POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Ekonomi

Potret Ketangguhan Perempuan Desa dalam Membangun Ekonomi Lokal

Ririe Aiko by Ririe Aiko
Juli 19, 2025
in #Ekonomi, #Perempuan Hebat, desa, Ekonomi, Perempuan, UMKM
0
Potret Ketangguhan Perempuan Desa dalam Membangun Ekonomi Lokal - 2025 07 19 17 38 05 | #Ekonomi | Potret Online

Oleh : Ririe Aiko

Tak semua kisah besar lahir di panggung gemerlap. Ada kisah keberanian yang tumbuh tanpa sorotan kamera, tanpa kemewahan panggung, tanpa tepuk tangan publik.

Ketika berkesempatan mengunjungi para pelaku UMKM perempuan bersama Kompasianer sebagai exclusive writer, saya menemukan sekelompok perempuan hebat yang tak hanya menjadi tulang punggung keluarga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga
  • Potret Ketangguhan Perempuan Desa dalam Membangun Ekonomi Lokal - 1000484363_11zon | #Ekonomi | Potret Online
    #Ekonomi
    Dari Krisis ke Krisis: Masa Depan Indonesia di Tangan Pemimpin Visioner atau Pemadam Kebakaran?
    05 Mei 2025
  • 12e2a781-157c-438a-8a99-a54695980742
    Artikel
    Pidato Prabowo, Deklarasi Ekonomi Baru dan Kisah Negara Kaya, Tapi Bocor
    24 Mei 2026

Di balik kesederhanaan desa itu, saya menyaksikan semangat juang yang begitu murni. Mereka tak sekadar berjuang untuk diri sendiri, tapi juga untuk lingkungannya. Salah satunya adalah seorang perempuan yang merintis usaha minuman dari hasil pertanian lokal.

Ia tak hanya menjual minuman segar, tapi juga menghidupkan perekonomian petani-petani kecil di daerahnya. Setiap botol yang terjual membawa cerita, bahwa di balik rasanya yang menyegarkan ada kontribusi petani desa yang semakin sejahtera. Usahanya tumbuh seiring dengan meningkatnya penghasilan para petani di sekitar, karena setiap produksi berarti hasil panen mereka terserap lebih banyak.

Baca Juga
  • 01
    #Perempuan Hebat
    Ketika Perempuan Aceh Berdaya, Menembus Sekat Patriarki
    25 Apr 2025
  • 02
    Artikel
    Sudahkah Progam Perencanaan Pembangunan dan Anggaran kita Berpihak pada si miskin dan Sensitive Gender?
    18 Des 2018

Di sudut desa lain, saya berjumpa dengan seorang perempuan pengrajin rajutan. Dari tangan-tangan terampilnya lahir beragam kerajinan tangan bernilai jual tinggi. Yang lebih mengagumkan, ia tak berjalan sendiri. Usaha kecilnya membuka lapangan kerja bagi perempuan-perempuan lain di desanya. Ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tak punya penghasilan kini bisa membantu ekonomi keluarga dengan merajut dari rumah. Mereka tak perlu meninggalkan anak-anak, tak perlu pergi ke kota, cukup berkarya dari desa—dan hasilnya mampu menopang kehidupan sehari-hari.

Di kota, seringkali usaha dianggap ajang kompetisi. Di desa, saya menyaksikan usaha adalah ruang gotong royong. Ketika satu orang tumbuh, banyak orang ikut terangkat. Ketika pesanan meningkat, lebih banyak tangan yang diajak bekerja. Tidak ada yang takut orang lain ikut sukses. Justru kesuksesan bersama adalah tujuan yang mereka pegang erat.

Baca Juga
  • Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh
    Artikel
    Cemburu Membunuh Perempuan
    21 Apr 2026
  • Potret Ketangguhan Perempuan Desa dalam Membangun Ekonomi Lokal - 1001360221_11zon | #Ekonomi | Potret Online
    #Ekonomi
    Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa
    16 Mar 2026

Saya merenung dalam perjalanan pulang, betapa jauh bedanya dengan realitas yang kerap kita temui di kota besar. Individualisme begitu kuat mengakar. Bahkan di lingkungan keluarga sekalipun, saling menopang terkadang terasa asing. Banyak yang berlomba memperkaya diri, tapi enggan berpikir bagaimana bisa membuka penghidupan untuk orang lain. Di hotel-hotel megah, para elite sibuk merumuskan janji kesejahteraan, sambil menyaksikan deretan pengangguran di jalanan yang semakin panjang.

Dari perempuan-perempuan desa ini, saya belajar bahwa keberanian sejati bukan tentang seberapa besar keuntungan yang bisa kita raup, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa kita bagikan. Mereka mungkin tak masuk headline media nasional, tapi langkah kecil mereka menggerakkan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi sesamanya, merupakan tindakan yang sangat mulia.

Previous Post

Membaca Catatan Perjalanan Bisnis Founder Owner PT BALAD GRUP, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy: Membumi Di Vietnam

Next Post

HABA Si PATok

Next Post
Potret Ketangguhan Perempuan Desa dalam Membangun Ekonomi Lokal - 2025 07 19 17 55 09 | #Ekonomi | Potret Online

HABA Si PATok

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah