POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal

RedaksiOleh Redaksi
June 18, 2025
Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Drs. Akaha Taufan Aminudin

Kabar baik datang dari Jawa Timur, di mana Dwianto Setyawan diajukan sebagai penulis besar oleh SATUPENA Jawa Timur. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Romo Sindhunata, menjadi simbol harapan bagi Kota Batu untuk menemukan jati diri sebagai kota sastra dan literasi. Ini bukan sekadar pencapaian individu, tapi tonggak budaya yang meneguhkan identitas daerah lewat karyanya.

SATUPENA: Merajut Kenangan, Merayakan Penulis Besar dari Nusantara

Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi masa kini, SATUPENA hadir sebagai penjaga warisan sastra Indonesia dengan merayakan penulis-penulis besar dari tiap provinsi. Inisiatif ini bukan sekadar mengenang, melainkan juga menghidupkan kembali jiwa budaya yang melekat pada kata-kata mereka. Melalui perayaan, seminar, dan diskusi, SATUPENA membuka ruang dialog antara masa lalu dan masa kini, antara manusia dan kecerdasan buatan, serta mengukuhkan bahwa sastra adalah napas jiwa bangsa yang tak tergantikan.

Jejak Penulis, Sebuah Warisan yang Tak Pernah Pudar

Membayangkan Indonesia tanpa karya-karya besar dari penulis legendaris, seperti Buya Hamka dari Sumatra Barat, atau Ismail Marzuki dari Jakarta, seperti membayangkan sebuah taman tanpa bunga. Mereka bukan hanya sekedar nama—mereka adalah suara raga bangsa, yang suaranya masih bergema, meski sudah berpuluh tahun berlalu.

SATUPENA, sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Denny JA dan kawan-kawan, mengajak kita untuk menelusuri kembali arsip kebudayaan ini dengan cara yang sarat makna: memilih satu penulis besar dari masing-masing provinsi yang dianggap telah memberikan sumbangsih luar biasa dalam membangun wajah budaya daerahnya.

,Membentang dari Sabang sampai Merauke dengan Kata-kata

Kita bisa membayangkan bagaimana NH Dini di Jawa Tengah menoreh cerita-cerita penuh kehalusan jiwa, sementara Montinggo Busye dari Lampung menulis warisan sastra yang unik dan khas daerah. Begitu juga Joko Pinurbo, dengan puisi jenakanya dari Jawa Barat, yang mampu membuat kita tersenyum sekaligus merenung.

Gerakan ini membuka mata kita bahwa karya sastra Indonesia begitu berwarna dan berlapis, mencerminkan keberagaman dan keragaman budaya negeri ini. Ia bukan hanya tentang tulisan di atas kertas, melainkan juga tentang bagaimana kata-kata menjadi nyawa bagi peradaban.

Menghidupkan Kembali Dalam Era Digital dan AI

📚 Artikel Terkait

Untaian Puisi Moh. Ghufron Cholid

MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH

BENGKEL OPINI RAKyat

KUFLET BICARAKAN FASHION UNISEX

“Sekarang pertempuran sastra bukan saja di medan manusia, tapi juga di medan mesin,” ungkap Denny JA, yang menyentuh realitas bahwa kecerdasan buatan semakin mampu mencipta kata-kata. Tapi, seperti napas yang tidak bisa diciptakan oleh algoritma, sastra sejati lahir dari pengalaman manusia—dari gelombang rasa dan pergulatan batin.

Ini adalah pengingat khusus bagi kita—penulis dan pembaca—bahwa sastra bukan sekadar soal kata-kata yang disusun rapi. Ia adalah cerminan jiwa kita, yang harus terus dirayakan dan dilindungi agar tidak lenyap digerus zaman.

Tidak Sekedar Mengenang, Tapi Merayakan dengan Nyata

SATUPENA mengajak tiap provinsi dan komunitas sastra untuk tidak hanya memilih nama penulis, tapi juga mengadakan berbagai acara menarik—seminar, pameran, pembacaan puisi, bahkan webinar global. Kegiatan ini memberikan peluang untuk membuka ruang diskusi, mengenal lebih dalam kehidupan dan karya para penulis, dan menyalakan kembali api inspirasi bagi generasi muda.

Bayangkan, saat Anda menyimak membaca puisi karya Rahman Arge dari Sulawesi Selatan, atau menonton diskusi mendalam tentang karya Suman HS dari Riau, Anda sedang ikut merawat peradaban.

Kota Batu dan Dwianto Setyawan: Momentum Literasi Lokal

Kabar baik datang dari Jawa Timur, di mana Dwianto Setyawan diajukan sebagai penulis besar oleh SATUPENA Jawa Timur. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Romo Sindhunata, menjadi simbol harapan bagi Kota Batu untuk menemukan jati diri sebagai kota sastra dan literasi. Ini bukan sekadar pencapaian individu, tapi tonggak budaya yang meneguhkan identitas daerah lewat karyanya.

Menjaga Warisan, Menghadapi Tantangan Masa Depan

Selain program peringatan penulis besar, SATUPENA juga sebelumnya sudah memiliki program 100 buku yang membentuk Indonesia, menyatukan karya-karya yang telah mengukir sejarah pemikiran bangsa. Dengan berbagai kegiatan penghargaan dan talkshow, SATUPENA menjaga agar dunia kepenulisan Indonesia tetap hidup dan berkembang.

Tantangan zaman memang kian berat, tapi gerakan seperti ini memberi harapan bahwa tulisan dan sastra tetap menjadi bahasa universal yang menghubungkan hati manusia lintas generasi.

Merayakan penulis besar dari berbagai provinsi bukan sekadar menghormat pada masa lalu, tapi juga merupakan janji kita bersama untuk menjaga api peradaban agar terus menyala. Sebuah pengingat bahwa sastra adalah saksi waktu dan cermin jiwa bangsa.

Sebagaimana kata Denny JA, kata-kata mereka tak akan pernah hilang dalam kabut waktu. Mari bersama-sama kita sebarkan cerita mereka, belajar dari kehidupan mereka, dan terus menyalakan api keindahan sastra di negeri yang kaya ini. Karena pada akhirnya, setiap kata yang lahir dari jiwa adalah warisan manusia yang tak ternilai harganya.

Tulisan ini terinspirasi oleh gerakan SATUPENA dan dedikasi para penulis besar Indonesia dalam menjaga warisan intelektual bangsa.

Kota Batu Wisata Sastra Budaya Jawa Timur Rabu 18 Juni 2025
Drs. Akaha Taufan Aminudin
Koordinator Kreator Era AI KEAI JAWA TIMUR & KETUA UMUM SATUPENA JAWA TIMUR

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00