Menanti Pagi

Juli 2022
Oleh: Redaksi

Oleh Tabrani Yunis

Pagi telah pergi

Melambung tinggi

Seperti dalam bait puisi

Setia membunuh sepi

Bukan kerana sendiri

Namun ramai nan menyepi

Seperti pagi ini

Di relung hati

Menjelang tengah hari

Kala mentari berdiri di ubun-ubun bumi

Seperti menjulang di ambang bukit tsunami

Getaran mengguncang bumi

Berhambur menyelamatkan diri

Dihempas naluri insani

Pagi tlah terlewati

Sepi menyepi ke hulu dan kembali ke hilir

Mentari pun melemparkan haru

catatan kecil dalam cibir getir

Menghujam sepi di bibir waktu

Kesunyian nurani kian ke pinggir

Melebur hancur menerpa debu

Hingga pagi kembali hadir

Bersama mentari nan tak pernah galau

Menyambut pagi membuang sepi

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist