnah. Saya dengan senang hati mencarikan dan menunjukkan bantahannya. Belakangan sudah jarang beliau bertanya. Saya pikir hoax dan fitnah di lingkungan kelompok dosen, doktor, dan profesornya sudah reda. 

Eh, lha kok pagi ini muncul lagi berita bohong dan fitnah yang dikonsulkan ke saya. 

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Saya sungguh sangat heran dan tidak habis pikir jika seorang professor doktor dan bahkan ketua organisasi Islam dengan entengnya menyebarkan berita fitnah yang begitu tidak masuk akal. Apakah ia sudah tidak menggunakan akalnya untuk berpikir? Salah satunya ia bilang bahwa Rizieq Shihab pernah disogok uang 1 trilyun oleh Jokowi agar diam, tapi ditolak. Makanya RS dijebloskan ke penjara. Ketika dibantah ia lalu justru meminta orang lain untuk memberi bukti bahwa RS tidak pernah disogok. Kok bisa seorang professor sedemikian dogolnya ya? Jika Anda menuduh seseorang, maka Andalah yang wajib memberikan buktinya dan bukan orang lain yang berkewajiban untuk membuktikan sebaliknya. 

Adalah sangat ironis jika seorang dengan gelar dan kedudukan yang begitu tinggi, apalagi ketua organisasi Islam, justru menyebarkan fitnah dan berita bohong. 

Islam adalah agama yang SANGAT TEGAS melarang umatnya untuk berkata bohong, memfitnah, dan menyebarkan ujaran kebencian. Al-Quran menyebut fitnah lebih kejam atau lebih besar daripada membunuh (Al-Baqarah 191 dan 217).

Allah Swt berfirman: “Wahai orang yang beriman! Jauhilah dari kebanyakan sangkaan, karena sesungguhnya sebagian daripada sangkaan itu adalah dosa, dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang, dan janganlah kamu mengumpat setengah yang lain. Adakah seseorang kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh karena, itu patuhilah larangan tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan Maha penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Nabi saw bersabda: “TIDAK AKAN MASUK SORGA orang yang suka menyebar fitnah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jelas sekali bahwa umat Islam diwajibkan tabayyun dan mengecek sendiri berita yang mereka dengar dan tidak dengan serta merta menyebarkannya. Jangan asal sebar apa yang kita dengar. Rasulullah SAW dengan tegas mengatakan tentang balasan bagi pendusta dalam Islam, “Cukuplah seseorang dikatakan sebagai PENDUSTA apabila dia mengatakan semua yang didengar.” (HR. Muslim no.7). Menyebarkan berita atau informasi tanpa mengecek sungguh-sungguh kebenarannya dianggap sebagai PENDUSTA dalam ajaran Islam.

ADVERTISEMENT

Sesungguhnya sangat tegas sekali AJARAN ISLAM tentang hal ini. Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu informasi, maka PERIKSALAH DENGAN TELITI, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al Hujuraat [49]: 6)

Bahkan jika seandainya pun berita itu benar, tapi jika tidak ada manfaatnya untuk disebarkan kita sebagai umat Islam diminta untuk tidak perlu menyebarkannya. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.”(HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 74). Bagaimana mungkin seorang professor doktor seolah tidak mengenal larangan-larangan tersebut dan seolah tidak takut dengan ancaman hukuman dari Tuhan? 

Lalu sebenarnya ajaran apa yang ia praktikkan dengan berbagai berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian yang ia sebarkan?

Jika untuk ajaran yang sudah demikian tegasnya saja seorang professor doktor tidak bisa mengamalkannya, lantas bagaimana UMAT ISLAM lain yang awam?

Naudzu billahi min dzalik. ?

Denpasar, 28 September 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

HANYUTLAH KAU SANG PENGKHAYAL

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com