• Latest

Refleksi Akhir Tahun 2025 Ke Era 2026

Desember 31, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Refleksi Akhir Tahun 2025 Ke Era 2026

Redaksiby Redaksi
Desember 31, 2025
Reading Time: 2 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Mustofa W. Hasyim


Menghilang atau berkurangnya pemikir kebudayaan dapat mengarah pada gejala munculnya involusi kebidayaan. Involusi adalah banyaknya kegiatan yang tidak siginifikan terhadap perubahan. Jadi involusi kebudayaan dapat dipahami sebagai terjadinyq banyak kegiatan kebudayaan, tetapi tidak signifikan terhadap perubahan kebudayaan. Sebab kegiatan yang banyak itu cenderung bersifat teknis dan klise. Mungkin ada gebyarnya, tapi, gebyarnya itu tempelan dan lebih bersifat artifisial.


Para pemikir kebudayaan biasanya mampu berfikir altrnatif dan kreatif serta nakal baik dalam memberi makna baru atau mempersegar pesan pesan kultural di balik kegiatan kebudayaan yang ada atau yang dirancang ada.


Ketika di Yogya terasa langka dari hadirnya pemikir kebudayaan,maka ancaman terjadinya involusi kebudayaan bisa saja muncul sewaktu waktu.


Tentu ada cara untuk mencegah involusi kebudayaan itu. Pertama mengadakan dialog kebudayaan yang intensif dan terbuka, sehingga para aktivis kebudayaan bisa berlatih menjadi pemikir kebudayaan. Kedua, kegiatan kebudayaan harus meaningfull atau penuh makna, bukan aktivitas teknis atau sekadar menghibur, semacam klangenan belaka.

Ketiga, melakukan kaderisasi serniman budayawan lewat edukasi dan menjawab tantangan baru dalam kebudayaan. Ibukota yang bergerak dan DIY yang bergerak secara kebudayaan bisa menjadi laboratorium bagi kader seni budaya untuk berkarya dan memikirkan karyanya. Kapasitasnya sebagai pelaku atau seniman dan budayawan bisa bertambah meningkat menjadi pemikir kebudayaan yang kompeten.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026


Nah. Tiga langkah penting ini bisa fasilitasi di awal tahun 2026. Dengan demikian. Tahun baru senada kebudayaan adalah terbukanya pintu lebar-lebar untuk melaju ke depan. Meninggalkan situasi dan kondisi involusi itu. Siap? *mwh 30 des 2025)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Aceh Pascadamai: Mengapa Ingatan Kolektif Tak Pernah Benar-Benar Usai

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com