• Latest
Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku

Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku

Mei 12, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku

Redaksi by Redaksi
Mei 12, 2025
in #Cerpen, #Menulis Cerpen, Cerpen, Cerpen Remaja, Kumpulan cerpen
Reading Time: 3 mins read
0
Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Hendriyatmoko

Guru SMK Muda Cepu dan (Anggota Satupena Kabupaten Blora)

Matahari sudah sepenggalah saat Lena selesai membantu ibunya memanen cabai di lereng pegunungan. Jemarinya yang cekatan memetik satu per satu cabai merah, meski sesekali perih karena terkena luka goresan ranting kering. Ibunya, Bu Warti, menoleh dan tersenyum tipis, “Istirahat dulu, Len. Ibu lanjutkan.”

Lena mengangguk pelan dan berjalan ke gubuk kecil tempat mereka menaruh perbekalan. Ia mengambil air putih dan sebungkus nasi dengan lauk tempe goreng. Dari kejauhan, pemandangan kota kecil di bawah bukit terlihat samar. Di sanalah Lena bersekolah, berjalan kaki sejauh lima kilometer setiap pagi.

Di sekolah, Lena bukan siapa-siapa. Ia hanya dikenal sebagai anak buruh tani, yang selalu memakai sepatu tambal dan seragam pudar. Tapi kecerdasannya membuat guru-guru menyukainya. Hanya saja, teman-temannya, terutama Isa dan Endang, sering mengolok-oloknya. “Eh Lena, kamu habis pupuk tanaman, ya? Bau banget,” celetuk Isa di lorong kelas. Disambut tawa Endang dan Ida.

Namun Lena sudah kebal. Baginya, ejekan hanya seperti perasan jeruk nipis: asam, perih, tapi bisa menguatkan kalau kau tahu caranya.

Hari itu, sekolah kedatangan siswa baru dari kota: Sony. Rambutnya rapi, jam tangannya mahal, dan sepatu putihnya masih bersih mengilap. Seluruh kelas heboh, apalagi Laras yang langsung berusaha mendekatinya. Tapi Sony justru tertarik pada Lena, murid paling diam dan paling rajin di kelas.

Baca Juga

IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

“Nama kamu siapa?” tanya Sony saat duduk di bangku sebelah Lena.

“Lena,” jawab gadis itu, setengah heran.

“Kamu pintar ya. Aku lihat tadi kamu bantu guru matematika.”

Lena mengangguk, canggung. Tak terbiasa diajak bicara oleh orang seperti Sony.

Hari-hari berikutnya, hubungan mereka makin dekat. Sony mulai ikut pulang bersama Lena, bahkan membantu membawakan buku-bukunya. Jery dan Tomi yang tadinya menyendiri, kini ikut bergabung karena penasaran melihat Sony lebih sering dengan Lena ketimbang Laras atau yang lain.

Namun kedekatan itu jadi bahan gunjingan. “Gila ya Lena, ngarep banget bisa naik derajat,” ujar Ida sinis. Tapi Sony tetap bertahan.

Suatu hari, Sony diajak Lena berkunjung ke rumahnya di lereng gunung. Rumah bambu beratap seng tua itu berdiri sederhana di antara kebun kopi. Ayah Lena menyambut dengan senyum tulus, ibunya menyuguhkan teh hangat dan potongan jeruk nipis.

“Maaf cuma ini adanya,” kata Bu Warti.

Sony meminum perlahan. “Ini teh terenak yang pernah saya minum,” katanya tulus. Lena hanya tersenyum, matanya sembab. Ia tahu, hidupnya mungkin seasam jeruk nipis. Tapi dengan orang yang tulus, rasa asam pun bisa jadi kenangan manis.

Namun tak lama, Sony harus kembali ke kota. Ayahnya memindahkan dia ke sekolah internasional. Di terminal, Sony menyerahkan secarik kertas pada Lena.

“Aku mungkin jauh, tapi aku gak akan lupa kamu. Tetap jadi Lena yang kuat. Aku akan kembali suatu hari nanti. Tunggu aku.”

Lena hanya mengangguk. Hujan turun deras. Air mengaburkan wajahnya, entah karena hujan atau air mata.

ADVERTISEMENT

Dan sejak itu, Lena makin giat belajar. Ia tahu, perasaan tak bisa menjamin masa depan, tapi harapan bisa.

Karena meski hidupnya seasam perasan jeruk nipis, Lena percaya: rasa asam bisa menyembuhkan luka, menguatkan tubuh, dan mendewasakan jiwa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

HABA Si PATok

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com