POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Bencana

Teguran dari Langit

Hanif Arsyad by Hanif Arsyad
Desember 15, 2025
in Puisi Bencana, Puisi Cinta
0
Teguran dari Langit - c846b84c 908e 4bf9 8ac8 c3f4d88eb3ac | Puisi Bencana | Potret Online

Oleh : Hanif Arsyad

Sudah hampir tiga minggu,
air kembali bening, tanah kembali tenang—
tapi adakah hatimu ikut jernih,
atau luka ini hanya kau biarkan berlalu
seperti angin yang singgah lalu hilang?

Wahai manusia yang sering alpa,
bencana ini bukan sekadar berita,
ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,
teguran yang turun melalui deras sungai,
melalui lumpur yang mengikat langkahmu,
melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu.

Teguran dari Langit - 2025 05 15 09 56 48 | Puisi Bencana | Potret Online
Baca Juga
Puisi Cinta
Do’a yang Tak Pernah Selesai
15 Mei 2025
Selengkapnya

Bukan Aku yang zalim kepadamu,
akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.
Tapi ketika dunia kau biarkan menjadi tuan,
ketika hatimu kau isi dengan gemerlap fana,
ketika kau merasa aman tanpa Aku,
maka Kuizinkan alam berbicara
agar engkau kembali mendengar.

Air bah itu bukan murka yang membabi-buta,
ia adalah cermin tempat kau melihat
betapa rapuhnya genggamanmu
pada hal-hal yang tak pernah kekal.

01
Baca Juga
# Tadarus Puisi
PUISI-PUISI HERI ISNAINI
09 Mei 2025
Selengkapnya

Langit retak bukan karena salah-Ku,
bumi berguncang bukan karena benci-Ku—
semua itu terjadi
karena ulah tanganmu sendiri,
tapi tetap Kuiringi dengan kasih,
agar engkau pulang,
walau langkahmu tertatih.

Wahai jiwa yang tersisa,
adakah kau mengambil pelajaran?
Atau biarkan lagi detik-detik ini
menjadi debu yang hilang bersama lupa?

Teguran dari Langit - e391e894 301d 4195 97e3 99e50a379fd7 | Puisi Bencana | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Bendera Putih Ini
21 Des 2025
Selengkapnya

Kembalilah sebelum hari menjadi gelap,
sebelum hujan turun tanpa jeda,
sebelum bumi menutup cerita.
Sebab setiap bencana
adalah undangan pulang
bagi hati yang jauh dari Tuhan.

Buket Rata,11 Des 2025

Previous Post

Upgrade Gawai, Downgrade Hutan

Next Post

Karnaval Sarendo-Rendo 2025 : Kota yang Berjalan Bersama Budayanya

Next Post
Teguran dari Langit - 5ba50954 7f0f 4e31 ac6a f2961199cd73 | Puisi Bencana | Potret Online

Karnaval Sarendo-Rendo 2025 : Kota yang Berjalan Bersama Budayanya

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah