Minggu, April 19, 2026

Kontroversi Beauty Pageant Dalam Perspektif Konstruksi Sosial Keperempuanan Indonesia

Kontroversi Beauty Pageant Dalam Perspektif Konstruksi Sosial Keperempuanan Indonesia - IMG 20250817 WA0005 | #Perempuan Hebat | Potret Online
Novita Sari Yahya

Oleh Novita Sari Yahya.

Kontroversi ajang pemilihan beauty pageant di Indonesia telah terjadi puluhan tahun sejak orba dan sering didemo oleh kelompok masyarakat termasuk ormas.

Kontroversi yang mengguncang adalah peristiwa pelecehan seksual finalis Miss Universe Indonesia 2023.

Kontroversi lainnya adalah keterlibatan finalis ajang pemilihan beauty pageant Indonesia dalam skandal prostitusi online dan skandal aliran dana dari koruptor ke rekening salah seorang finalis ajang pemilihan bergengsi.

Kontroversi lainnya dari finalis dan penyandang gelar pemilihan beauty pageant Indonesia adalah terdakwa  koruptor dipenjarakan beberapa tahun, pertikaian top 10  Miss Universe 2019 dengan ibu kandung, dan  isu  finalis menjadi simpanan pejabat Indonesia.

Di sisi lainnya prestasi Indonesia di ajang beauty pageant Internasional adalah menjadi top 10 Miss Universe 2019, pemenang Miss Supranational 2024 dan pemenang Miss Cosmo 2024.

Semua beauty pageant dengan berbagai nama pemilihan, baik nasional dan daerah selalu mencantumkan visi dan misi yang bagus seperti 3 B, beauty, brain and behaviour ditambah dengan brave dan  Misi Miss Universe Indonesia 2024 adalah pemberdayaan, dengan fokus pada kecerdasan, wawasan, dan pengetahuan, terutama terkait budaya Indonesia. 

Tapi faktanya dari isu yang beredar luas dan diliput media bahwa Miss Universe Indonesia 2024 melakukan kerjasama top 3 pemenang sebagai brand ambassador klub malam.

Kontroversi ketika label pemberdayaan perempuan disematkan kepada ajang pemilihan nasional dan kenyataannya yang ditampilkan lebih kepada eksploitasi tubuh perempuan. Ratusan foto pemenang ajang pemilihan nasional beredar di portal pageant bisa diakses luas oleh masyarakat umum menampilkan perempuan berbikini two piece dan  diexpose berkali-kali sehari di seluruh portal pageant. Seolah-olah kegiatan ajang pemilihan hanya eksploitasi tubuh perempuan yang dikritik oleh kelompok feminisme.

Kontroversi lainnya adalah jika hari ini pemenang ajang nasional maupun top 10 berbikini pemotretan dan beredar di seluruh media sosial, maka besoknya tampil anggun berkebaya di acara penting termasuk di istana negara.

Ibuisme adalah ideologi gender perempuan yang dilanggengkan oleh Orba untuk mengendalikan perempuan termasuk memberangus gerakan perempuan progresif.

Gerakan perempuan progresif di Indonesia dengan pencanangan perempuan sebagai ibu bangsa di Kongres Perempuan Kedua tahun 1935 di mana perempuan menanamkan nasionalisme generasi muda Indonesia.

Ibuisme  negara’ adalah ideologi gender bentukan Orde Baru yang menempatkan perempuan dalam peran idealnya bagi negara, yaitu sebagai istri, pendamping dan pendukung suami, sebagai ibu dan pendidik bagi anak-anaknya, dan sebagai aktor yang bertanggung jawab menyiapkan generasi penerus bangsa.

Ibusime ditampilkan oleh   perempuan yang berpakaian rapi dengan simbol kebaya di era Orba atau pakaian yang model dan warna sama di organisasi perempuan setelah reformasi dengan kegiatan seremonial peresmian atau acara seremoni yang dimulai dari pembukaan acara, pidato, sesi makan dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Perempuan Ibuisme bangga bisa berfoto dengan pejabat di pemerintahan. Pejabat di pemerintahan apakah walikota, bupati, gubernur, menteri yang didominasi pria dan disimbolkan sebagai bapak.

Bapak-ibuisme adalah ideologi doktrin orde baru yang hidup di alam bawah sadar masyarakat dan merasuki cara berpikir masyarakat Indonesia.

Budaya berkebaya hanya dalam acara seremonial ditampilkan juga oleh finalis dan pemenang ajang kontes kecantikan.

Pemenang diberikan kesempatan  mendampingi pejabat dalam acara penting di nasional dan daerah  dan dipajang sebagai pemanis di dalam acara tersebut.

Jarang sekali pemenang atau pun finalis beauty pageant Indonesia datang ke kampus, berdialektika dengan civitas akademik kampus. Padahal kampus adalah tempat di mana kelompok intelektual  tumbuh menjadi calon pemimpin.

kampus adalah tempat  paling tepat bagi finalis ajang kecantikan menunjukan eksistensi diri,  bukan sekadar  seremonial di acara pemerintahan.

Kampus adalah tempat paling tepat untuk mensosialisasikan misi  dari beberapa beauty pageant Indonesia seperti  beauty with purpose, 3b ditambah brave  dan Misi Miss Universe Indonesia 2024  yaitu pemberdayaan, dengan fokus pada kecerdasan, wawasan, dan pengetahuan, terutama terkait budaya Indonesia.

Semua misi dan visi beauty pageant Indonesia digunakan sebagai misi untuk pemberdayaan perempuan, tapi justru yang ditampilkan di media sosial adegan berbikini, pakaian seksi lebih mendominasi ekspose kegiatan. Hal tersebut justru  bertentangan dengan misi pemberdayaan perempuan.

Alasan pemotretan bikini dan pemotretan pakaian seksi berpuluh kali yang bertebaran foto di media sosial untuk mengikuti tren Internasional agar diperhitungkan sebagai calon pemenang..

Persepsi yang muncul dalam pandangan masyarakat luas dengan penampilan seksi adalah sisi kebinalan perempuan, bukan sisi keanggunan perempuan dalam konsep ibuisme.

Kontroversi beauty pageant antara  keharusan berpenampilan seksi dibandingkan menampilkan potensi diri, apakah bakat dan pengetahuan membuat kita harus merefleksi ulang pernyataan Mochtar lubis tentang perilaku manusia Indonesia yang munafik. Tujuan menang dan famous mengikuti trend di Internasional membuat ketidak konsistensi kita  tentang jargon pemberdayaan perempuan dan pembentukan karakter yang berkebudayaan dan berkepribadian Indonesia.

Salah satu cara mendidik perempuan adalah meletakan pondasi kepantasan dan kepatutan. Apa yang pantas dilakukan seorang perempuan yang merupakan warga negara Indonesia yang merupakan negara muslim dengan 80 persen dari penduduk Indonesia dan ideologi negara pancasila.

Ketidak konsistensi kita dalam pembentukan karakter perempuan baik dan ideal yang digariskan oleh ideologi gender ibuisme dengan fakta  terlalu mengeksploitasi tubuh perempuan dan skandal finalis beauty pageant, maka perlu pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI ( KPPPA )  dan dinas terkait di daerah melakukan pembinaan seluruh ajang pemilihan nasional dan daerah  supaya tidak melenceng jauh dari apa yang digariskan dengan berkebudayaan dan berkepribadian Indonesia.

Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi”  Mohammad Hatta.

Selesai .

Dilakukan revisi kalimat untuk kesopanan dalam penulisan menurut salah satu ormas perempuan yang mengusung kesetaraan gender.  Berarti tidak berlaku pernyataan Rocky gerung bahwa menertibkan penulisan dengan jargon kesopanan yang sama artinya menertibkan pemikiran adalah bentuk kemunafikan.. Sejak kapan pemikiran melalui tulisan harus ditertibkan.

Novita sari yahya.

Peneliti, penulis dan National Director Indonesia, Ibu dari dua putra dan satu putri. Kegiatan ekpose instagram @novitasari.yahya

Tlp:: 089520018812

Email: novitasariyahya5@gmail.com

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist