Mustiar Ar :
TANAH AIRKU
Jangan rampas pulau kami
Tanah air mulia
Tanah kelahiranku
Di mana aku tumbuh dan besar.
Pulau yang suci, tanah airku
Dengan laut biru, pasir putih
Saling mengasihi dan melindunginya
Dari tangan-tangan jahil.
Jangan rampas hak kami
Atas tanah air kami
Kita ingin hidup dengan damai
Di rumah kami yang tercinta
Pasie karam,05.05.2025
SATU MEJA SATU CINTA
Satu meja satu cinta
Wangikan negeri
Damai abadi di sini
Drien Rampak, 04.06.2025
Mustiar AR penyair Aceh kelahiran
Meulaboh, 15 April 1967. Menulis puisi dan berani mengirim
pertama karya puisi ke media cetak surat kabar harian Taruna baru, Medan – pada 1987, karya puisinya
dimuat media cetak/online lokal dan mancanegara
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post