POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
February 19, 2026
Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Bulan Ramadhan dalam masyarakat kita dikenal sebagai bulan puasa yang bagi umat Islam menjadi bulan menahan lapar, dahaga dan menahan nafsu birahi. Padahal bulan puasa tidak sekadar menahan nafsu dan makan, minum dan hubungan badan( birahi) pada siang hari, tetapi jauh dan sangat sarat makna. 

Ya, bulan Ramadan, tidak dimaksudkan untuk menahan diri dari berbagai aktivitas yang membawa keuntungan pribadi, keluarga dan sosial, bahkan bangsa, negara dan agama. Bulan Ramadan bukan  pula sebagai bulan berpuasa untuk berkarya, bekerja atau melakukan hal-hal yang lebih produktif.

Bukan pula menjadikan alasan karena  berpuasa kita harus menjaga puasa dengan tidur-tiduran, atau hanya melaksanakan salat tarawih di malam hari. Ya,  ketika kita berpuasa di bulan Ramadan, lalu karena lapar dan haus, kita berhenti berkerja, beraktivitas dan berkarya, tetapi sebaliknya. Ya, lebih kita haus lebih produktif lagi. 

Sebagaimana kita ketahui dan amati bahwa bagi para ahli ibadah, kita bisa lihat bagaimana giatnya mereka melakukan kegiatan belajar di bulan puasa. Mereka mengisi  dengan berbagai macam kegiatan produktif untuk meningkatkan nilai amal dan ibadah kepada Allah. Karena ketika kita melaksanakan puasa, sesungguhnya berpuasa itu ada resolusinya yang ingin dicapai, yakni menjadi orang yang taqwa.

Untuk menjadi orang yang taqwa, tidak cukup hanya mengerjakan puasa dengan menahan lapar, dahaga dan nafsu birahi di siang hari, tetapi menjadikan momentum Ramadan untuk belajar dan beribadah secara optimal. Melakukan kegiatan-kegiatan positif, kreatif, inovatif dan edukasi yang produktif. 

Tentu saja, selain melakukan kegiatan ritual ibadah, dalam bulan Ramadan sebagai bulan pembelajaran atau madrasah, kita perbanyak kegiatan membaca untuk menyerap pengetahuan, meningkatkan kesadaran diri, lewat pembelajaran mandiri dan kelompok masyarakat. Akan lebih bermanfaat bila kita bersikap dan bertindak penuh produktivitas yang menghasilkan banyak karya.

Nah, dengan melakukan semua hal itu, akan semakin membawa manfaat, bila kita melakukan hal yang bersifat reproductive. Satu kegiatan yang produktif adalah dengan kegiatan menulis, selama bulan Ramadan.  Perlu kita ketahui bahwa melakukan aktivitas menulis di bulan puasa Ramadan merupakan kegiatan yang sangat positif dan memiliki nilai-nilai kebaikan yang berkontribusi terhadap peningkatan amal ibadah, apalagi yang ditulis adalah hal-hal yang sangat bermanfaat bagi banyak orang. Pasti nilainya akan sangat besar.

Bahkan, menulis di bulan Ramadan itu sendiri punya tantangan tersendiri: energi terbatas, jadwal ibadah padat, dan ritme harian berubah. Tapi justru Ramadan bisa menjadi momentum kreatif yang kaya makna. Berikut panduan yang bisa membantu:

Namun, ketika kita mengajak seseorang untuk menulis, seringkali ia bertanya balik kepada kita. Pertanyaan “ Tulis apa? Atau tetang apa atau mengenai apa? Sebuah pertanyaan yang merepresentasikan diri sedang tidak punya ide untuk menulis.

Padahal di bulan puasa Ramadan ini sangat banyak hal yang bisa ditulis. Misalnya, kita bisa menulis sebuah tulisan reflektif. Refleksi spiritual: pengalaman pribadi tentang puasa, tarawih, atau tadabbur Al-Qur’an dan lain-lain. Pokoknya sangat banyak tulisan reflektif yang bisa ditulis, asal punya kemauan.

Dalam bulan puasa Ramadan juga banyak cerita inspiratif yang bisa kita tulis. Kita bisa menulis kisah orang-orang yang tetap produktif, berbagi, atau berjuang di bulan Ramadan. Kita bisa menulis tentang pedagang makanan di bulan puasa yang sangat inspiratif.

📚 Artikel Terkait

Perjuangan Menuju Kampus Impian

Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku

7 Siswa SMAN 2 Sabang Lolos Olimpiade Sains Provinsi

Tidak hanya itu, ada banyak tips di bulan puasa yang bisa kita bagikan kepada publik. Tinggal kita mengolah atau melukis kata untuk mengungkapkan tentang apa dan bagaimana orang melakukan sesuatu dalam tulisan tips yang kita buat. 

Ya, kita bisa menulis  Tips praktis dalam manajemen waktu, menjaga kesehatan, atau strategi belajar/kerja saat berpuasa. Juga tips- tips lain terkait menyiapkan menu berbuka yang sesuai dengan kondisi kita berpuasa dan sebagainya.

Masih banyak lagi yang bisa kita tulis. Oleh sebab itu silakan amati apa saja yang terjadi, baik tradisi maupun kebiasan orang. Semua itu bisa kita kemas dalam tulisan yang bernilai budaya dan tradisi.  Silakan menulis tentang kuliner khas yang dijajakan selama bulan puasa. Bisa juga menulis tentang kebiasaan masyarakat, atau sejarah Ramadan di berbagai daerah.

Bagi orang yang punya kepedulian atau ketertarikan pada persoalan literasi, bisa menulis tentang literasi anak dan keluarga. Bisa menulis bagaimana menumbuhkan minat membaca anak lewat cerita bergambar, atau menulis modul edukasi tentang nilai sabar, empati, dan berbagi. Juga bisa menulis cerita anak yang bisa dikirim ke majalah anak, seperti ke majalahanakcerdas.com, dan lain-lain.

Ya, sangat banyak yang kita bisa tulis secara produktif, termasuk menulis soal sosial. Kita bisa refleksi tentang solidaritas, keadilan, dan kepedulian sosial di bulan penuh berkah ini. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan yang mengatakan bahwa tidak punya ide atau gagasan untuk menulis. 

Agar kita bisa produktif atau lebih lagi, hal itu bisa kita buat langkah yang produktif pula. Ada beberapa langkah strategis agar kita produktif. Langkah- langkah tersebut misalnya dengan mengenal jam emas menulis. Maksudnya, bagi sebagian orang kalau mau menulis, harus menentukan kapan waktu yang pas atau tepat. Walaupun sebenarnya menulis itu bisa dilakukan kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja.

Namun, banyak penulis merasa paling segar setelah sahur atau menjelang berbuka. Pilih waktu ketika energi dan fokus terbaik A B.

Langkah kedua, ada baiknya kita menetapkan  target realistis. Misalnya: 500 kata per hari atau satu artikel per pekan. Harus kita camkan bahwa Ramadan bukan soal maraton, tapi konsistensi A.

Langkah ke tiga, kita boleh menggunakan teknik manajemen waktu• Pomodoro (25 menit fokus, 5 menit istirahat) C

Semakin mudah pula bila kita buat list – list sebelum tidur agar esok lebih terarah C

Jadi dalam menulis kita bisa gabungkan ibadah dengan menulis. Dikatakan demikian karena  membaca Al-Qur’an atau doa bisa jadi inspirasi tulisan reflektif. Menulis menjadi bagian dari perjalanan spiritual B.

Oleh sebab itu, jangan tunggu waktu luang, tapi luangkan waktu Disiplin kecil setiap hari lebih efektif daripada menunggu mood B. Jadi, siapkan bahan sebelum Ramadan,

Kumpulkan ide, referensi, atau outline agar saat puasa tinggal eksekusi.

Agar tidak ada gangguan saat menulis karena sakit kepala atau lainnya, perlu bagi setiap orang menjaga kesehatan dan energi, ditambah lagi dengan tidur yang cukup, sahur bergizi, dan hindari begadang berlebihan. Tubuh yang segar mendukung pikiran yang jernih. Selamat berkarya di bulan puasa Ramadan. Semoga selalu produktif dan menginspirasi

—

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 94x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan

Oleh Tabrani YunisFebruary 19, 2026
#Anggaran Pendidikan

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Oleh Tabrani YunisFebruary 18, 2026
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
72
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
201
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Main Game, Membuat Saya Tertinggal

Main Game, Membuat Saya Tertinggal

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00