POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

“Menghadirkan Kesejahteraan dari Ujung Kampung: Menyegarkan Kembali Dana Desa Sebagai Strategi Pemersatu dan Pemberdaya”

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
October 11, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Dayan Abdurrahman

Ketika ekonomi terguncang, pondasi kehidupan paling dasar — keluarga dan desa — juga mudah rapuh. Sebuah keluarga dapat hancur karena tekanan ekonomi yang terus menerus. Apalagi sebuah desa yang berhadapan dengan keterbatasan geografis, modal, dan kapasitas SDM. 

Di sinilah peran dana desa — bila dikelola dengan bijaksana — menjadi sangat krusial sebagai jalan menuju kesejahteraan bersama, ketenangan sosial, dan penguatan silaturahim antarwarga.

Akan tetapi, di balik retorika indah tentang “desa mandiri” dan “pemberdayaan rakyat”, realitas di lapangan kerap memperlihatkan kelemahan implementasi— antara teori, harapan, dan praktik sering tertatih. 

Artikel ini berusaha menyegarkan kembali dengan data dan kisah nyata: bagaimana dana desa di Aceh dan Indonesia digunakan, desa-desa unggul yang bisa ditiru, kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis agar dampak nyata bisa semakin besar.

Gambaran Dana Desa: Alokasi & Realisasi di Aceh & Indonesia

Data makro nasional:, Tahun 2024, alokasi dana desa ditetapkan sebesar Rp 71 triliun, naik sekitar 1,42 % dibanding 2023.  Indonesia.go.id

Prioritas penggunaannya meliputi pembangunan prasarana dasar, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, BLT desa, dan pengembangan desa digital. Indonesia.go.id +1

Statistik Keuangan Pemerintah Desa dari BPS menunjukkan sejumlah indikator anggaran dan realisasi desa di tahun 2023–2024, sebagai salah satu dasar evaluasi kinerja dana desa. 

Badan Pusat Statistik Indonesia

Data dari Aceh: Provinsi Aceh pada 2025 mendapatkan alokasi dana desa sebesar lebih dari Rp 4,738 triliun untuk 6.497 gampong/desa di 23 kabupaten/kota. 

atjehterkini.id

Realisasi dana desa (earmark dan non-earmark) di Aceh mencapai Rp 4,57 triliun, atau sekitar 92,26 % dari pagu yang tersedia saat pengukuran tertentu. aceh.bpk.go.id

Di Aceh Tengah, misalnya, 57 dari 295 kampung sudah menyelesaikan proses administrasi pencairan dana desa tahap pertama 2025 — sebagai contoh bahwa progres aktual bisa bervariasi antar desa. 

acehtengahkab.go.id

Dengan data ini terlihat bahwa meskipun alokasi sangat besar, realisasinya tidak selalu seragam dan struktur keterlambatan atau hambatan administratif masih nyata.

Kisah Desa Unggul & Best Practice Penggunaan Dana Desa

Agar tidak terjebak dalam narasi idealisme tanpa pijakan nyata, mari kita lihat contoh-contoh desa yang telah berhasil menggunakan dana desa untuk kebaikan bersama:

Desa Wisata Berbasis Komunitas

Sebagai contoh best practice, banyak penelitian menyebutkan desa-desa wisata yang dikelola dengan prinsip good governance dan kolaboratif sebagai model pemanfaatan dana desa. Salah satunya, studi “Analisis Pengembangan Desa Wisata sebagai Best Practice Penggunaan Dana Desa” menunjukkan bahwa dengan pendampingan, transparansi, dan keterlibatan komunal, dana desa bisa mendorong ekonomi kreatif lokal dan mempertahankan nilai kearifan lokal.

jurnal.syntaxliterate.co.id

BUMDes Legal dan Mandiri

Di tingkat nasional, data mencatat bahwa dari sekitar 74.691 BUMDes yang terdaftar, hanya sekitar 10 % (± 7.902 unit) yang sudah berbadan hukum resmi (legal entity) hingga 2022. 

Desa-desa yang berhasil mengembangkan BUMDes menjadi usaha simpan pinjam mikro, usaha agribisnis lokal, pengelolaan sampah, atau unit digital— menampilkan bahwa tidak cukup punya modal, tetapi manajemen yang baik sangat penting.

Wikipedia

Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi & Pemberdayaan

📚 Artikel Terkait

Kepemimpinan Multidimensional Dedi Mulyadi

Bunda Siapa Meminta – Minta?

Tragedi Sumatera 2025: Indonesia sebagai Negara Gagal

POTRET Gallery: Kemandirian Media Potret Online di Aceh

Di Aceh Tamiang, Kampung Medang Ara menjadi studi kasus penting. Penelitian pada desa ini menunjukkan bahwa penggunaan dana untuk pembangunan jalan permukiman berjalan, tetapi belum maksimal karena hambatan SDM, sarana-prasarana, dan rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurang transparansi. 

Kasus ini mengingatkan bahwa proyek fisik tidaklah salah, tetapi tanpa perencanaan yang melibatkan warga dan pemeliharaan berkelanjutan, efeknya sering singkat dan rapuh.

Universitas Medan Area Repository

Retorika vs Teori vs Realitas: Titik Krisis Implementasi

Dalam banyak pelatihan, kita diajarkan kerangka pemberdayaan masyarakat: partisipatif, bottom-up, transparan, inovatif. Namun, di kenyataan desa, sering muncul jurang antara teori dan lapsus lapangan:

Kapasitas Aparatur Terbatas

Walaupun ada aturan dan pedoman teknis, banyak kepala desa dan perangkat desa belum memiliki pengetahuan memadai tentang manajemen usaha, pemasaran, pembukuan, dan analisis risiko. Di Kampung Medang Ara, penelitian mencatat bahwa salah satu hambatan utama adalah SDM yang belum memadai. 

Universitas Medan Area Repository

Kurangnya Transparansi & Partisipasi Masyarakat

Keputusan pembangunan sering sudah disiapkan sebelum musyawarah desa; warga hanya menjadi pendengar, bukan pengambil keputusan. Akibatnya muncul kekecewaan ketika proyek tidak sesuai kebutuhan atau manfaatnya terasa timpang.

Kompleksitas Administratif & Birokrasi

Pencairan dana sering mengalami keterlambatan karena syarat administrasi, verifikasi, atau monitoring. Di konteks nasional, banyak desa terlambat menetapkan APBDes, merekam data KPM (kalangan penerima manfaat), atau menghadapi hambatan geografis ketika menyalurkan BLT-DD. 

Contoh konkret: di Medang Ara, hambatan struktur birokrasi dan kurangnya sarana pendukung juga tercatat sebagai alasan proyek jalan belum optimal. 

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

Universitas Medan Area Repository

Kesenjangan Antarkelompok

Bila dana digunakan tanpa pertimbangan keadilan sosial, kelompok tertentu (yang lebih dekat dengan kekuasaan atau lebih kuat jaringan) bisa mendapatkan manfaat lebih besar, meninggalkan kelompok rentan seperti perempuan, keluarga miskin, atau penyandang disabilitas.

Inilah titik kritis: teori bagus, regulasi lengkap, semangat kuat— namun gagal menjadi nyata jika tidak dijembatani dengan kapasitas manusia, mekanisme pengawasan lokal, dan kultur kerja bersama.

Strategi Penguatan & Rekomendasi Agar Dana Desa Berdaya (Bukan Sekadar Berwacana

Supaya dana desa “menginspirasi” bukan sekadar “mengelabui”, berikut langkah konkret yang dapat diambil:

A. Pemetaan Potensi Lokal & Riset Pasar Kontekstual

Sebelum memutuskan usaha apa yang didukung, desa perlu memetakan potensi lokal (pertanian, perikanan, kerajinan, pariwisata) dan mengkaji pasar nyata (konsumen lokal, kota tetangga, daring). Hindari desain usaha “general” tanpa keunikan lokal.

B. Peningkatan Kapasitas Teknis Aparatur & Pelaku Usaha

Pelatihan bukan sekadar teori, melainkan praktik: bagaimana membuat rencana usaha, manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran lokal dan daring, serta mitigasi risiko. Sertakan pendampingan jangka menengah untuk memastikan implementasi konsisten.

C. Transparansi & Akuntabilitas Sebagai Landasan Moral

Laporan keuangan desa dan BUMDes disajikan secara terbuka (contoh papan pengumuman, media sosial desa, forum warga). Dalam musyawarah desa, setiap rupiah harus bisa dijelaskan asal, penggunaan, dan manfaatnya. Hal ini mengurangi kesenjangan dan potensi konflik.

D. Partisipasi Warga Sejak Awal

Warga tidak hanya sebagai “objek” manfaat, tapi sebagai “subjek” keputusan. Musyawarah desa harus benar-benar wadah dialog terbuka. Bila warga merasa ikut membentuk keputusan, mereka juga merasa bertanggung jawab menjaga keberlanjutan.

E. Skema Kerja Sama Lintas Desa / Aliansi Usaha Lokal

Desa kecil dapat bersinergi: semisal produksi pangan desa A, pengolahan di desa B, distribusi via desa C. Dengan skala lebih besar, efisiensi meningkat, pemasaran lebih luas, dan risiko bisa dibagi.

F. Pemilihan Proyek Prioritas Berdampak Ganda

Proyek yang memberikan manfaat ganda (ekonomi + sosial) sebaiknya menjadi prioritas: misalnya pengairan pertanian, budidaya ikan terpadu, pengering hasil tani, kebun bersama, sentra UMKM lokal. Proyek fisik yang fungsinya terbatas (misal jalan kecil) tetap penting, namun bahannya harus disertai perencanaan pemeliharaan jangka panjang.

G. Monitoring & Evaluasi Mandiri

Desa perlu memiliki sistem evaluasi internal — misalnya setiap semester melakukan audit sederhana, survei warga penerima manfaat, dan review perencanaan untuk tahun berikutnya. Bila ada program gagal atau tidak efektif, segera koreksi dan alihkan sumber daya ke program yang lebih berhasil.

5. Menyegarkan Makna: Dana Desa untuk Kemaslahatan, Ketenangan, dan Kebersamaan

Kita tidak menulis ini untuk mengajari, melainkan untuk menyegarkan memori kita bahwa di balik angka dan proyek, inti dari dana desa adalah amanah sosial. Apapun cerita ekonomi global, ketika fondasi desa stabil, silaturahim terjaga, dan keadilan sosial dirasakan, masyarakat akan merasakan ketenteraman dan kepercayaan.

Kalau ekonomi rusak, apa pun organisasi sosial bisa rapuh — bahkan keluarga pun bisa retak. Maka desa yang sehat ekonomi dan sosialnya menjadi benteng terakhir dari kegelisahan. Dalam konteks religius, pengelolaan dana desa dengan prinsip kejujuran, transparansi, dan musyawarah juga menjadi ibadah sosial — satu jalan agar umat tidak tercerai berai karena konflik material.

Kunci utamanya adalah: bukan besarannya yang menentukan kesuksesan, tetapi kualitas pengelolaan, nilai kebersamaan, dan keberanian memperbaiki bila terjadi kesalahan. Bila kita menjaga amanah ini bersama, dana desa akan menjadi rahmat, bukan beban; pengikat, bukan pemecah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Membangun Sistem Digital Mengatasi Keprihatinan Putus Sekolah di SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00