• Latest

Ketika Sungai Mengambil Kembali yang Pernah Kita Abaikan

November 28, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Sungai Mengambil Kembali yang Pernah Kita Abaikan

Redaksiby Redaksi
November 28, 2025
Reading Time: 2 mins read
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr Tgk M Adli Abdullah

Hujan tak henti-henti sejak beberapa hari terakhir. Langit serasa tak memberi jeda, dan air datang dari segala arah. Listrik padam. Internet hilang. Aceh kembali sunyi dalam gelap dan ketidakpastian.

Pada Kamis pagi, 27 November 2025, saya memberanikan diri menuju Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Meunasah Subung, Cot Meurak, Samalanga, dayah yang bangunannya viral di media sosial karena ambruk terseret arus sungai. Bukan untuk melihat reruntuhan semata, tetapi mencari kabar tentang anak-anak yang tinggal di sana, serta memastikan sejauh apa kerusakan akibat luapan Krueng Batee Iliek.

Di Samalanga dan sekitarnya, listrik dan internet masih lumpuh total. Tak ada informasi selain kabar dari warga yang ditemui di sepanjang jalan. Rumah-rumah terendam, jembatan putus, dan kemacetan panjang mengular. Saya bergerak pelan, berpindah dari satu jalan alternatif ke jalan lainnya, mencoba menemukan jalur yang masih mungkin dilalui.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Pukul 13.30, saya tiba di Dayah Najmul Hidayah. Dari dekat, pemandangannya lebih menyayat dari yang terlihat di video-video singkat di media sosial. Tiga blok bangunan runtuh, luluh bagai tanah yang tak lagi sanggup menahan luka. Padahal jaraknya sekitar 30 meter dari pinggiran sungai, lengkap dengan pengamanan batu gajah. Kita tahu, proyek ini pernah bermasalah pada 2018, volumenya kurang, ukuran batunya tidak sesuai standar. Sungai akhirnya menunjukkan konsekuensi dari pekerjaan yang tak dirawat kualitasnya.

Para santri berkumpul di masjid dan satu blok bangunan yang tersisa di sampingnya. Mereka tidak makan sejak pagi dan tidak memiliki apa pun kecuali pakaian yang menempel di badan. Sebagian tampak bingung, sebagian lain mencoba tetap tegar. Kerugian dari runtuhnya tiga blok asrama itu diperkirakan mencapai lebih dari 12 miliar rupiah.

Pimpinan dayah khawatir rumahnya akan menjadi korban berikutnya. Pengaman sungai sudah hilang total. Jika bukan karena pondasi bangunan yang cukup kuat masih tertancap ke tanah, dan puing-puing runtuhan yang menahan hantaman air, mungkin masjid dan rumah beliau juga ikut terseret.

Untungnya, saya membawa beberapa bungkus roti dari Banda Aceh. Di tengah kondisi begitu genting, makanan sederhana itu menjadi penyelamat sementara yang dinikmati bersama.

Ternyata bukan hanya pesantren yang digerogoti air. Masjid Jamik Cot Meurak juga amblas ke sungai padahal jaraknya sekitar 100 meter dari bibir aliran. Lagi-lagi, penyebabnya sama, proyek pengamanan sungai Batee Iliek yang dibangun asal jadi pada 2016, dan kini jebol tanpa daya menahan tekanan air.

Menjelang malam, saya kembali ke Banda Aceh. Perjalanan pulang ditemani gelap, dingin, dan suara air yang terus mencari jalannya sendiri. Pukul 23.00 saya tiba di rumah, membawa pulang satu pertanyaan yang terus menggantung.
Berapa banyak lagi bangunan, pesantren, masjid, dan rumah warga yang harus hilang sebelum kita benar-benar serius membangun dengan kualitas, bukan sekadar formalitas?

Sungai telah mengambil kembali apa yang pernah kita abaikan. Semoga kita tidak menunggu bencana berikutnya untuk belajar bahwa pembangunan yang buruk bukan hanya soal anggaran, tetapi soal nyawa, ruang belajar, tempat ibadah, dan masa depan generasi kita.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Nada-Nada Alam yang Membentuk Kekuatan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com