• Latest
Sekolah Harus Pandai Bercerita dan Bicara

Sekolah Harus Pandai Bercerita dan Bicara

Mei 16, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sekolah Harus Pandai Bercerita dan Bicara

Redaksiby Redaksi
Mei 16, 2025
Reading Time: 2 mins read
Sekolah Harus Pandai Bercerita dan Bicara
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro


Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Di era digital, branding bukan lagi milik korporasi saja. Dunia pendidikan pun dituntut membangun citra yang kuat, hangat, dan bermakna. Sekolah tidak cukup dikenal lewat prestasi akademik atau bangunan megah, tapi juga melalui cerita yang menginspirasi dan cara bicara yang menggugah.

Di sinilah pentingnya keterampilan Creative Writing dan Public Speaking sebagai bagian dari strategi public relations (PR) sekolah. Sekolah harus belajar menulis cerita tentang dirinya, lalu menyuarakannya dengan percaya diri ke hadapan publik.

Keterampilan menulis kreatif membantu sekolah merancang narasi yang menyentuh hati—dari perjuangan siswa, inovasi guru, hingga kegiatan sosial sekolah. Sementara keterampilan berbicara menjadi alat utama menyampaikan pesan itu secara langsung dan penuh kesan.

Dalam strategi PR modern, informasi saja tidak cukup. Sekolah perlu membangun hubungan emosional dengan masyarakat melalui narasi yang humanis dan suara yang otentik. Itulah cara baru menjangkau kepercayaan publik.

Kepala sekolah, sebagai pemimpin institusi, seharusnya juga tampil sebagai juru bicara utama lembaga. Ia bukan sekadar pejabat administratif, tetapi ikon komunikasi yang menyampaikan visi sekolah dengan percaya diri dan ketulusan.

Guru, khususnya guru bahasa, menjadi narator pendidikan dan pembimbing siswa dalam dunia literasi komunikasi. Dengan pelatihan yang tepat, guru dapat mencetak generasi muda yang mampu menulis dan berbicara secara efektif.

Siswa sendiri adalah wajah paling autentik dari sebuah institusi pendidikan. Ketika mereka diberi ruang menulis artikel, membuat video, atau tampil sebagai pembicara, mereka bukan hanya belajar, tapi juga mewakili martabat sekolah.

Oleh karena itu, sekolah perlu membentuk tim PR kreatif yang melibatkan siswa dan guru. Mereka dapat menulis blog, mengelola media sosial, memproduksi video testimoni, atau membuat buletin sekolah. Konten seperti ini akan jauh lebih hidup dan menyentuh.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Sekolah yang bisa bercerita dengan jujur dan menyampaikan gagasan dengan baik akan lebih mudah mendapat tempat di hati masyarakat. Branding sekolah dibangun bukan lewat brosur formal, tapi melalui suara-suara nyata dari dalam lingkungan sekolah itu sendiri.

Sudah saatnya semua elemen sekolah menjadi komunikator aktif. Bukan untuk pencitraan kosong, tetapi untuk membagikan semangat, nilai, dan mimpi yang terus tumbuh dalam ruang-ruang pendidikan kita.

Karena sekolah yang hebat adalah sekolah yang bisa berbicara. Dan cerita baik tak akan pernah gagal menginspirasi. (*)

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
RKPA Aceh 2026: Antara Janji Kosong dan Sandiwara Anggaran

RKPA Aceh 2026: Antara Janji Kosong dan Sandiwara Anggaran

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com