POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 19, 2025
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Saya tu paling suka mengangkat perempuan tangguh. Di balik keanggunannya, menyimpan kekuatan dahsyat. Kali ini saya mau mengangkat sosok Nohran, ups salah, Tia Rahmania maksudnya. Sambil seruput kopi liberika di teras rumah, yok kita kupas sosok wanita yang tiba-tiba muncul bawa palu godam.

Kalau hidup adalah sinetron, maka Tia Rahmania adalah tokoh utama yang difitnah, ditampar 18 kali, dikurung di gudang berbulan-bulan, lalu keluar dengan gaun merah menyala sambil berkata, “Ini Belum Selesai!” Benar saja, belum selesai.

Bayangkan ini, wak! Seorang perempuan, anggota partai politik, menang suara terbanyak, dielu-elukan konstituen, tapi… boom! Ia dipecat. Bukan karena ketahuan korupsi, bukan karena nyolong sendal jemaah pengajian, tapi karena dituduh menggelembungkan 1.629 suara. Itu cuma 4,3% dari total 37.359 suara sah yang dia kantongi. Kalau itu dianggap penggelembungan, maka mie instan dengan tambahan telur juga bisa dianggap kejahatan dapur berat.

Tia tidak tinggal diam. Dia tidak memilih menangis di pojokan sambil mendengarkan lagu Lyodra Ginting. Dia tidak update story Instagram dengan quotes bijak dan bunga layu. Dia menggugat! Yes, menggugat Mahkamah PDI-P dan Bonnie Triyana, sang pengganti dadakan yang entah kenapa langsung dapat kursi seperti rebutan bangku di pesta ulang tahun anak TK.

Hasilnya? Booom…! Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Tia tidak bersalah. Tidak ada penggelembungan. Tidak ada trik sulap suara. Tidak ada bakpao diselipkan ke dalam kotak suara.

Putusan resmi menyatakan Tia pemilik sah 37.359 suara berdasarkan Formulir D Hasil Pleno KPU. Bukan cuma emak-emak yang yakin suara mereka ke Tia. Negara pun akhirnya mengakuinya. Kalau itu bukan kemenangan, apa lagi?

📚 Artikel Terkait

Jerit Tangis Belantara Leuser

Gravitasi Keuangan di Balik Anggaran MBG

Life Begins at 50

BERWIRAUSAHALAH KARENA DENGAN BERWIRAUSAHA HIDUP AKAN LEBIH MUDAH.

Tapi tunggu dulu, cerita belum habis. Karena sebelum PN Jakarta Pusat angkat palu, Mahkamah PDI-P sudah lebih dulu main palu, palu yang dipinjam entah dari mana, lalu dipukulkan ke karier politik Tia. Langsung dipecat, dibatalkan pelantikannya, diganti dengan Bonnie yang awalnya runner-up tapi jadi champion by disqualifikasi. Keren banget kan twist-nya? Netflix harus beli hak tayang drama ini.

DPP PDI-P bahkan menuding dia langgar kode etik. Padahal, kode etik macam apa yang bilang “Kalau kamu menang terlalu banyak, kamu pasti curang”? Ini logika semacam: “Kalau kamu cakep banget, pasti pakai filter.”

Tia adalah lambang perempuan tangguh yang ditolak sistem, tapi menolak ditolak. Dalam sejarah perpolitikan yang penuh tikungan tajam dan lobang jebakan tikus, dia tidak hanya selamat, tapi malah kembali dengan bendera kemenangan.

Mungkin Bonnie sekarang sedang memandangi jendela sambil bertanya, “Kenapa bukan aku?” Tapi jawabannya jelas, karena kebenaran itu seperti kentut, tak bisa ditahan terlalu lama. Suatu saat pasti terdengar dan tercium.

Mari kita angkat topi, helm, atau apa pun yang bisa diangkat untuk Tia Rahmania. Seorang perempuan yang dihantam, dijegal, difitnah, tapi tetap bangkit. Bukan dengan air mata, tapi dengan gugatan hukum dan kemenangan elegan.

Di negara di mana suara rakyat kadang dianggap hanya angka, Tia telah membuktikan bahwa satu suara, suara kebenaran, bisa mengalahkan ribuan suara penuh drama.

Tia, kau bukan hanya menang perkara. Kau menang hati kami semua. Kepada mereka yang mengira bisa menjatuhkan perempuan hanya dengan surat pemecatan… well, selamat datang di era perempuan tangguh bawa berkas gugatan.

Tia bukan korban. Tia adalah ikon perlawanan bersarung blazer merah dan heels 7 cm.
Kami semua berdiri di belakangmu (dengan kopi panas tanpa gula, tentu saja).

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Tarif Tarifan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00