POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Ketika Kuputari Ka’bah

Redaksi by Redaksi
Maret 28, 2025
in Jalan-jalan
0
Ketika Kuputari Ka’bah - IMG_3723 | Jalan-jalan | Potret Online

Oleh Denny JA*

(Di tahun 2024, sebanyak 18,5 juta manusia melaksanakan ibadah Umroh. Tapi, berapa yang benar-benar menemukan yang dirindukan?)

-000-

Baca Juga
Jalan-jalan
Lomba Menulis
12 Jan 2017

Setiap aku melangkah menuju Ka’bah,
aku tak sekadar berjalan—
aku menyelam ke kedalaman jiwaku.
Jejak dunia kutinggalkan di belakang,
langkahku menuju cahaya yang tak tersentuh mata,
tapi terasa bergetar di dada.

Ketika kukitari Ka’bah,
aku tak hanya thawaf di bumi,
aku mengitari pusaran kesadaranku.
Mengelilingi pusat kerinduan,
tempat waktu tak lagi bergerak,
dan aku, yang terpecah oleh luka,
melebur menjadi debu di antara semesta.

Ketika Kuputari Ka’bah - 4a54a06f b895 4553 b076 d988d2a07533 | Jalan-jalan | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas
08 Jan 2025

“Di sini, di titik nol kehidupan,
aku menemukan paradoks tak terjawab:
semakin aku hancur,
semakin aku sempurna.

Aku larut dalam samudra doa,
tetapi dalam tiap tetes, aku lebih nyata.
Semakin aku menelusuri diriku,
semakin aku menjumpai-Mu.”

Ketika Kuputari Ka’bah - 8254ecbd d017 4826 9bc6 7c4be943331f | Jalan-jalan | Potret Online
Baca Juga
Catatan Perjalanan
Simeulue
26 Apr 2025

Lorong-lorong Mekkah kulewati,
jejak Hajar kutapaki di antara Shafa dan Marwah.
Namun, aku juga menelusuri memar batinku,
sayatan luka yang tak pernah terlihat mata manusia.

Di setiap langkah,
aku melangkah di lorong ingatan,
mendekati rahasia terdalam
yang hanya Kau tahu, Ya Rabbi.

Hari demi hari,
aku semakin tercerabut dari dunia.
Semakin aku terlepas dari diriku:
dari gelar, dari pujian yang fana.
Yang tersisa hanya aku,
dan Engkau.

Baju ihram ini,
putih bersih,
bukan sekadar kain,
tetapi penghapus ego dan identitas.
Semua sama, setara,
hanya debu di hadapan-Mu.

Aku berdiri di tengah lautan manusia,
bukan sebagai siapa-siapa,
hanya setitik buih
yang menari dalam arus-Mu.

Jutaan tubuh berputar,
mengikuti pusaran semesta.
Mereka adalah gelombang putih,
seperti planet-planet yang mengitari poros cahaya.

Namun hatiku lebih gemuruh:
menangis, merintih,
memohon dibasuh,
disucikan kembali.

Aku terus melangkah,
memutari Ka’bah,
sambil memutari takdirku sendiri.

Semakin lama aku berputar,
semakin aku sadar:
Titik akhir perjalanan ini
bukan di tanah,
tetapi di genggaman-Mu.

Dan dalam sujud terakhir,
di keheningan yang tak bersuara,
aku mendengar gema yang tak terucap:

“Iman bukan sekadar kata,
tetapi denyut halus di antara jeda,
ketika jiwa menyentuh Tuhan tanpa bicara.”

-000-

Mekkah, 27 Maret 2025

CATATAN:
(1) Umrah tahun 2024 mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Umrah tahun 2025 diperkirakan aakan melampauinya.

Next Post
Ketika Kuputari Ka’bah - IMG_3724 | Jalan-jalan | Potret Online

Memaknai Fitrah sebagai Potensi

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah