• Latest
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar - 2f059f74 8732 41b7 98be e3b565ee5f3a | #Pendidikan | Potret Online

Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar

Februari 9, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | #Pendidikan | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2026
in #Pendidikan, #Perempuan Hebat, Karir, Perempuan Aceh
Reading Time: 3 mins read
0
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar - 2f059f74 8732 41b7 98be e3b565ee5f3a | #Pendidikan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Nurma Dewi


Awal Kehidupan dan Latar Belakang

Nurwani lahir di Desa Pante Kuyun pada 6 Juni 1973. Kini, di usia 53 tahun, ia tetap bersemangat menambah pengetahuan dan mengejar pendidikan tinggi. Sebelumnya, ia aktif sebagai guru di Kelompok Belajar PAUD Bankeumang di gampong tempat tinggalnya, bahkan dipercaya menjadi kepala PAUD berbekal ijazah SMA.

Baca Juga
  • Menulis Artikel untuk Publikasi: Upaya Pencerahan Intelektual dan Pengembangan Keilmuan dalam Dunia Pendidikan
  • Fenomena Bapak-Ibuisme Dari Pernyataan Janda Oleh Ridwan Kamil

Awal Mula Keinginan Kuliah

Awalnya, Nurwani tidak pernah membayangkan untuk melanjutkan kuliah. Ketika kampus STAI-PTIQ Aceh mengadakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di desanya, ia merasa kurang percaya diri karena usianya yang sudah tidak muda. Namun, dorongan dari temannya, Eka, membuatnya mencoba mengikuti tes masuk perguruan tinggi.

Baca Juga
  • Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas
  • Membangun Jejak Karier Global: Potensi Lulusan Bahasa Inggris di Kancah Internasional

Setelah tes, ia lama tidak mendapat kabar. Ia sempat mendengar kampus akan membuka Program S1 PAUD yang sesuai dengan pekerjaannya, tetapi program itu belum tersedia. Program yang ada hanyalah Pendidikan Agama Islam (PAI). Eka kemudian mengajaknya menanyakan langsung ke kampus bersama Emoliza, teman mereka yang lebih muda.

Pergulatan Batin dan Pendaftaran

Baca Juga
  • Memahami Negative Washback:
  • Tips Bijak Menerima Siswa Mutasi: Peran Strategis Wali Kelas dalam Adaptasi dan Pembinaan

Awalnya, Nurwani menolak. Namun, ia merenung: bagaimana jika teman-temannya kuliah, lulus, dan menjadi sarjana, sementara dirinya hanya melihat dari jauh? Pikiran itu menguatkan niatnya. Sesampainya di kampus, ia bertemu Ketua STAI-PTIQ Aceh. Saat dipanggil “Mak”, hatinya sempat surut karena merasa tua. Tetapi ia tetap menanyakan proses pendaftaran dan akhirnya resmi diterima sebagai mahasiswa.

Tantangan di Awal Kuliah

Perjalanan kuliah tidak mudah. Ia pernah terlambat datang karena harus menyiapkan kebutuhan keluarga dan menempuh perjalanan sekitar 20 km melewati hutan dan ilalang. Suatu kali, dosen menegurnya dan melarang masuk kelas. Air matanya pun jatuh, tetapi ia tetap duduk di bangku kuliah. Ia sadar teguran itu untuk mendisiplinkan mahasiswa.

Sebagai mahasiswa yang lebih tua, ia harus beradaptasi dengan teman-teman muda. Ia membutuhkan waktu lebih lama dalam mengerjakan tugas, belajar kembali dari awal, mencari bahan di internet, membaca perlahan, dan mencatat dengan tekun. Ia selalu teringat pesan dosennya: “Jangan pernah berhenti belajar meskipun kita telah berhenti sekolah.”

Dukungan dan Tantangan Sosial

Ketika diterima kuliah, ia menyampaikan niatnya kepada suami. Sang suami mendukung penuh, bahkan berjanji membelikan sepeda motor baru. Dukungan ini menjadi penyemangat besar. Namun, tidak semua orang mendukung. Ada yang mengejek: “Apa gunanya kuliah, begitu dapat ijazah langsung pensiun?” atau “Hoe keumeng ba ijazah?” (Mau dibawa ke mana ijazah itu?).

Ia juga pernah berdebat dengan saudaranya yang menganggap kuliah di usia tua hanya membuang uang. Tetapi Nurwani berpegang pada prinsip: meskipun tidak tahu ke mana ijazah akan membawanya, yang pasti ia telah mendapatkan ilmu. Prinsip ini membuatnya semakin bertekad menyelesaikan kuliah.

Puncak Perjalanan

Dengan ketekunan dan kesabaran, Nurwani terus menjalani perkuliahan. Ia belajar mengenal dunia akademik, memperluas wawasan, dan membangun semangat bersama teman-teman muda. Hingga akhirnya, pada Sabtu, 7 Februari 2026, ia menjadi salah satu dari 41 wisudawan STAI-PTIQ Aceh yang diwisuda di Aula DPMPKB Kabupaten Aceh Jaya. Sebagai seorang nenek dengan satu cucu, ia berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dengan predikat cumlaude.

Penutup

Perjalanan hidup Nurwani membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk belajar. Dengan tekad, dukungan keluarga, dan keyakinan pada prinsip hidup, ia berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang sarjana.


Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar - 9abe35dd 4a41 4807 9ab0 ea457fce84a0 | #Pendidikan | Potret Online

Di Bawah Langit Jeunieb, Bahtera Bahari Menyongsong Cakrawala Baru

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com