Senin, April 20, 2026

Puisi-Puisi Abdul Aziz Ali. Ipoh, Perak, Malaysia

Mei 2025
Oleh: Redaksi

Janji- Nya

salahkah menimbang angin di laman
sehingga panas pagi hujan petang
titiknya menenggelam bumi

salahkah mimpikan seorang bidadari
pagi hilang dalam panas mentari
pancarannya mematikan rumput di taman

salahkah tanpa senyum di wajah ibu
anak- anak kerdil perangainya
ayah sibuk menongkat dunia

biarlah kesalahan berpaksi di hati
junjung pekerti mendahului janji
mencari sebuah kehidupan di pagar waktu
yakinlah adakala panas dan hujan dari- Nya
rezeki jua

secawan kopi masih panas di meja usang tanpa sapa peduli

Abdul aziz ali
Ipoh Perak
24.12.2024

Mengukir janji

curahkan seribu janji tertulis di ruang kosong
kopi yang dijerang belum mendidih
nanti manisnya di cawan sama

tanpa tanda duka di wajah
persis seekor helang menangguk ikan di air
tertinggal bulu pelepah di bawa arus
paruhnya tertikam batu

hanya surat pembawa berita
cerita dulu penglipur lara
cintanya bersemi dikeruntuhan ikatan
tanpa silu menghulur bakti
mencurah janji

Abdul aziz ali
Ipoh Perak
27.12.2024

HANYA MENUNGAN

Setiap hari ada kekeliruan
dari tulisan bijak pandai
yang cair tentang puisi
setiap tulisannya di iakan
para pemula angguk
biarpun tidak setuju

Setiap detik ada percanggahan
tentang puisi dan sajak

Setiap minggu ada ungkitan
ada mazhad sendiri
ada tatakelola wajib di ikut

Setiap bulan kamus bahasa ditambah perkataan
erti dan contoh

Itulah kelirunya
aku termenung sambil makan kopi ( cakap orang kampungku)

Kelirukah
Kopi masih panas di cawan
rasa pahit tapi manis senyuman pelayannya

Abdul aziz ali
Ipoh Perak
7.1.2025

PERCAYAKAH

Kepalsuan bagaikan lukisan dari warna yang terang
muram berselindung dari lakaran kata- kata
janji hanyalah mainan
bagai memujuk anak kecil kempunan mainan

Lautan dan awan seakan diharungi
gunung dan bukit mahu dipeluk
biarpun lemas tidak berdaya

Pudar alam selubungi kemungkaran jitu
tanpa sedar matahari telah tenggelam cahayanya

Sedarkah mulut berbau hancing
katakan tidak tanpa nyata

Abdul aziz ali
Ipoh Perak
9.4.2025

Bersangka baik

Kopi dibancuh cawan ke cawan
pahit dan manis telah dirasa

Bila merasa pahit, tersedak
mengapa pahit dialami hidup ini
tidak seperti mereka itu

Bila rasa manis, senyum
bersyukur pemberian-Mu
disedekah pada yang memerlunya

Itulah resam kehidupan
ada manis di sebalik kepahitan
ada pahit di sebalik kemanisan

Abdul aziz ali
Ipoh Perak
19.5.2025

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist