• Latest
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - b047f686 866e 43d5 8945 46323d377e75 | #Fitnah | Potret Online

Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam

April 19, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Fitnah | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - b047f686 866e 43d5 8945 46323d377e75 | #Fitnah | Potret Online

Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 19, 2025
in #Fitnah, #PDI, Perempuan, Politik
Reading Time: 3 mins read
0
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Saya tu paling suka mengangkat perempuan tangguh. Di balik keanggunannya, menyimpan kekuatan dahsyat. Kali ini saya mau mengangkat sosok Nohran, ups salah, Tia Rahmania maksudnya. Sambil seruput kopi liberika di teras rumah, yok kita kupas sosok wanita yang tiba-tiba muncul bawa palu godam.

Kalau hidup adalah sinetron, maka Tia Rahmania adalah tokoh utama yang difitnah, ditampar 18 kali, dikurung di gudang berbulan-bulan, lalu keluar dengan gaun merah menyala sambil berkata, “Ini Belum Selesai!” Benar saja, belum selesai.

Bayangkan ini, wak! Seorang perempuan, anggota partai politik, menang suara terbanyak, dielu-elukan konstituen, tapi… boom! Ia dipecat. Bukan karena ketahuan korupsi, bukan karena nyolong sendal jemaah pengajian, tapi karena dituduh menggelembungkan 1.629 suara. Itu cuma 4,3% dari total 37.359 suara sah yang dia kantongi. Kalau itu dianggap penggelembungan, maka mie instan dengan tambahan telur juga bisa dianggap kejahatan dapur berat.

Tia tidak tinggal diam. Dia tidak memilih menangis di pojokan sambil mendengarkan lagu Lyodra Ginting. Dia tidak update story Instagram dengan quotes bijak dan bunga layu. Dia menggugat! Yes, menggugat Mahkamah PDI-P dan Bonnie Triyana, sang pengganti dadakan yang entah kenapa langsung dapat kursi seperti rebutan bangku di pesta ulang tahun anak TK.

Hasilnya? Booom…! Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Tia tidak bersalah. Tidak ada penggelembungan. Tidak ada trik sulap suara. Tidak ada bakpao diselipkan ke dalam kotak suara.

Putusan resmi menyatakan Tia pemilik sah 37.359 suara berdasarkan Formulir D Hasil Pleno KPU. Bukan cuma emak-emak yang yakin suara mereka ke Tia. Negara pun akhirnya mengakuinya. Kalau itu bukan kemenangan, apa lagi?

Tapi tunggu dulu, cerita belum habis. Karena sebelum PN Jakarta Pusat angkat palu, Mahkamah PDI-P sudah lebih dulu main palu, palu yang dipinjam entah dari mana, lalu dipukulkan ke karier politik Tia. Langsung dipecat, dibatalkan pelantikannya, diganti dengan Bonnie yang awalnya runner-up tapi jadi champion by disqualifikasi. Keren banget kan twist-nya? Netflix harus beli hak tayang drama ini.

DPP PDI-P bahkan menuding dia langgar kode etik. Padahal, kode etik macam apa yang bilang “Kalau kamu menang terlalu banyak, kamu pasti curang”? Ini logika semacam: “Kalau kamu cakep banget, pasti pakai filter.”

Tia adalah lambang perempuan tangguh yang ditolak sistem, tapi menolak ditolak. Dalam sejarah perpolitikan yang penuh tikungan tajam dan lobang jebakan tikus, dia tidak hanya selamat, tapi malah kembali dengan bendera kemenangan.

Mungkin Bonnie sekarang sedang memandangi jendela sambil bertanya, “Kenapa bukan aku?” Tapi jawabannya jelas, karena kebenaran itu seperti kentut, tak bisa ditahan terlalu lama. Suatu saat pasti terdengar dan tercium.

Mari kita angkat topi, helm, atau apa pun yang bisa diangkat untuk Tia Rahmania. Seorang perempuan yang dihantam, dijegal, difitnah, tapi tetap bangkit. Bukan dengan air mata, tapi dengan gugatan hukum dan kemenangan elegan.

Baca Juga

Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - 1001361361_11zon | #Fitnah | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 17, 2026

Di negara di mana suara rakyat kadang dianggap hanya angka, Tia telah membuktikan bahwa satu suara, suara kebenaran, bisa mengalahkan ribuan suara penuh drama.

Tia, kau bukan hanya menang perkara. Kau menang hati kami semua. Kepada mereka yang mengira bisa menjatuhkan perempuan hanya dengan surat pemecatan… well, selamat datang di era perempuan tangguh bawa berkas gugatan.

Tia bukan korban. Tia adalah ikon perlawanan bersarung blazer merah dan heels 7 cm.
Kami semua berdiri di belakangmu (dengan kopi panas tanpa gula, tentu saja).

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - IMG 20250419 WA0005 | #Fitnah | Potret Online

Tarif Tarifan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com