POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenang Peristiwa G30S/ PKI

RedaksiOleh Redaksi
September 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Pelajaran Untuk Masa Depan

Oleh Rifa Faiza

Peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965 menjadi salah satu catatan paling kelam dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dalam tragedi itu, anggota PKI melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang kemudian dikenang sebagai Pahlawan Revolusi. 

Mereka adalah putra terbaik bangsa yang gugur dalam pengabdian, menjadi saksi nyata betapa besar ancaman yang pernah dihadapi Indonesia. Aksi keji tersebut tidak hanya sekadar sebuah tindak kekerasan, melainkan sebuah upaya perebutan kekuasaan yang berambisi mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunisme, suatu paham yang sama sekali bertentangan dengan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia.

Walaupun gerakan tersebut akhirnya dapat digagalkan, dampaknya begitu besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Rakyat kala itu dicekam rasa takut, muncul kecurigaan di antara sesama, serta terjadinya perpecahan sosial yang sulit dipulihkan. Trauma sejarah yang ditinggalkan tidak hanya terasa pada masa itu, melainkan masih membekas hingga kini. G30S/PKI menjadi bukti bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan cara kekerasan, makar, dan pengkhianatan hanya akan meninggalkan luka yang mendalam serta mengancam persatuan nasional yang susah payah dibangun sejak Indonesia merdeka.

Lebih dari sekadar tragedi, peristiwa ini menjadi titik balik yang menegaskan pentingnya kewaspadaan bangsa Indonesia terhadap setiap ideologi asing yang mencoba masuk dan menggantikan dasar negara. Komunisme dengan doktrin pertentangan kelas dan penolakan terhadap nilai ketuhanan jelas bertolak belakang dengan kepribadian bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong, nilai kekeluargaan, serta keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Dari sinilah dapat dipahami bahwa Indonesia hanya bisa bertahan dan berkembang, jika tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa, menjaga persatuan dalam kebhinekaan, serta tidak memberi ruang bagi paham-paham yang merusak kedaulatan.

Bagi generasi muda, tragedi 1965 bukan sekadar kisah lama yang ditulis dalam buku sejarah. Lebih dari itu, peristiwa ini harus dijadikan pelajaran berharga bahwa sejarah selalu memberi pesan dan peringatan. 

Sejarah bukan hanya untuk diingat, tetapi untuk dipahami, direnungkan, dan dijadikan pedoman agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi. Generasi muda perlu menyadari bahwa ancaman terhadap persatuan,  bisa datang kapan saja, baik dari luar maupun dari dalam negeri. Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat nasionalisme, dan menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peristiwa G30S/PKI juga mengajarkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar demi mempertahankan keutuhan bangsa. Para Pahlawan Revolusi yang gugur tidak hanya menjadi korban, tetapi juga teladan pengabdian dan keberanian. Semangat mereka dalam menjaga bangsa harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai pengorbanan para pahlawannya dan belajar dari sejarahnya.

📚 Artikel Terkait

Mungkin Terlalu Cepat Lupa

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎

Abadi

Pada akhirnya, tragedi G30S/PKI menjadi pengingat bahwa persatuan dan kesetiaan terhadap Pancasila adalah benteng kokoh yang menjaga bangsa Indonesia tetap tegak berdiri. Keutuhan bangsa tidak bisa dijaga hanya oleh segelintir orang, melainkan harus menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. 

Dengan memahami sejarah ini, kita dapat memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga persaudaraan di tengah perbedaan, serta memastikan bahwa bangsa ini tidak akan pernah lagi diguncang oleh perpecahan akibat ideologi yang menyimpang.

Sejarah berbicara dengan caranya sendiri, mengingatkan kita bahwa pengkhianatan dan kekerasan tidak akan pernah menang melawan persatuan, keadilan, dan kebijaksanaan. Dari peristiwa G30S/PKI, kita belajar bahwa hanya dengan kebersamaan, kewaspadaan, dan kesetiaan pada nilai-nilai luhur bangsa, Indonesia akan mampu melangkah maju, berdiri tegak, dan tetap berdaulat di tengah segala tantangan zaman.


Tentang Penulis
Rifa Faiza, lahir di Banda Aceh pada 23 Februari  r

Rifa Faiza, lahir di Banda Aceh pada 23 Februari 2009. Saya telah menyelesaikan pendidikan di SD Negeri 9 Kota Banda Aceh pada tahun 2021.Dan saya telah menyelesaikan Pendidikan di SMP Pesantren Teknologi MSBS Jantho, Aceh Besar pada tahun 2025. Saat ini, saya sedang melanjutkan (SMK ) Sekolah Menengah Kejuruan di SMK Negeri 3 Banda Aceh. 

Sejak kecil, saya sudah tertarik dengan dunia menulis. Pada saat kelas 4 SD, saya mulai menulis cerita pendek dan puisi. Menulis memberi saya kesempatan untuk menuangkan ide dan perasaan yang sulit saya ungkapkan dalam percakapan sehari-hari. Sejak masuk SMP, saya mulai bergabung di ClubJurnalis MSBS dan aktif mengikuti kegiatan pelatihan menulis. Sejak di SMK saya bergabung di tim literasi.

Hingga saat ini, saya sudah menulis puluhan cerpen, artikel,dan puisi, yang dapat dibaca di blog pribadi saya. Selain menulis, saya juga sangat suka membaca, yang sering kali memberi inspirasi bagi tulisan saya. 

Saya berharap dengan terus berlatih dan belajar, saya bisa menjadi penulis yang lebih baik dan menghasilkan karya yang bisa dinikmati banyak orang di masa depan. 

Yuk berteman dan berbagi inspirasi!

Blogger: RIZA.FAIZA ( https://rifafaiza.blogspot.com/ ) 

Instagram: @rifa.faiza23

Facebook : @rifa Faiza Raf

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Hari Tani Nasional 2025: Memperjuangkan Marhaen di Tengah Tantangan Pertanian

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00