• Latest

STEM Ala Indonesia: Science, Technology, Engineering, Meme

Oktober 6, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

STEM Ala Indonesia: Science, Technology, Engineering, Meme

Redaksiby Redaksi
Oktober 6, 2025
Reading Time: 2 mins read
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Novita Sari Yahya

Langsung terbayang bagaimana kita yang katanya lagi bangun bangsa, eh malah rajin bikin meme politik sambil scroll X sampai subuh? Penulisnya pintar banget mencampur cerita pribadi yang awkward (dari A di SD Malaysia sampai kabur ke biologi karena fisika monster) dengan sejarah berat, tapi dikemas ringan kayak kopi pagi yang dicampur gula aren—pahitnya ketutup manisnya.

Yang bikin saya ketawa paling kencang adalah bagian “ilmu komisiologi” di era Orde Baru. Bayangkan, sarjana jebolan Harvard atau Oxford pulang ke tanah air, eh malah jadi ahli rebutan komisi proyek SDA atau buzzer pilpres. “Asal bapak senang” jadi jargon resmi, bukan rumus Euler. Ini satir yang pedas, tapi beneran menyindir realita kita: pendidikan tinggi mahal, tapi hasilnya lebih sering dipakai buat hoaks daripada inovasi. 

Dan transisinya ke cerita anaknya yang IQnya meledak di STEM,  tapi milih “uang lebih penting daripada ijazah”? Relatable abis. Generasi muda kita memang pragmatis, tapi ya bagaimana, sistemnya saja yang bikin haus jabatan lebih nendang daripada haus ilmu.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Secara historis, tulisannya solid kok. Soekarno memang gila-gilaan kirim ribuan mahasiswa ke Blok Timur, Rusia, China, bahkan Korea Utara, buat belajar teknik nuklir, perkeretaapian Soviet, sampai kedokteran tropis ala komunal. 7819c5c32d161f6f13. Bayangkan kalau tragedi 1965 tidak  kejadian, mereka pulang dan bangun nuklir kita lebih cepat dari Korea Selatan. 

Tapi ya sudahlah, malah berujung eksil massal—mahasiswa di Praha, Moskow, Beijing kehilangan paspor, tak bisa pulang karena dituduh “kiri” atau pengkhianat.5fd908463ef670ede8 

Kehilangan generasi emas itu tragis, dan penulisnya tidak lebay mengeksplornya, malah bikin kita berfikir,  “Eh iya nih, kalau mereka balik, apa kita sudah punya Grok versi lokal sekarang?”

Referensinya juga oke, dari Benedict Anderson sampai Tempo edisi khusus—bukan asal comot. Yang bikin optimis, bagian akhir soal Gen Z yang mulai doyan baca buku lagi. Beneran ada trennya: survei 2024 bilang 84,7% Gen Z Indonesia suka baca, bahkan naik signifikan dari tahun sebelumnya, dan toko buku rame lagi meski digitalisasi gila-gilaan.8ab8774420b86feb16. Imajinasi penulis soal desa filantropi yang lahirkan fisikawan super? Romantis banget, tapi bisa jadi kenyataan kalau kita stop bikin meme doang dan mulai bikin lab sederhana.

Intinya, tulisan ini tidak cuma ngakak, tapi juga ngegas buat kita introspeksi. Novita Sari Yahya sebagai “peneliti hobi scroll medsos” memang pas banget—dia mengamati tingkah laku kita sambil bikin kita ketawa sama diri sendiri. Saya kasih rating 9/10: kurang satu karena bikin saya ingin membikin meme tentang ini sekarang juga. Kamu bagaimana, setuju nggak? Atau ada bagian yang bikin kamu ngakak paling parah?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Menulis Sastra: Jalan Sunyi untuk Menjaga Kewarasan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com