• Latest
Ada Apa Dengan Mereka?

Ada Apa Dengan Mereka?

Juli 8, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ada Apa Dengan Mereka?

Redaksiby Redaksi
Juli 8, 2025
Reading Time: 2 mins read
Ada Apa Dengan Mereka?
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Syaqhira Camyla

Siswa angkatan 16 SMAN Unggul Pidie Jaya 

         Lahir pada tahun 2009 membuat saya merasa kalau generasi 2009 lah yang menjadi akhirnya masa bermain sampai lupa akan waktu. Berbeda dengan generasi sekarang, mungkin mereka masih bermain sampai lupa waktu. Akan tetapi, bukan karena mereka pergi bermain sambil menjelajah, istilah sekarang ngebolang, karena rasa ingin tahu dengan alam sekitar. 

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Tapi, karena gadget yang membuat mereka Sangat tergantung pada perangkat keras itu. Sebenarnya handphone itu tidak selamanya mengandung unsur negatif. Namun, dari cara penggunaannya yang disayangkan membuat mereka selalu bergantung padanya.

Menurut saya, mereka harus dijaga, dirawat,diperhatikan, karena mereka adalah generasi muda penerus bangsa. Dimulai dari perhatian orang tua mereka, pendidikan yang layak bagi mereka, dan pergaulan mereka yang harus diperhatikan untuk mewujudkan program Indonesia emas 2045. 

Ingat merekalah yang akan menjadi pemimpin negeri ini kelak. Jika tidak diperhatikan dari sekarang, kapan negeri ini berkembang.

Bahkan, anak-anak sekarang, banyak ditemukan seolah bersikap tidak acuh terhadap masa depan mereka. Parahnya lagi mereka mengganggap bahwa pendidikan itu tidak penting – untuk apa capek belajar, kan jadi pejabat ada orang lain, tukang kayu juga ada orang lain- kata beberapa anak-anak zaman sekarang saat dinasehati.

Mengapa demikian?  Karena mereka berasumsi kalau mereka itu ditekan oleh pendidikan. -kita disuruh untuk menguasai begitu banyak materi, sedangkan guru yang mengajarkannya hanya bisa menguasai satu mapel bagi setiap bidang. Apakah itu layak ? – ucap salah seorang siswa di SMP saya dulu. 

Tekanan itu membuat mereka seakan muak dengan model pembelajaran yang begitu banyak menuntut. Dilihat dari faktor lainnya, seperti kurikulum pendidikan yang berubah-ubah seiring bergantinya kabinet yang bertanggung jawab akan pergerakan seluruh negeri. Untuk apa kurikulum pendidikan diubah ? 

Pertanyaan besar yang masih terganjal dalam benak hati ini. Bukan karena apa saya berkata seperti ini. Akan tetapi, saya adalah salah satu orang di antara begitu banyaknya jumlah manusia di Indonesia yang terkena dampak dari perubahan kurikulum, dihapusnya UN, dan diadakannya jalur SNBP bagi siswa yang berprestasi. 

Sebenarnya untuk apa semua ini ? Apakah ini akan berdampak baik bagi perkembangan Indonesia, atau ini akan menjadi akhir bagi pendidikan nasional? .

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

TNI dan Purnawirawan dalam Pusaran Politik Elit: Netralitas atau Ketegasan Moral?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com