POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Krisis Ekologi Merambat Menjadi Krisis Ekonomi dan Krisis Sosial

Andi KurniawanOleh Andi Kurniawan
December 9, 2025
Tags: AcehBanjirLiterasiLomba MenulisSumatera
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Andi Kurniawan / Relawan Aceh Berdaya

Tidak ada yang membantah bahwa negara Indonesia kaya akan sumber daya alam; tidak perlu juga kita jelaskan lagi detailnya, karena hal ini sudah diajarkan sejak kita Sekolah Dasar. Barangkali salah satu yang perlu kita pelajari adalah curah hujan yang tinggi setiap akhir tahun di Indonesia. Hal ini membuat hutan-hutan di Indonesia berperan secara maksimal menyimpan kandungan air di dalamnya.

Pernahkah kita berpikir dari mana mata air yang mengaliri sungai-sungai? Ya, dari pegunungan yang di dalamnya terdapat ekosistem hutan, terdiri dari pepohonan yang memiliki akar kuat dan batang besar, serta makhluk hidup lainnya.

Hutan selayaknya waduk alami yang menyimpan kandungan air dan dilengkapi pengaturan debit air yang teratur, baik pada musim hujan maupun saat musim kemarau datang. Apa yang terjadi jika hutan digunduli secara membabi buta atau secara ilegal? Pohon-pohon besar yang berfungsi sebagai kanopi—sehingga air tidak langsung jatuh menghantam tanah—akan hilang. Belum lagi lahan sawit dan tambang-tambang yang ada di hutan Aceh.

Saya tidak mau mengajari pembaca, karena pengetahuan saya mengenai hutan juga sedikit. Namun dalam tulisan kali ini saya ingin mengajak diri saya untuk mencari tahu kembali betapa pentingnya keberadaan hutan bagi keberlangsungan makhluk hidup. Dalam kajian krisis ekologi, punahnya satu spesies makhluk hidup akan mempengaruhi sebuah ekosistem.

Menurut Sayyed Hossein Nasr, “Ketika manusia melupakan bahwa alam itu suci, ia menghancurkan alam dan dirinya sendiri. Krisis ekologi bukan hanya akhir dari alam, tetapi awal bagi akhir manusia.” Oleh karena itu, saat kita tidak lagi menghormati alam, sebenarnya kita sedang menciptakan kiamat kita sendiri.

📚 Artikel Terkait

Jambo Hatta, Kenangan Sejarah yang Terabaikan

Doa Untuk Sahabatku

Post-Jokowi with Jokowi

MELERAI RISAU

Per tanggal 6 Desember 2025 BNPB telah merilis jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebanyak 914 jiwa. Dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41 disebutkan, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Allah SWT tentu menginginkan kita kembali sadar akan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi, bukan menjadi Firaun, Qarun, dan Bal‘am.

Akar Krisis Ekologi

Di antara tiga makhluk hidup—manusia, hewan, dan tumbuhan—siapakah yang paling bertanggung jawab terhadap kerusakan bumi? Sudah pasti makhluk yang berakal. Manusia menjadi masalah saat memiliki mindset bahwa ia adalah subjek, sedangkan makhluk hidup lain hanyalah objek. Pemikiran ini melahirkan sifat superior (kesombongan) saat berhadapan dengan alam, bahkan dengan sesama manusia.Kedua, manusia menjadi masalah saat mengutamakan kesenangan saja.

Hal ini tampak jelas saat pedagang menaikkan harga barang ketika terjadi musibah. Perilaku eksploitatif atau keserakahan sudah menjalar dari hulu ke hilir, dari ujung rambut hingga ke kaki.

Terakhir, manusia menjadi masalah saat perilaku apatis atau cuek mendominasi. Ketidakpedulian kita terhadap lingkungan, penambangan, penebangan hutan, kasus korupsi, suap-menyuap, dan maksiat, membuat hari ini kita merasakan sebagian dari akibat perbuatan kita. Hanya kepada Allah SWT kita memohon ampun dan kembali. Jika bukan karena cinta Allah kepada hamba-Nya, tidak akan terpancar cinta pada diri manusia untuk membantu korban yang kesulitan mengakses makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang nyaman.

Tentu, apa yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam membantu sesama warga tidak membuat pemerintah boleh melepaskan tanggung jawab. Karena segala izin penambangan, perluasan sawit, penebangan hutan, pembukaan lapangan pekerjaan, serta pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor merupakan keputusan politik yang terdapat dalam kebijakan-kebijakan pemerintah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: AcehBanjirLiterasiLomba MenulisSumatera
Andi Kurniawan

Andi Kurniawan

Guru SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye, Pelatihan yang pernah diikuti : Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Aceh Utara

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
BENGKEL OPINI RAKyat

Puisi Bencana Alkhair Aljohore

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00