HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mengenal Haji Aman, Sang Wakil Rakyat, Duta Nafsu, dan Maharaja Mimpi Buruk

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 26, 2025
in # Ironi, # Koruptor, # Predator Anak, #Kalimantan, #Kriminal, #Para Maling, Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Mengenal Haji Aman, Sang Wakil Rakyat, Duta Nafsu, dan Maharaja Mimpi Buruk
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Malam tadi saya mengenalkan Yossi Irianto, mantan Sekda Kota Bandung yang dijebloskan ke penjara. Kali ini mau ngenalkan wakil rakyat dari daerah sendiri. Tepatnya di Kota Singkawang Kalbar. Yang terhormat ini nafsu birahinya tinggi sampai anak di bawah umur pun digarap. Ia pun divonis 12 tahun penjara dan denda dua miliar. Siapkan kopinya, mari kita kenalan dengan pria yang sering memakai kopiah putih ini.

Baca Juga

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026

Wahai rakyat jelata, angkat topi! Mari kita beri tepuk tangan paling membahana untuk sosok yang telah menembus batas imajinasi kita tentang arti kata “wakil rakyat”. Inilah dia, pria penuh kharisma dan libido politis, Haji Aman. Tak sembarang orang bisa mencapai prestasi langka seperti beliau. Terpilih, dilantik, dan dipenjara. Itu bukan sekadar hattrick, itu mah trilogi kepelacuran moral dalam balutan jas kehormatan.

Lahir di Capkala, 23 Desember 1975. Haji Herman alias Haji Aman bertumbuh di era di mana malu masih dianggap nilai luhur, tapi entah kenapa justru memilih jalan ninja sebagai predator anak. Oh, Haji Aman. Engkau bukan sekadar politikus, engkau adalah pelukis tragedi dalam bingkai pesta demokrasi. Saat rakyat berharap pada dewan, kau justru berharap pada kegelapan.

Bayangkan, wak! Seorang wakil rakyat diusung partai yang menyuarakan dakwah, seharusnya jadi teladan, malah jadi legenda urban di mimpi buruk anak-anak kecil. Dapat 1.554 suara sah yang kau raup bukan lagi angka, tapi jumlah wajah yang kini harus menunduk malu. “Itukah yang kami pilih?”

Tapi jangan salah. Haji Aman bukan pria biasa. Ia diundang ke pelantikan meski sudah jadi tersangka. Bukan main-main. Beliau menghadiri pelantikan seperti menghadiri reuni keluarga, senyum sumringah seperti baru dapat doorprize, padahal sebenarnya ia sedang dalam antrean menuju bui. Dunia politik memang lucu, tapi Haji Aman berhasil menjadikannya badut sarkastik berstandar internasional.

Vonis 12 tahun penjara? Itu hanyalah tanda bahwa semesta masih waras. Tapi 12 tahun tidak cukup untuk menebus trauma seorang anak yang masa kecilnya dilahap tikus berdasi. Denda dua miliar? Restitusi seratus tiga puluh juta? Angka-angka itu cuma kosmetik akuntansi, luka batin korban tak bisa dihitung pakai kalkulator DPRD.

Tentu saja, jangan lupakan elemen wajib sinetron politik, sang kuasa hukum yang menyebut semua ini sebagai “politis”. Ya, tentu, ketika nafsu tak bisa lagi ditutup jas dan dasi, yang disalahkan adalah politik. Mungkin sebentar lagi akan muncul film dokumenter berjudul “Konspirasi Celana Dalam: Skandal Nasional”.

Haji Aman, engkau memang menakjubkan. Seperti komet, engkau melesat cepat, membakar langit integritas, lalu jatuh berdebam membentuk kawah kebusukan. Dari tribun kehormatan kau meluncur ke sel penyesalan. Dari podium pidato ke jeruji dosa. Dari “Yang Terhormat” menjadi “Yang Terkutuk (oleh akal sehat)”.

Tapi jangan khawatir, wahai rakyat. Kita belajar satu hal penting, tak semua yang datang dengan senyum itu malaikat. Kadang, mereka datang membawa kotak suara dan pulang membawa mimpi anak-anak yang dicabik. Kami muak. Muak pada wajah-wajah suci palsu yang di baliknya tersembunyi hasrat menjijikkan.

Jangan sebut ini akhir dari kisah. Ini baru prolog dari perlawanan. Karena setiap anak yang terluka oleh tangan jahat seperti dia, adalah panggilan bagi kita semua untuk menjadikan satu suara kecil lebih berharga dari seribu suara yang memilih setan berbaju pemimpin.

Yang penasaran dari partai mana pak haji ini, kalian bisa search sendiri di google. Foto Ai, bukan sosok sebenarnya, hanya pemanis narasi ini saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 280x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 231x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 182x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Baca Juga

​TEOLOGI LIMBAH
Puisi

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Artikel

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Next Post

Menyalakan Obor Literasi dari Blora

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com