Dengarkan Artikel
Di tengah gelombang populisme, polarisasi, dan perang narasi digital, kita kembali membaca ulang The Open Society and Its Enemies karya Karl Popper. Buku ini bukan sekadar kritik terhadap Plato, G. W. F. Hegel, atau Karl Marx, tetapi sebuah pembelaan kuat terhadap masyarakat yang membuka diri pada kritik. Popper mengingatkan: bahaya terbesar bukan perbedaan pendapat, melainkan keyakinan bahwa satu ideologi memegang kebenaran sejarah yang mutlak.
Dalam episode ini, kita akan membedah apa itu open society, mengapa kritik adalah jantung demokrasi, dan bagaimana gagasan Popper terasa semakin relevan hari ini—ketika ruang publik dipenuhi kebisingan, emosi, dan kepentingan kekuasaan. Apakah kita masih memberi ruang bagi perbedaan? Atau perlahan bergerak menuju masyarakat yang tertutup oleh fanatisme dan ketakutan? Mari kita uji diri kita sendiri melalui perdebatan yang jernih dan berani.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






