POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi-Puisi Sigit Prasojo

RedaksiOleh Redaksi
June 22, 2025
Puisi-Puisi Sigit Prasojo
🔊

Dengarkan Artikel

Air Tak Menyucikan

Di dinding kamar mandi rumahku,
ada tulisan kecil:
“Jangan lupakan siapa yang memandikanmu.”
Tak kutahu siapa menulisnya.
Mungkin aku,
mungkin Tuhan,
mungkin seseorang yang tak tahan hidup
dan memilih rebah di lantai licin.

Setiap kali kukeramkan keran,
air mengalir seperti ayat tak hafal
yang dipaksa diulang dalam keadaan panik.
Air itu bukan menyucikan—
ia cuma membasahi trauma
tanpa pernah benar-benar meluruhkannya.

Kupandangi tubuhku di cermin kecil,
dan melihat luka
yang tidak berdarah,
tapi mengeluarkan suara.

Malam itu,
aku memandikan tubuhku
dengan sabun yang tak wangi,
dengan doa yang patah di baris ketiga.

Dan tulisan itu—
masih di sana.
Lebih suci dari pengajian,
lebih menusuk dari khutbah Jumat,
karena ia mengingatkanku
bahwa tubuh ini pun suatu hari
akan dibersihkan
oleh tangan orang lain.

Ponorogo, Juni 2025

Kursi Kosong

Ada kursi kayu tua
di beranda belakang rumah—
tak pernah kududuki,
tapi entah kenapa
ia selalu hangat
seperti baru saja ditinggal punggungku sendiri.

Kursi itu menganga
seperti mulut orang tua
yang terlalu lama menyimpan cerita
hingga akhirnya kehilangan suara.

Kakaknya patah satu,
tapi ia tetap berdiri,
menopang angin sore
seolah menunggu seseorang
yang tak pernah jadi pulang.

Aku duduk di sampingnya,
bukan untuk istirahat,
tapi untuk belajar
bagaimana caranya tetap berdiri
tanpa harus punya siapa-siapa.

Ponorogo, Juni 2025

Seperempat Bayang

Pagi ini aku sarapan
di hadapan wajahku sendiri
yang terpantul di sendok aluminium
—mataku cekung,
bibirku pecah,
dan bayangku terlihat
seperti seseorang yang kehabisan peran.

Aku terdiam.
Tak karena lapar,
tapi karena takut
satu-satunya wajah yang tersisa
adalah pantulan dari apa yang kutinggalkan
dalam doa-doa yang dulu kutolak.

📚 Artikel Terkait

Ruman Aceh Tak Sekadar Taman Bacaan Berjalan

Hijrah Meniti Waktu

ZIARAH LAUT

Hegemoni Dalam Budaya Aceh – Ulasan Artikel

Sendok itu kecil,
tapi cukup luas
untuk memantulkan kehancuran
tanpa menyakiti bentuknya.

Dan saat kuangkat sendok itu ke mulutku,
aku tahu:
yang kutelan bukan bubur,
tapi sejarah
yang tak pernah bisa kutumpahkan
ke siapa pun.

Ponorogo, Juni 2025

Jembatan Langit

Aku duduk di bawah jembatan langit,
di mana malam tidak turun sepenuhnya
dan pagi belum tahu caranya terbit.

Jembatan ini bukan dari beton,
tapi dari sisa-sisa niat
yang pernah kucoba susun
menjadi jalan pulang.

Burung-burung berdiam di kabel,
seperti isyarat tak terkirim
yang menggantung
antara aku dan suara Tuhan
yang lupa menekan tombol kirim.

Kadang aku ingin melompat,
bukan untuk mati—
tapi untuk menyentuh sesuatu
yang lebih jujur
daripada hidup.

Dan setiap kali angin lewat,
aku merasa
jembatan ini tak membawa ke mana-mana—
ia cuma tempat singgah
bagi orang-orang
yang terlalu sadar
untuk percaya kembali.

Ponorogo, Juni 2025

Di Antara Detak

Ibuku memberiku nama depan,
ayahku nama belakang.
Tapi nama tengahku—
tak pernah diajarkan.
Ia tumbuh sendiri,
di antara detak jantung
dan keheningan paling pekat
yang bisa disimpan seorang anak laki-laki.

Aku tahu namanya sekarang:
Senyap.
Karena tiap kali aku bicara,
tak ada yang benar-benar mendengar.
Dan tiap kali aku diam,
semua mengira aku sedang baik-baik saja.

Senyap bukan tidak ada,
ia hanya memilih tempat
yang tak bisa dijamah percakapan.

Malam ini,
aku panggil namaku lengkap:
dengan dada yang berat,
dan air mata yang tidak belajar berpamitan.
Aku menyebutnya seperti doa terakhir
yang tidak ditujukan pada siapapun,
tapi pada diriku sendiri
yang ingin selamat.

Ponorogo, Juni 2025

Karya: S. Sigit Prasojo 

Email: sprasojo0@gamil.com

Akun Instagram: @maz_prasojo

S. Sigit Prasojo, lahir di Ponorogo. Ia telah meraih banyak kejuaraan kepenulisan tingkat nasional.Ia juga aktif di komunitas Partey Penulis Puisi

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 141x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Asia dalam Bayang-Bayang Barat: Sebuah Peringatan dari Palestina

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00