Dengarkan Artikel
Puisi Anies Septivirawan
Seperti sepasang arwah dan jasad
Tubuhku adalah Indonesia
Indonesia adalah rumah besar
Bagi inspirasi, inovasi, kreasi, motivasi, dan intuisi
yang datang dari ruang sepi
Seperti sepasang arwah dan jasad
Aku telah jatuh cinta
Kepada Indonesia, aku telah
Memadu kasih asmara dengan Indonesia
Aku selalu menjadi dokter penyembuh bagi tubuhku dengan obat -obat sajak dalam ramuan puisi
Aku selalu menjadi polisi pengaman
bagi niat-niat jahat yang bersemayam
Di dalam otak dan beranda hati
Hanya demi tubuh yang bernama Indonesia
Aku selalu berdoa bagi kesehatan tubuh
Setiap selepas subuh
Agar bermanfaat bagi diri dan semesta raya, Indonesia untuk dunia
Sepetti sepasang arwah dan jasad
Aku adalah arwah
Tubuhku adalah Indonesia
Yang telah menikah dan beranak – pinak
Mereka bernama keberagaman
Rasa cinta ini semakin dalam
Kepadamu, wahai Indonesia dan keberagaman
Kata orang, keberagaman
Adalah anugerah dari Tuhan
: indah dan cantik, sexy dipandang,
namun kadang pahit dirasakan
Karena pahit getir yang terkandung
Dalam keberagaman itu
Kadang kita rasakan
Ketika hujan tidak adil menyiram bumi
Ketika para petani mengeluh
Tentang mahalnya harga pupuk
Dan panen padi tak sesuai ekspektasi
Karena pahit getir yang terkandung
Dalam keberagaman itu
Menumbuhkan tunas – tunas kecewa dan luka
Karena pahit getir yang terkandung dalam keberagaman itu selalu
Melahirkan anak-anak sungai air mata
Anak-anak sungai itu
Tulus menghanyutkan sampah – sampah mimpi, angan, dan harapan – harapan
Menuju samudera raya
Yang di tengahnya berdiri kokoh
Mercusuar perdamaian bagi dunia
Situbondo, 23 Oktober 25
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






