Dengarkan Artikel
Oleh Asmaul Husna
Inong literasi
Besi yang kokoh
Tertancap kuat di balik tanah
Batu mencengkram adukan semen
pasir yang menyatu enggan terpisah
Takkan lekang, takkan goyang, dan takkan hilang
Titian panjang tempat berlalu
Menyambung asa merakit persaudaraan
Hijau membentang selaksa pandangan
Ranum wangi semerbak kesturi
Pipit menari di sela senja
Bulir padi kian merunduk
Pertanda panen segera tiba
Menebar harapan dan rentetan rencana
Seragam baru yang akan diganti
Sepeda mini permintaan ananda
Rumah yang akan direnovasi
Lembaran rupiah yang ditunggu lama
📚 Artikel Terkait
Untuk buah hati yang menanti
Sedang mengeja ilmu di kota
Bahkan benih yang disimpan
Untuk kembali ditanam di masa depan
Kokohnya besi tinggal cerita
pasrah pada kemarahan alam
Tersungkur, terjerembab dalam pusaran air
Dihantam kayu yang ‘katanya’ tak bertuan
Tinggal hanya seutas tali
Menari-nari melawan ketakutan
Yang harus kuat untuk digenggam
Demi menemukan jalan pulang
Hamparan padi berselimut lumpur
Harapan dan rencana ikut serta
Lenyap, senyap disapu kegamangan
Haruskah bertahan atau merelakan pada ketiadaan?
Ribuan jam telah berlalu
Ratusan hari telah berganti
Berkali purnama telah bertukar
Cerita yang sama masih menyapa
Memeluk kepasrahan berteman ketidakpastian
Kapankah benih akan kembali disemai?
Kapankah tonggak besi kembali disebut jembatan?
Untuk melihat nadi kehidupan kembali berdenyut
Jantung ekonomi kembali berdetak
Mungkinkah kapan-kapan?
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






