• Latest
Kerahasiaan RUU Sisdiknas

Buku, Perjalanan dan Dongeng

Maret 24, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Buku, Perjalanan dan Dongeng

Redaksiby Redaksi
Maret 24, 2022
Reading Time: 2 mins read
Kerahasiaan RUU Sisdiknas
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Membayangkan saya akan duduk di KA selama sedikitnya 9 jam pp, Stasiun Gambir Jakarta-Stasiun Pasar Turi Surabaya, saya memilih sebuah buku. To Kill A Mockingbird, karya Harper Lee terjemahan dalam bahasa Indonesia beruntung saya pilih, apalagi saya selama ini hanya membaca resensinya saja, belum tuntas membacanya.

Harper Lee mengingatkan saya masa kecil yang penuh petualangan di kota kecil Banjarbaru. Ketakutan atas mitos hantu di sebuah rumah, perasaan “exiting” di awal masuk sekolah, kegembiraan musim libur, asiknya membaca dan kesoktauan guru yang kaget anak masuk SD sudah mampu membaca dan lain sebagainya.

Selain itu, jika Miss Scout, gadis kecil dan Jemm kakak lelakinya asik di rumah pohon semasa liburan dan berkelahi serta berdamai dengan kawan kawan kecilnya. Kami asik klayapan di hutan perdu sekitar kota Banjarbaru dan asik mandi di guntung pekat dan guntung payung serta membuat bivak di tengah hutan perdu dan memasak.

Buku itu belum selesai saya baca, dan sungguh ketika membaca dalam perjalanan kali ini saya teringat ucapan Santo Agustinus, bahwa “A Man who does not travel, just like he/she only reads one book”. Jadi saya sudah membaca satu buku plus “buku perjalanan”.

Agustinus benar belaka. Namun, perjalanan tak akan menjadi berjilid jilid buku, jika mereka tak menikmati prosesnya. Ketika mereka selama perjalanan hanya tidur, sejak berangkat dan bangun ketika tiba. Merek yang selama perjalanan hanya menonton hiburan di TV dan di gawainya. Celakanya, merekapun tak membawa satu bukupun untuk dibaca. Sehingga perjalanan mereka adalah ruang nisbi yang tak eksis dalam kehidupannya.

Saya berkisah, maka saya Lelaki. Satre mengatakan bahwa seorang lelaki adalah seorang yang selalu menjadi pendongeng, dia hidup dikelilingi kisah kisahnya dan kisah kisah orang lain. Dia melihat segalanya yang terjadi lewat mereka, dan dia mencoba menyemarakan hidupnya seperti dia menceritakan sebuah kisah. Sartre benar pula, oleh karena itu saya mendongeng saat ini dan saya lelaki.

Apakah hal itu hanya monopoli seorang lelaki ? Saya pikir tidak. Satre mestinya menulis hal itu karena dia seorang lelaki dan saya sebagai sesama lelaki membenarkannya. Dan saya tak memiliki otorisasi dan keberanian untuk menjeneralisasi apakah ucapan Sartre berlaku untuk perempuan.

ADVERTISEMENT

Buku, perjalanan dan dongeng adalah eksistensi seorang lelaki, setidaknya saya. Apakah kalian para lelaki setuju dengan saya?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Ada Rumah Panjang di Kahwanake, Montreal

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com