• Latest

Forum Siti Manggopoh dan Taty Westhoff, Diaspora Belanda: Waspada, Menjawab Kegelisahan Perempuan terhadap AI

Desember 4, 2024
74fe2ae1-328a-4b59-b339-daae1b4ea490

50 Santri Tumbang Keracunan MBG di Demak

April 20, 2026
Forum Siti Manggopoh dan Taty Westhoff, Diaspora Belanda: Waspada, Menjawab Kegelisahan Perempuan terhadap AI - 754B442E 63B1 4486 A85F 1FC79850CE02 | Jalan-jalan | Potret Online

Memilih Pendidikan, Memilih Masa Depan

April 20, 2026
IMG_0871

Demokrasi yang Takut Penontonnya

April 20, 2026
IMG_0870

Demokrasi, Islam, dan Keindonesiaan: Etika yang Terlupa dalam Ruang Kekuasaan

April 20, 2026
Untitled design

Anak Pertama: Benarkah Selalu Lebih Mandiri dan Dewasa?

April 20, 2026
Forum Siti Manggopoh dan Taty Westhoff, Diaspora Belanda: Waspada, Menjawab Kegelisahan Perempuan terhadap AI - 1001377472_11zon 1 | Jalan-jalan | Potret Online

Ketika Sungai Mengalirkan Lebih dari Sekadar Air

April 20, 2026

Dialektika Dalam Seni, Sastra, Pendidikan, dan Pageant.

April 20, 2026
56b8b820-aa0d-4796-86af-eee26b4e8bbc

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

April 20, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Forum Siti Manggopoh dan Taty Westhoff, Diaspora Belanda: Waspada, Menjawab Kegelisahan Perempuan terhadap AI

Redaksi by Redaksi
Desember 4, 2024
in Jalan-jalan
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

 

Padang, November – Potretonline.com. Forum Siti Manggopoh ( FSM) dan Taty Westhoff, Diaspora Minang Belanda, membincang isu penting dalam sebuah diskusi tentang ā€œKegelisahan Perempuan Minang di Era Artificial Intelligenceā€, Selasa, 3 November 2024 di Mushala Al Hakim.

Taty Westhoff, penggerak budaya Minang di Den Haag, Belanda yang masih kental Minangnya membagi pengalaman selama 44 tahun di Belanda. Ia menceritakan bahaya kemajuan teknologi yang tidak diikuti dengan ilmu, agama dan menjaga akar budaya Minang akan berbahaya bagi diri sendiri, maupun lingkungan.

” Di Belanda, negeri yang dikatakan maju dalam banyak hal, ternyata banyak korban yang bunuh diri karena dipermalukan lewat artificial intelligence, yang gambarnya seolah-olah dirinya tampil tidak sopan, sehingga membuat remaja merasa malu dan membunuh dirinya karena tak kuat secara mental dibully teman- temannya. Maka kita harus hati- hati dengan kemajuan teknologi terutama ibu- ibu. Jangan terpukau dengan keindahan buatan yang bersifat semu. AI adalah alat mempercepat kerja kita, bukan AI memperalat kita. Perhatikan anak kita, ajar ilmu agama, moral dan etika serta budaya ABS SBK”

Mande Taty Westhoff sempat menangis menceritakan kecintaannya terhadap ranah Minang, meski jauh di rantau ia tetap merawat tradisi Minang dalam keluarga dan lingkungan. Kadang-kadang orang-orang di rantau merasa bangga dengan Minang, tapi banyak di ranah yang tak bangga lagi dengan keMinangannya.

Kegelisahan Mande Taty disambut solusi oleh Zaleka Hutagalung , praktisi hukum dan Novalinda yang juga bertindak sebagai moderator. Demikian juga Ketua Forum Siti Manggopoh , Basnurida yang mengungkapkan dan sepakat bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan bagi generasi muda dan memahami dari segi etik, moral dan hukum untuk menjawab kegelisahan tersebut.

Basnurida, selaku Ketua FSM dan ketua panitia, Wisye Paula Deja merasa bangga dan bahagia karena pembicara yang datang jauh-jauh dari Belanda mau berbagi ilmu dengan ikhlas untuk memberikan solusi atas kegelisahan perempuan. Semua peserta yang hadir lebih kurang 50 orang dari berbagai profesi terutama anggota FSM dan wartawan cukup antusias mengikuti acara bincang bincang santai tersebut.

FSM adalah sebuah komunitas sosial yang terinspirasi pejuang wanita Minang Siti Manggopoh yang terus menyuarakan nilai kejuangan Siti yang disesuaikan dengan kondisi kekinian dalam melawan arus artificial intelligence ( kecerdasan buatan) yang mencemaskan.

“Banyak orang pandai menggunakan AI, tapi tak paham tatakrama, adab dan sopan. Karena itu FSM akan terus berjuang di tengah masyarakat dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, agama, budaya dan lain-lain, sesuai misi FSM,” ujar Lismi Hasan Walidin , Pendiri FSM yang akrab dipanggil Oma dengan penuh semangat. Oma bersama pendiri lain Dr Sri Setyawati, Wevy dan Yuli akan tetap bersama- sama menjaga eksistensi FSM ini.

Kegiatan ini menjadi meriah karena Bundo – Bundo FSM memajang semua produk masing-masing mulai dari kuliner hingga pakaian dan mereka saling membeli sesuai kebutuhan. Dalam sekejap jualan mereka habis terjual.

Tags: #AILiterasiPerempuan
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Forum Siti Manggopoh dan Taty Westhoff, Diaspora Belanda: Waspada, Menjawab Kegelisahan Perempuan terhadap AI - 42fe8929 d098 474e 9fcb c9041d8b7c46 | Jalan-jalan | Potret Online

Media Online dan Pengelolanya Patut Dikembangkan Lebih Maksimal Kegunaan dan Pemanfaatannya di Indonesia

POTRET Online

Ā© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

Ā© 2026 potretonline.com