• Latest

Menulis, Kunci Untuk Abadi

April 23, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menulis, Kunci Untuk Abadi

Gunawan Trihantoroby Gunawan Trihantoro
April 24, 2025
Reading Time: 3 mins read
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

“Kalau kamu bukan anak ulama besar, bukan pula anak seorang raja, maka menulislah.”
Demikian petuah tajam dari Imam Al-Ghazali yang menggugah siapa saja yang mendengarnya.

Petuah ini bukan sekadar ajakan, tapi peta jalan menuju keabadian.
Bukan raja? Bukan ulama besar? Tak masalah, asal mau menulis.

Menulis bukan hanya tentang tinta dan kertas.
Ia adalah alat perlawanan terhadap lenyapnya ingatan.

Bagi Al-Ghazali, ilmu tak cukup disimpan dalam kepala.
Ia harus dituliskan agar terus mengalir melampaui zaman.

Kita hidup dalam dunia yang cepat lupa.
Apa yang tak ditulis, akan hilang ditelan waktu.

Menulis menjadikan gagasan kita hidup lebih lama dari tubuh kita.
Ia adalah perpanjangan lidah, bahkan saat mulut telah membisu.

Tak semua orang lahir dalam keluarga istimewa.
Namun menulis memberi siapa saja kesempatan untuk istimewa.

Lewat tulisan, kita bisa berdialog dengan masa depan.
Bisa juga berdiskusi dengan mereka yang hidup ratusan tahun lalu.

Menulis bukan semata soal akademik atau formalitas.
Ia adalah upaya menata dunia lewat kata.

Menulis menyusun ulang realitas.
Ia menyaring pengalaman dan mengkristalkan pemikiran.

Dunia mengenal Plato, Ibn Sina, Al-Ghazali, karena mereka menulis.
Tanpa tulisan, siapa yang mengingat mereka?

Menulis adalah jalan sepi tapi benderang.
Ia bukan hanya untuk yang pintar, tapi yang tekun.

Kemuliaan bukan hanya milik keturunan atau bangsawan.
Ia juga milik mereka yang berani mencatat dan berbagi ilmu.

Tulisan tidak tidur.
Ia bekerja siang malam tanpa lelah menginspirasi pembaca.

Di era digital, peluang menulis terbuka lebar.
Tak harus cetak, blog dan media sosial pun bisa jadi panggung.

Menulis adalah demokratisasi gagasan.
Siapa saja bisa berbicara dan didengar lewat tulisan.

Tentu, tak semua tulisan langsung hebat.
Tapi yang terus menulis, akan terus membaik.

Menulis juga melatih ketekunan dan keteraturan berpikir.
Ia memaksa kita untuk jernih dan jelas dalam menyampaikan ide.

Tulisan bukan cuma untuk orang lain.
Ia juga cermin bagi diri sendiri.

Dengan menulis, kita belajar mengenal pikiran sendiri.
Belajar mengkritik dan mengembangkan sudut pandang.

Tulisan adalah saksi bisu dari perjalanan kita.
Ia merekam langkah, keresahan, harapan.

Dunia membaca orang yang menulis.
Dan lupa pada mereka yang diam.

Jika ingin berkontribusi dalam peradaban, maka menulislah.
Bukan karena kita besar, tapi karena kita ingin berguna.

Tak perlu menunggu jadi siapa-siapa.
Menulislah, justru agar menjadi seseorang.

Sebagaimana Al-Ghazali, mari jadikan pena sebagai pedang.
Bukan untuk melukai, tapi untuk membuka jalan kebaikan.

ADVERTISEMENT

Warisan terbaik bukanlah emas atau jabatan.
Tapi ilmu yang ditulis dan dibagikan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Menulislah bukan demi populer, tapi demi kebermanfaatan.
Karena tulisan yang ikhlas, akan menemukan pembacanya sendiri.

Dan saat tubuh kita tak lagi di dunia ini,
Tulisan kita akan tetap bicara, menyampaikan cahaya.

Jadi, bro, kalau kamu bukan anak raja, bukan anak ulama besar,
Tapi kamu punya semangat, maka ambillah pena, dan menulislah.


Rumah Kayu Cepu, 23 April 2025.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Cita cita Anak Negeri Merdeka

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com