Dengarkan Artikel
Oleh : Hanif Arsyad
Sudah hampir tiga minggu,
air kembali bening, tanah kembali tenang—
tapi adakah hatimu ikut jernih,
atau luka ini hanya kau biarkan berlalu
seperti angin yang singgah lalu hilang?
Wahai manusia yang sering alpa,
bencana ini bukan sekadar berita,
ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,
teguran yang turun melalui deras sungai,
melalui lumpur yang mengikat langkahmu,
melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu.
Bukan Aku yang zalim kepadamu,
akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.
Tapi ketika dunia kau biarkan menjadi tuan,
ketika hatimu kau isi dengan gemerlap fana,
ketika kau merasa aman tanpa Aku,
maka Kuizinkan alam berbicara
agar engkau kembali mendengar.
Air bah itu bukan murka yang membabi-buta,
ia adalah cermin tempat kau melihat
betapa rapuhnya genggamanmu
pada hal-hal yang tak pernah kekal.
📚 Artikel Terkait
Langit retak bukan karena salah-Ku,
bumi berguncang bukan karena benci-Ku—
semua itu terjadi
karena ulah tanganmu sendiri,
tapi tetap Kuiringi dengan kasih,
agar engkau pulang,
walau langkahmu tertatih.
Wahai jiwa yang tersisa,
adakah kau mengambil pelajaran?
Atau biarkan lagi detik-detik ini
menjadi debu yang hilang bersama lupa?
Kembalilah sebelum hari menjadi gelap,
sebelum hujan turun tanpa jeda,
sebelum bumi menutup cerita.
Sebab setiap bencana
adalah undangan pulang
bagi hati yang jauh dari Tuhan.
Buket Rata,11 Des 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






