POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan

Simeulue

Redaksi by Redaksi
April 26, 2025
in Catatan Perjalanan, Cerita Perjalanan, Jalan-jalan, Perjalanan, Simeulue
0
Simeulue - 8254ecbd d017 4826 9bc6 7c4be943331f | Catatan Perjalanan | Potret Online

Oleh Muhammad Subhan

TIBA-TIBA ingatan saya terbang jauh ke Simeulue. Sebuah pulau di Aceh yang dikelilingi laut dengan pantai-pantai indah.

Kenangan saya kembali ke 15 tahun lampau.

Baca Juga
  • Simeulue - IMG_7804 scaled | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Artikel
    Mengutip Pembelajaran di Perjalanan
    16 Mei 2024
  • Simeulue - 2025 06 03 15 37 47 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Catatan Perjalanan
    Perjalanan Tiga Mahasiswi Aceh Menembus Panggung Dunia Lewat Inovasi Kue Tradisional
    03 Jun 2025

Pagi itu masih muda. Jumat, 16 April 2010. Jam menunjukkan pukul 7.45. Langit bersih. Bandara Lasikin di Pulau Simeulue tampak lengang.

Pesawat kecil Susi Air baru saja mendarat. Saya turun dengan debar. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di pulau itu. Pulau yang selama ini hanya hadir dalam mimpi dan cerita.

Baca Juga
  • Simeulue - 117fd160 0ca4 4ddc afab 02c04e224303 | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Artikel
    Berkunjung ke Sejumlah Universitas di Thailand
    20 Jun 2023
  • Simeulue - 70b70767 a774 48fc 8cd8 546d3af991ea | Catatan Perjalanan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Surat-Surat yang Tersangkut di Langit Gaza
    03 Apr 2025

Udara laut menyeruak begitu pintu pesawat terbuka. Hangat dan tenang. Seperti menyambut seorang perantau yang pulang setelah lama pergi.

Saya datang ke Simeulue atas undangan sebuah media lokal. Tujuannya memberikan pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kapasitas wartawan dan staf media di sana. Tentu, saya senang mendapat undangan itu.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    KUFLET SIAPKAN PERTUNJUKAN TEATER ASPIRASI KEPAHLAWANAN
    07 Nov 2024
  • Simeulue - 13aea443 c579 4226 afed 4268e71241ef | Catatan Perjalanan | Potret Online
    #Kisah Inspiratif. #Guru inspiratif
    Mengubah Nasib Ke Luar Negeri
    10 Feb 2026

Dari udara, Simeulue terlihat memesona. Biru lautnya, hijau daratannya, bagai lukisan alam.

Saya teringat Bali, tempat yang pernah beberapa kali saya singgahi. Tapi Simeulue berbeda. Lebih sunyi, lebih murni. Seperti permata yang belum diasah.

Pulau ini baru tumbuh sebagai kabupaten definitif, namun potensinya besar. Pantai berbatu karang seperti di Babang. Pasir putih di Teupah Selatan. Laut yang kaya. Budaya lokal yang majemuk.

Simeulue juga kaya akan sejarah. Banyak perantau dari Minangkabau yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Mereka membawa serta budaya dan tradisi yang kental.

Salah satunya adalah ulama yang sangat dihormati di Simeulue, Teungku Di Ujung. Nama aslinya Khalilullah, seorang ulama Minangkabau yang beragama Islam dan dikenal sebagai sosok yang berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam di Pulau Simeulue, khususnya pada masa Kesultanan Aceh. Jejak perjuangannya tetap dikenang hingga kini.

Semua itu bisa jadi magnet wisata. Suatu saat nanti, siapa tahu, Simeulue akan menjadi “Bali-nya Sumatera.”

Namun, lebih dari keindahan, ada tekad dan cinta yang membuat saya datang.

Di kantor media yang mengundang, saya diminta berbagi kiat menulis, terutama dalam jurnalistik. Memberi pembekalan kepada wartawan muda di sana. Mereka penuh semangat. Penuh potensi.

Simeulue bukan nama asing bagi saya. Sejak 2009, saya diminta menjadi editor jarak jauh untuk media di Simeulue. Media itulah yang mengundang saya. Dari Padang Panjang, saya memantau tulisan-tulisan wartawan mereka. Beberapa nama bahkan sudah saya hafal karena produktif.

Dua hari itu saya menyampaikan empat materi: menulis berita, teknik wawancara, penulisan feature, dan foto jurnalistik.

Itu sedikit keahlian yang saya kuasai karena sebelumnya bertahun-tahun bekerja di sebuah media mingguan dan harian di Kota Padang.

Kepada wartawan-wartawan muda di sana, saya tekankan pentingnya membaca. Bukan hanya membaca berita yang ditulis sendiri, tapi juga membaca berita wartawan di media lain. Serta membaca buku pengayaan.

Dalam menulis berita, rumus 5W + 1H adalah dasar. Siapa. Apa. Di mana. Kapan. Mengapa. Bagaimana. Tanpa ini, berita kering dan tak bernyawa.

Teknik wawancara juga tak kalah penting. Wartawan harus siap. Fisik. Mental. Daftar pertanyaan. Alat tulis. Perekam. Disiplin waktu. Jangan biarkan narasumber menunggu. Wartawan harus datang lebih awal.

Menulis feature adalah seni. Ini bukan berita keras. Ini cerita. Bernyawa. Penuh rasa. Feature menghibur dan memberi informasi. Bahasa yang digunakan lebih luwes dan indah. Banyak media besar menjadikan feature sebagai kekuatan.

Foto jurnalistik juga kami bahas. Foto yang bagus bisa bicara lebih dari seribu kata. Bukan sekadar jepret, tapi bagaimana menangkap momen, emosi, dan cerita. Saya tunjukkan beberapa foto pemenang Pulitzer.

Waktu dua hari terasa terlalu cepat. Para wartawan muda itu tampak belum puas. Tapi inilah awal. Pondasi. Kelak mereka akan membangunnya lebih tinggi—dan, setelah bertahun-tahun berlalu, dari jauh saya melihat mereka sudah menjadi wartawan hebat.

Usai pelatihan, kami rehat di Pantai Babang. Pantai ini indah, tenang. Riak dan debur ombaknya begitu puitis. Pantai Babang salah satu ikon wisata di Pulau Simeulue.

Keesokan harinya, kami beranjak ke Teupah Selatan. Daerah ini dulunya pusat tsunami 26 Desember 2004. Luka masih terasa. Tapi kehidupan terus berjalan. Orang-orangnya tangguh. Penuh harapan.

Saya meninggalkan Simeulue dengan hati yang penuh. Penuh syukur. Penuh kenangan. Juga tekad.

Di pulau yang sunyi ini, saya menemukan harapan yang tumbuh. Dalam berita-berita sederhana. Dalam senyum wartawan muda. Dalam lenguh ombak yang tak lelah memeluk pantai.

Simeulue tak lagi sekadar nama. Ia kini hidup dalam ingatan saya. Sebagai pulau yang sabar. Pulau yang berjuang. Pulau yang menulis masa depannya sendiri.

Dan, suatu hari nanti, saya ingin datang lagi. []

Baca juga di https://majalahelipsis.id/simeulue/

Previous Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Next Post

Dari Kelas Biasa ke Kelas Luar Biasa

Next Post
Simeulue - efe0eca3 a805 4e62 b1bb fd7d5ca0b0e5 1 | Catatan Perjalanan | Potret Online

Dari Kelas Biasa ke Kelas Luar Biasa

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah