POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pro dan Kontra Wisuda Anak dari TK Hingga SMA

RedaksiOleh Redaksi
April 30, 2025
Sistem Demokrasi, Membutuhkan Pemerintah Yang Demokratis
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh  Eriza M. Dahlan

Tradisi wisuda, yang identik dengan kelulusan, kini tak hanya berlaku bagi mahasiswa perguruan tinggi saja, tetapi menjadi tren wisuda untuk anak-anak dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan kini semakin populer di Indonesia. Walaupun dengan berbagai kegiatan yang dibalut dengan kegiatan atau tema lainnya seperti pentas seni, kreasi anak, pelepasan dan sebagainya juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Walau tidak ada seremonial yang panjang, tetap ada yang foto dengan menggunakan baju toga setelah selesai berbagai kegiatan anak-anak yang ditampilkan. Apapun itu butuh pengeluaran biaya.

Maka, di dalam masyaakat, praktik ini memicu pro dan kontra.Ada yang setuju dengan adanya wisuda dan bahkan ada yang tidak setuju.  Yang mendukung wisuda menganggap itu sebagai motivasi dan prestasi dalam memberikan penghargaan atas pencapaian anak selama bersekolah. 

Bagi anak TK, wisuda menandai pencapaian penting dalam memasuki dunia pendidikan formal. Sementara bagi siswa SMA, wisuda merupakan pencapaian puncak sebelum memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. 

Jika di Aceh,  perayaan ini dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya lokal,  menciptakan momen berkesan bagi anak-anak didik, keluarga dan komunitas.

Dengan adanya kegiatan wisuda, akan menjadi kenangan dan berkesan bagi anak, orang tua, guru serta keluarga. 

Foto-foto dan video yang dihasilkan menjadi kenangan berharga yang dapat dinikmati seumur hidup, karena tersimpan dengan baik dan juga ada yang memajangnya di dinding rumah untuk kenangan-kenangan yang selalu bisa dilihat.  

Bagi keluarga di Banda Aceh, misalnya,  wisuda dapat menjadi ajang silaturahmi dan perayaan bersama kerabat dan teman.

Ada juga dengan kegiatan wisuda tersebut dapat meningkatkan citra dan menarik minat calon siswa baru dikarenakan banyaknya prestasi dan kegiatan yang dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Puisi-Puisi Dinar Puspita Ayu

Ledakkan Bom Perilaku Intoleransi, Tumpas Teroris

Lingkungan yang Bersih Tanpa Asap Rokok

Di Aceh, tahun 2025, pelaksanaan wisuda untuk anak TK hingga SMA tidak wajib dan tidak boleh membebani orang tua. Dinas Pendidikan Aceh telah mengimbau sekolah untuk tidak menjadikan wisuda sebagai kewajiban, terutama jika hal itu menyebabkan beban finansial bagi orang tua. 

Dinas Pendidikan Aceh telah mengeluarkan surat imbauan (Nomor 400.3.8/5345, 16 April 2025) yang menekankan bahwa wisuda tidak boleh menjadi kegiatan wajib dan membebani orang tua. 

Imbauan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 14 Tahun 2023 yang membatasi penyelenggaraan wisuda pada jenjang PAUD, dasar, dan menengah. 

Dinas Pendidikan Aceh juga mengutamakan pemulihan ekonomi orang tua, sehingga kegiatan wisuda yang bersifat wajib dan membebani dianggap kurang tepat. 

Meskipun wisuda tidak wajib, sekolah masih bisa menyelenggarakan acara wisuda, namun dengan catatan tidak membebani orang tua dan dengan persetujuan mereka. 

Tapi tidak sedikit juga yang menentang wisuda anak disebabkan karena biaya yang mahal seperti baju toga, foto, snack, dan sewa tempat acara. Hal tersebut dapat memberatkan orang tua terutama bagi mereka yang kurang mampu. Bahkan ada juga yang mengatakan wisuda itu kurang bermakna karena anak-anak belum sepenuhnya memahami arti kelulusan dan pencapaian akademik. Lebih baik fokus pada proses belajar dan pengembangan karakter anak daripada seremonial wisuda.

Bagi orang tua yang mampu mungkin tidak menjadi persoalan, tetapi bagi orang tua yang hidupnya serba kekurangan akan terasa berat, apalagi akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Dulu wisuda anak dari TK hingga SMA menjadi hal yang biasa, tetapi sekarang sudah ada juga larangan dari pemerintah terutama dari dinas pendidikan, karena menjadi beban bagi orang tua, apalagi ekonomi sekarang yang tidak menentu semua menjadi serba mahal. 

Wisuda merupakan fenomena yang kompleks dengan pro dan kontra. 

Namun, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, berbeda pandangan terkait kegiatan tersebut. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa perpisahan atau wisuda sekolah boleh saja digelar asal tidak berlebihan dan dapat persetujuan serta tidak memberatkan orang tua.

Kegiatan tersebut tidak berlebih-lebihan dan juga jangan dipaksakan, sebab kegiatan wisuda merupakan bentuk ungkapan kegembiraan sekaligus syukur atas keberhasilan para murid dalam menyelesaikan pendidikan mereka. 

Keputusan untuk menyelenggarakan atau tidak menyelenggarakan wisuda perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi keluarga,  nilai budaya lokal, dan dampak psikologis pada anak.  Yang terpenting adalah  menyeimbangkan aspek seremonial dengan  penekanan pada  proses pembelajaran dan pengembangan karakter anak.  Sekolah dan orang tua perlu bijak dalam mengambil keputusan yang terbaik bagi anak.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum

Pelatihan Guru Jalan Menuju Pendidikan Bermutu

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00