• Latest
Tarif Tarifan - IMG 20250419 WA0005 | # Kebijakan Trump | Potret Online

Tarif Tarifan

April 19, 2025

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Tarif Tarifan - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | # Kebijakan Trump | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Tarif Tarifan

Dahlan Iskan by Dahlan Iskan
April 19, 2025
in # Kebijakan Trump, #Krisis Ekonomi, #Perang Dagang
Reading Time: 4 mins read
0
Tarif Tarifan - IMG 20250419 WA0005 | # Kebijakan Trump | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu 19-04-2025

(Meme yang dibuat dari AI menyindir kebijakan tarif bea masuk Donald Trump)

Baca Juga
  • Rojali, Rohana, dan Simbol Kemiskinan yang Semakin Ekstrem
  • Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Trump ayo Trump ayo main tarif -tarifan,

dari pada tarif beneran, bikin pusing tidak karuan…

Baca Juga
  • Imbas Perang, 58.873 Jamaah Umrah Masih Diwarnai Cancel, Delay, dan Air Mata
  • Nilai Prabowo

—

Lagu itu cocok untuk permainan tarif bea masuk yang dilakukan Presiden Donald Trump bagi barang dari negara lain.

Baca Juga
  • Berita CNN Pun Dibilang Hoax oleh Trump
  • Kembalinya Jalur Sutera: Strategi Tersembunyi di Balik Manuver Global

Amerika Serikat mengenakan tarif untuk barang Tiongkok 65 persen.

Tiongkok membalas dengan mengenakan bea masuk barang Amerika 45 persen.

Trump marah karena putusannya dilawan. Maka Trump menaikkan lagi tarif barang Tiongkok menjadi 75 persen.

Tiongkok membalas lagi dengan menaikkan tarif barang Amerika 90 persen. Ternyata Trump kian marah. Ia kembali menaikkan tarif barang Tiongkok 125 persen.

Tiongkok masih terus melawan. Tiongkok juga menaikkan lagi tarif barang masuk dari Amerika menjadi 110 persen. Trump kian marah. Ia menaikkan lagi tarif barang Tiongkok menjadi 175 persen.

Orang gila yang kaya dan berkuasa seperti Trump hanya bisa dilawan oleh orang gila yang juga kaya dan berkuasa seperti Xi Jinping.

Saya pun berhenti mengikuti perkembangan angka-angka kegilaan seperti itu. Seperti main-main. Seperti lagu pacar-pacarannya PMR. Jangan-jangan tarif itu akan saling dinaikkan terus sampai gila beneran, 1.000 persen.

Kini berbagai negara berlomba menyembah Trump. Setidaknya mengambil hatinya. Termasuk Indonesia. Vietnam berencana tidak mengenakan tarif sama sekali untuk barang Amerika. Harapannya: Amerika senang.

Indonesia juga menyiapkan langkah untuk menyenangkan Trump. Kalau perlu tidak lagi mensyaratkan TKDN yang ketat. TKDN harus dibuat yang fleksibel. Begitu kata Presiden Prabowo.

Indonesia juga tidak perlu ada kuota-kuotaan. Bebaskan saja. Siapa pun boleh impor apa pun.

Presiden Prabowo sendiri yang menegaskan itu. Yakni saat berdialog dengan para pelaku ekonomi sebelum bertolak melakukan lawatan ke Turki dan ke kampung halaman keduanya, Jordania.

Dengan modal kebijakan baru itulah Indonesia berani mengirim delegasi ke Amerika. Yakni untuk menegosiasikan tarif 32 persen yang dikenakan Amerika untuk barang dari Indonesia.

Hasilnya: sial banget. Tarif untuk Indonesia justru dinaikkan menjadi 47 persen. Negosiasi yang gagal total.

Tentu Trump masih ”memberi angin” pada Indonesia: untuk negosiasi tahap berikutnya. Siapa tahu bisa turun. Atau justru akan dinaikkan lagi.

Trump sejak muda memang sudah menyebut dirinya jago negosiasi. Jago membuat ”deal”. Ia bangga dengan keistimewaannya itu. Ia agung-agungkan kelihaiannya dalam negosiasi. Bahkan kalau perlu sampai menggertak untuk membawa partner ke jalur hukum.

Trump dikenal sebagai pengusaha yang paling banyak mengadukan partner bisnisnya ke pengadilan.

Tentu dalam seni negosiasi itu Trump juga akan melihat siapa yang datang. Level apa. Lalu ia memutuskan siapa dari pihak Amerika yang akan melayani tim tamu negosiasi itu.

Ketika tim nego dari Jepang tiba di Washington DC, yang memimpin ”hanya” setingkat menteri. Lawan bicara dari pihak Amerika pun setingkat di bawah menteri.

Tapi karena Jepang dianggap sangat istimewa, Presiden Trump tiba-tiba masuk ruang negosiasi. Memuji Jepang. Mencela Jepang. Memberi arahan mengenai perdagangan dua negara. Lalu mempersilakan tim untuk meneruskan pertemuan.

Belum ada keputusan untuk Jepang: turun atau naik. Trump memang jago negosiasi tapi Jepang juga dikenal ulet, tidak mudah menyerah. Apalagi Jepang tahu: masih ada waktu hampir 90 hari. Untuk apa buru-buru. Belum tentu Trump tidak berubah dalam 90 hari ke depan.

Vietnam pulang dari negosiasi dengan kecewa. Tidak ada perubahan dari tarif 46 persen. Pun Indonesia. Kecewa. Justru dinaikkan begitu tinggi.

Lalu giliran tim Italia yang datang. Kelihatannya juga sekalian membawa misi atas nama Uni Eropa.

Sampai saya menulis naskah ini belum ada hasil untuk Italia dan Uni Eropa: naik atau turun.

Yang jelas Trump sudah berhasil membuat banyak negara antre datang ke Amerika. Setelah menunda keputusan tarif tingginya selama 90 hari, kini Trump bisa dengan menepuk dada menanti semua negara yang ingin negosiasi dengannya.

Berarti dalam 90 hari ke depan keadaan masih belum menentu. Itulah yang membuat pasar uang dan saham masih bersikap wait and see.

Selama tidak menentu itu pula, di dalam negerinya berkembang demo dan tuntutan hukum. Gubernur California menggugat Trump ke pengadilan: tarif Trump itu ilegal.

Keinginan Trump membawa kembali pabrik-pabrik ke Amerika pun dianggap mimpi kembali ke masa 50 tahun lalu. Maka muncul banyak meme bagaimana orang Amerika kembali kerja di pabrik. Kaku. Lambat. Tidak terampil.

(Meme yang menyindir pekerja Amerika Serikat di tengah kebijakan tarif bea masuk)

Saking kejamnya ledekan meme itu sampai ada pejabat yang klarifikasi: yang bekerja di pabrik-pabrik nanti robot. Full robot. Bukan orang.

Klarifikasi itu dibalas dengan meme: kenapa robot? Bukankah Trump berjanji membawa banyak lapangan kerja kembali ke Amerika?

Salah satu pengejek paling keras adalah pendukung Trump sendiri. Ia tokoh partai Republik. Namanya Anda sudah tahu: Steve Banon.

Maka dalam 90 hari ke depan Trump masih akan terus main tarif-tarifan. Bukan tarif beneran. Bikin pusing tidak keruan. Kalau tarif bener Trump sendirilah yang kelimpungan.(Dahlan Iskan)

Share234SendTweet146Share
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Next Post
Tarif Tarifan - bk | # Kebijakan Trump | Potret Online

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com