POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Fitnah

Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 19, 2025
in #Fitnah, #PDI, Perempuan, Politik
0
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - b047f686 866e 43d5 8945 46323d377e75 | #Fitnah | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Saya tu paling suka mengangkat perempuan tangguh. Di balik keanggunannya, menyimpan kekuatan dahsyat. Kali ini saya mau mengangkat sosok Nohran, ups salah, Tia Rahmania maksudnya. Sambil seruput kopi liberika di teras rumah, yok kita kupas sosok wanita yang tiba-tiba muncul bawa palu godam.

Kalau hidup adalah sinetron, maka Tia Rahmania adalah tokoh utama yang difitnah, ditampar 18 kali, dikurung di gudang berbulan-bulan, lalu keluar dengan gaun merah menyala sambil berkata, “Ini Belum Selesai!” Benar saja, belum selesai.

Baca Juga
  • Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - 75716E41 07D8 4AA4 A9DC 5F69774110F4 | #Fitnah | Potret Online
    Analisis
    GANJAR TERBILANG PRABOWO HILANG?
    26 Apr 2023
  • 02
    Aceh
    ANYIRNYA KORUPSI DANA PON-21 ACEH-SUMUT
    15 Sep 2024

Bayangkan ini, wak! Seorang perempuan, anggota partai politik, menang suara terbanyak, dielu-elukan konstituen, tapi… boom! Ia dipecat. Bukan karena ketahuan korupsi, bukan karena nyolong sendal jemaah pengajian, tapi karena dituduh menggelembungkan 1.629 suara. Itu cuma 4,3% dari total 37.359 suara sah yang dia kantongi. Kalau itu dianggap penggelembungan, maka mie instan dengan tambahan telur juga bisa dianggap kejahatan dapur berat.

Tia tidak tinggal diam. Dia tidak memilih menangis di pojokan sambil mendengarkan lagu Lyodra Ginting. Dia tidak update story Instagram dengan quotes bijak dan bunga layu. Dia menggugat! Yes, menggugat Mahkamah PDI-P dan Bonnie Triyana, sang pengganti dadakan yang entah kenapa langsung dapat kursi seperti rebutan bangku di pesta ulang tahun anak TK.

Baca Juga
  • 01
    Flower Aceh
    PENANGANAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DI ACEH BELUM OPTIMAL
    30 Sep 2018
  • 02
    Bidik
    Praktik Baik Kontribusi Sekolah Perempuan Untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
    01 Jul 2021

Hasilnya? Booom…! Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Tia tidak bersalah. Tidak ada penggelembungan. Tidak ada trik sulap suara. Tidak ada bakpao diselipkan ke dalam kotak suara.

Putusan resmi menyatakan Tia pemilik sah 37.359 suara berdasarkan Formulir D Hasil Pleno KPU. Bukan cuma emak-emak yang yakin suara mereka ke Tia. Negara pun akhirnya mengakuinya. Kalau itu bukan kemenangan, apa lagi?

Baca Juga
  • Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - 015d1fa7 a1ec 4be9 88ff 085b6c469014 | #Fitnah | Potret Online
    Aceh
    Bangsa Tanpa Negara?
    22 Nov 2025
  • Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - FD88D969 3582 4F8D A9EA 8E24F5FEA120 | #Fitnah | Potret Online
    Artikel
    Parlemen, Pencapresan dan Kebutuhan Sistem Alternatif
    11 Nov 2022

Tapi tunggu dulu, cerita belum habis. Karena sebelum PN Jakarta Pusat angkat palu, Mahkamah PDI-P sudah lebih dulu main palu, palu yang dipinjam entah dari mana, lalu dipukulkan ke karier politik Tia. Langsung dipecat, dibatalkan pelantikannya, diganti dengan Bonnie yang awalnya runner-up tapi jadi champion by disqualifikasi. Keren banget kan twist-nya? Netflix harus beli hak tayang drama ini.

DPP PDI-P bahkan menuding dia langgar kode etik. Padahal, kode etik macam apa yang bilang “Kalau kamu menang terlalu banyak, kamu pasti curang”? Ini logika semacam: “Kalau kamu cakep banget, pasti pakai filter.”

Tia adalah lambang perempuan tangguh yang ditolak sistem, tapi menolak ditolak. Dalam sejarah perpolitikan yang penuh tikungan tajam dan lobang jebakan tikus, dia tidak hanya selamat, tapi malah kembali dengan bendera kemenangan.

Mungkin Bonnie sekarang sedang memandangi jendela sambil bertanya, “Kenapa bukan aku?” Tapi jawabannya jelas, karena kebenaran itu seperti kentut, tak bisa ditahan terlalu lama. Suatu saat pasti terdengar dan tercium.

Mari kita angkat topi, helm, atau apa pun yang bisa diangkat untuk Tia Rahmania. Seorang perempuan yang dihantam, dijegal, difitnah, tapi tetap bangkit. Bukan dengan air mata, tapi dengan gugatan hukum dan kemenangan elegan.

Di negara di mana suara rakyat kadang dianggap hanya angka, Tia telah membuktikan bahwa satu suara, suara kebenaran, bisa mengalahkan ribuan suara penuh drama.

Tia, kau bukan hanya menang perkara. Kau menang hati kami semua. Kepada mereka yang mengira bisa menjatuhkan perempuan hanya dengan surat pemecatan… well, selamat datang di era perempuan tangguh bawa berkas gugatan.

Tia bukan korban. Tia adalah ikon perlawanan bersarung blazer merah dan heels 7 cm.
Kami semua berdiri di belakangmu (dengan kopi panas tanpa gula, tentu saja).

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Kisah Seorang Ibu, Anaknya “Dikebiri” dan Cucu Tanpa Nisan

Next Post

Tarif Tarifan

Next Post
Ditendang dari Panggung, Tapi Balik Lagi Bawa Palu Godam - IMG 20250419 WA0005 | #Fitnah | Potret Online

Tarif Tarifan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah