POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mahasiswi Di Titik Nol

RedaksiOleh Redaksi
January 5, 2026
Mahasiswi Di Titik Nol
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Sistem itu mengecewakannya dua kali: pertama dengan tidak mempercayainya, dan kemudian dengan membiarkan pemerkosa itu terus melakukan perbuatannya.” — T. Christian Miller(56) & Ken Armstrong(67), False Report: A True Story of Rape in America (2018).

Evia, 21 tahun, mahasiswi Universitas Negeri Manado di Tondano, Minahasa, ditemukan tewas di kamar kosnya di Tomohon.

Remaja yang merantau dari kampungnya, di Nusa Utara — untuk menempuh pendidikan tinggi demi marwah keluarganya, tak dinanya mengalami tragedi dan takdir naas.

Ketika ia menolak paksaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di kampusnya berulang kali, justru kematian menjadi pilihan tragisnya.

Kematian yang tak wajar di kamar kosnya di Tomohon ini menyisakan luka mendalam. Bukan hanya bagi orang tua dan keluarga tempat ia berasal dan memimpikan masa depannya.

Akan tetapi, luka sobek pelecehan itu merangsek dunia pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi ruang aman etika dan edukasi bagi generasi muda.

Evia diduga menjadi korban pelecehan berulang oleh seorang dosen, sosok yang seharusnya membimbing prestasi akademisnya.

Ketidakmampuan menanggung beban dan trauma,
akhirnya menyeretnya pada titik nol: sebuah akhir tragis yang tidak pernah layak bagi siapa pun.

Kisah Evia mengingatkan pada memoir Know My Name(2019) dari Chanel Miller(33). Awalnya dikenal publik sebagai “Emily Doe” dalam kasus pelecehan seksual di Stanford(2015). Identitasnya baru terungkap lewat memoir Know My Name(2019).

Miller, korban pelecehan seksual di Stanford, harus berjuang melawan sistem hukum yang meremehkan kasusnya dan budaya kampus yang melindungi pelaku, Brock Turner.

Suara korban dipinggirkan, sementara pelaku mendapat simpati.

Kasus Miller ini menegaskan betapa sulitnya korban untuk mendapatkan keadilan, bahkan di institusi pendidikan yang mestinya menjunjung tinggi nilai moral.

Kini, Miller aktif sebagai penulis, seniman, dan pembicara publik, dengan karya terbaru berupa buku anak dan aktivitas seni rupa di San Francisco serta New York.

Selain hadir di festival sastra, termasuk Texas Book Festival 2024, suara Miller menjadi advokasi penting dalam isu pelecehan seksual, keadilan hukum, dan pemberdayaan korban.

Selain itu, peristiwa pelecehan ini juga menemukan resonansi dalam Not That Bad: Dispatches from Rape Culture(2018) yang dieditori Roxane Gay.

📚 Artikel Terkait

PELEPAS DAHAGA PENYERAP TENAGA KERJA

GTK SMAN 1 Tenggulun Raih Juara Satu Turnamen Futsal Piala Cabdisdik Aceh Tamiang

Sejarah Adalah Guru Kehidupan

Cahaya Zamrud yang Mulai Pudar: Merekonstruksi Makna Zamrud Khatulistiwa

Antologi tersebut memperlihatkan bagaimana korban dari berbagai latar belakang menghadapi pelaku yang beragam, dari lingkaran sosial hingga figur berkuasa.

Motor pendorongnya adalah “rape culture”—budaya yang menormalisasi pelecehan, menyalahkan korban, dan menganggap kekerasan seksual sebagai hal biasa.

Gay(55), kini aktif sebagai penulis, profesor Michigan Technological University(PhD), editor, dan komentator budaya, dengan karya terbaru berupa esai, buku, serta kegiatan advokasi bagi penulis dari kelompok terpinggirkan.

Kasus Evia, yang berlarut-larut tanpa penanganan tegas, memperlihatkan bagaimana struktur sosial dan institusi pendidikan bisa memperkuat sikap permisif terhadap tindak kejahatan seksual.

Lemahnya penanganan aparat penegak hukum(APH) terhadap kasus serupa dapat dianalisis melalui A False Report: A True Story of Rape in America(2018) dari T. Christian Miller dan Ken Armstrong.

Buku ini mengisahkan Marie, seorang remaja yang melaporkan pemerkosaan namun dianggap berbohong.

Ketidakpercayaan aparat justru memperburuk trauma korban dan memungkinkan pelaku beraksi berulang kali.

Situasi ini paralel dengan kasus Evia: bias aparat dan kegagalan investigasi membuka ruang bagi pelaku untuk terus melukai, sementara korban semakin terpojok hingga kehilangan harapan.

Dengan demikian, esai ini sebagai refleksi atas tragedi yang menimpa seorang mahasiswi yang bercita-cita mulia meraih gelar sarjana hingga merantau jauh dari kampungnya.

Alih-alih mendapat bimbingan, ia justru menjadi korban dari sistem yang gagal melindungi dirinya.

“Mahasiswi di Titik Nol” sebagai judul tragedi pelecehan seksual yang merasuk dunia kampus — meski tak sama — bisa dipetik dari kisah Firdaus dalam novel Woman at Point Zero(1977; YOI 1988) yang ditulis sastrawati asal Mesir, Nawal El-Saadawi(1931-2021).

Kisah fiksi bersumber dari fakta ini merupakan tragedi seorang perempuan belia di dunia Arab yang diseret oleh sistem patriarki hingga dilecehkan sebagai pelacur.

Faktanya pun, sebuah bentuk protes dan perlawanan El-Saadawi, sejak remaja di kota Mesir, menolak sistem partriarki yang berlaku di negaranya dan kelak dia jadi ikon gerakan feminisme di dunia Islam.

Karna tekanan sistem partriarki, Firdaus menempuh langkah perlawanan dengan berbalik bagaimana memperdaya hasrat seksual para partriarki — setelah puas dan menambang real atau dinar mereka — tak segan ia membunuh mereka dengan caranya.

Firdaus dan Evia sama-sama menjadi simbol perempuan yang terjebak dalam lingkaran kekerasan, pelecehan, dan ketidakadilan.

Kematian Evia bukan sekadar tragedi personal, melainkan cermin dari rapuhnya sistem perlindungan terhadap perempuan di ruang akademik.

Ia adalah peringatan bahwa kampus, aparat penegak hukum dan masyarakat harus berhenti menormalisasi pelecehan, berhenti menyalahkan korban, dan mulai menegakkan keadilan.

Sebab setiap suara korban yang dipinggirkan adalah tanda bahwa kita masih hidup dalam budaya yang gagal melindungi manusia paling rentan.

Evia telah sampai di titik nol, tetapi refleksi atas kematiannya harus menjadi titik balik bagi kita semua.

coversongs:

John Debney(69) mengaransemen lagu/track berjudul “Rape Victim” adalah bagian dari soundtrack film The Young Messiah yang dirilis tahun 2016.

Judul track ini merujuk pada adegan dalam film, bukan karya lepas, dan artinya adalah “Korban Pemerkosaan”, menggambarkan suasana tragis dalam cerita film tersebut.

credit foto: Diubah dengan bantuan AI dan dicopas dari foto asli yang beredar di laman facebook.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Mengenal Aan Rehan, Siswa SMK Agribisnis yang Bisa Menembus NASA

Mengenal Aan Rehan, Siswa SMK Agribisnis yang Bisa Menembus NASA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00