POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Satu Keluarga (miskin) Satu Sarjana

RedaksiOleh Redaksi
July 31, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Catatan Paradoks: Wayan Suyadnya

Di negeri yang sibuk berpolemik tentang masa depan, Bali memilih untuk bertindak.

Ketika banyak daerah gamang menghadapi bayang-bayang 2045, takut tak sempat mencetak generasi emas, Bali justru melangkah dengan mantap.

Sebuah program yang patut dikasi jempol: Satu Keluarga Satu Sarjana.

Sejarah mencatat, 29 Juli 2025, 28 rektor—8 dari perguruan tinggi negeri dan 20 dari swasta—dikumpulkan oleh Gubernur Wayan Koster.

Bukan untuk rapat biasa, bukan pula untuk selebrasi. Mereka dipanggil sebagai penanda, bahwa masa depan sedang dimulai hari itu.

Betapa paradoks kegiatan itu. Saat sebagian pemimpin sibuk menghitung elektabilitas, mengedit citra di media sosial agar selalu tampil baik, atau merancang kata-kata untuk pidato, Gubernur Bali memilih jalan lain: mengalirkan beasiswa. Mendistribusikan harapan. Menanam masa depan.

Gubernur Koster, dalam sunyi birokrasi, justru memilih menjadi penggerak. Tampaknya ia paham betul bahwa Bali bukan tanah emas, bukan pula ladang minyak atau timbunan batu bara. Tapi Bali punya yang lebih berharga: kesadaran bahwa manusia yang terdidik adalah tambang sejati.

Program Satu Keluarga Satu Sarjana bukan sekadar angka. Ia adalah 1.450 cerita tentang keluarga miskin yang akan berubah status.

Jika dimulai tahun akademik 2025/2026, maka tahun 2030 akan lahir 1.450 sarjana. Lima tahun menjabat, Gubernur Koster mencetak 7.250 sarjana.

Bayangkan! Tujuh ribu lebih keluarga miskin bertransformasi bukan karena bantuan sembako, bukan karena amplop saat pemilu, tapi karena anaknya menyandang gelar sarjana.

📚 Artikel Terkait

Puisi Bencana Alkhair Aljohore

Fenomena ‘Salah Jurusan’: Mimpi Lama yang Didaur Ulang

Seluk Beluk Sanubari

Kartini Bangkit Lagi, Tapi Kini Ia Sibuk di Instagram

Bukankah mereka ini yang disebut generasi emas?

Mereka yang sekarang ini berusia 18 tahun, 5 tahun kemudian dia sarjana, dan kelak di tahun 2045 akan menginjak usia 38 tahun—sarjana, usia sangat produktif, sangat kenceng, penuh daya, bukan generasi sandel jepit yang tersisih di pojok dunia kerja karena tak punya ijazah.

Mereka generasi berwawasan, bukan generasi abal-abal, bermodus, apalagi cemas. Generasi yang siap membangun masa depan Bali, masa depan negeri ini.

Dunia paradoks memang aneh. Di negeri ini, seringkali pemimpin dikenang karena baliho, bukan kebijakan. Tapi di Bali, semua itu terbantah.

Kebijakan yang membuat mereka menjadi sarjana, akan tertancap pada otaknya, bahkan bisa jadi dia akan berkata, “Gubernur boleh berganti, tapi Gubernur saya adalah Koster. Bukan karena saya tahu wajahnya, tapi karena hidup saya berubah oleh kebijakannya.”

Inilah warisan paling murni dari seorang pemimpin yang berpikir jauh ke depan.

Di tanah yang tak punya tambang, Gubernur Koster memilih mewariskan tambang akal dan ilmu pengetahuan.

Ia tahu, generasi yang terdidik bisa merebut pekerjaan, tak hanya di Bali, tapi juga di Jakarta, Tokyo, Melbourne, Dubai, atau New York.

Di dunia yang semakin sempit oleh persaingan global, anak-anak Bali harus terlatih, terpelajar, dan terhormat. Tak lagi tunduk pada nasib, tapi menulis takdirnya sendiri.

Dan semua itu dimulai dari sebuah keputusan sederhana tapi dahsyat: satu keluarga, satu sarjana. Dan itu diprioritaskan bagi keluarga miskin.

Terima kasih, Pak Gubernur.

Karena Bapak, generasi miskin di Bali tak lagi takut bermimpi. Karena Pak Gub, Bali punya tambang yang tak bisa ditambang siapa pun: tambang masa depan.

Denpasar, 31 Juli 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Sekolah Masa Lalu Untuk Anak Masa Depan, Bagai Kaset Rusak yang Kendur Pitanya

Sekolah Masa Lalu Untuk Anak Masa Depan, Bagai Kaset Rusak yang Kendur Pitanya

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00