POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Trio Buron Menertawakan KPK Usai Dipermalukan Prabowo

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
November 27, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Disclaimer, ini hanya fiksi. Jangan bilang ini, fakta, ya. Simak cerpen absurd ini sambil seruput Koptagul, wak!

Malam itu, di bawah tanah, tepat di bawah parkir motor pegawai KPK, ada warkop mini tempat trio buron ngopi. Qorun Nasiku (buron KPK), Siplester Stalon (buron Kejaksaan), dan Sirly Fansuri (buron Polisi) duduk santai pakai sandal jepit, sambil ketawa cekakak-cekikik macam baru habis nonton komedi slapstick.

“Eh, KPK betulan kena batunya ya?” kata Siplester sambil mengangkat cangkir Koptagulnya.

Qorun menjawab, “Kau pikir baru? Dari dulu tu mereka udah main tebak-tebakan hukum. Bedanya sekarang makin jelas bodohnya.”

Sirly tertawa, “Lah iya! Kasus Harun Masiku itu aja bikin mereka tampak macam anak-anak TK main petak umpet tapi baru belajar hitung angka. Satu… dua… tiga… buka mata… bingung! Tidak ketemu!”

Mereka ngakak. Suara tawa sampai naik ke saluran ventilasi. Mungkin terdengar samar di atas, para pegawai KPK yang sedang jaga malam mungkin terheran, “Ini suara jin atau suara kritik?”

Qorun lanjut, “Nuan bayangkan, wak. KPK menetapkan kerugian Rp 1,25 triliun tanpa audit negara. Itu bukan ratio legis. Itu ratio ngarang-ngarang!”

Siplester tepuk meja, “Itu macam mahasiswa menghitung IPK sendiri, terus marah karena dosen nggak percaya hasilnya.”

Sirly mengangguk, “Tanpa BPK, tanpa BPKP, tanpa audit resmi. Itu perhitungan macam orek-orek warung.”

Mereka ketawa lagi.

Wan Dolah yang jaga warkop muncul bawa kacang rebus. “Nah ini, trio buron, kalian betul-betul keterlaluan. Di atas sana pegawai KPK lagi sibuk kerja, kalian di bawah sini sibuk menghina.”

Qorun menjawab, “Kami bukan menghina, Wan.oo Kami memberi kritik konstruktif plus tawa penyubur iman!”

Sirly tiba-tiba menirukan gaya pejabat KPK, “Proses telah sesuai proseduuur… langkah penindakan telah sesuai kaidah… kami menghormati keputusan… bla bla bla…”

Tapi begitu Presiden Prabowo turun tangan,

📚 Artikel Terkait

Menunggu Dalam Gelap

Ini Hari Miladmu Buah Cinta

Tragedi Sumatera 2025: Indonesia sebagai Negara Gagal

Tiga Guru MAS Darul’Ulum Hadiri Refresmen Fasilitator Provinsi di Jakarta

Siplester menimpali dengan nada dramatis, “Yah mau gimana… itu hak prerogatif Presiden.”

Mereka bertiga kompak tertawa sampai bahu goyang.

Lalu Qorun berbisik, “Sekarang lihat… KPK dulu ditakuti semua orang. Sekarang ditertawakan semua orang. Bahkan oleh buronannya sendiri.”

Sirly mengangkat kacang, “Cheers buat tragedi hukum negeri ini!”

Siplester menjawab, “Kalau KPK itu film, judulnya, ‘Dari Jagoan Menjadi Badut’.”

Mereka hening sebentar, bukan karena refleksi moral, tapi karena tenggorokan kering.

Sirly menyeruput lagi. “Siplester… kau gimana? Masih aman dari Kejaksaan?”

“Heh! Mereka itu sibuk geledah-geledah akhir tahun. Tapi aku di sini ngopi tiap malam. Mereka aja nggak tau pintu masuk warkop ini.”

Qorun ikut menyahut, “Polisi juga begitu. Sirly di sini ngopi tiap malam. Mereka malah sibuk ngejar anak SMA pengguna knalpot brong.”

Tiga buron itu tertawa begitu keras sampai plester plafon bawah tanah bergetar.

“Pada akhirnya,” kata Qorun, “KPK gagal tangkap Harun Masiku, gagal soal Ira Puspadewi, gagal memahami logika hukum… dan gagal menangkap aku.”

Siplester mengacungkan jari, “Kejaksaan gagal tangkap aku.”

Sirly mengangkat kacang rebus, “Polisi gagal tangkap aku.”

Lalu bertiga berteriak pelan tapi penuh kemenangan “SEMUA GAGAL!”

Lalu mereka tertawa…

Tertawa dengan tawa yang sangat menyakitkan institusi penegakan hukum… tapi sangat menyembuhkan jiwa rakyat yang sudah terlalu lelah melihat sandiwara negara.

Tunggu cerpen berikutny dengan topik lebih Koptagul.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Bencana Aceh; Tambang Ilegal dan Hutan Berubah Sawit

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00