Dengarkan Artikel
Oleh Nita Juniarti
Aceh Barat Daya, pada Minggu (13/4/2025), mengadakan kegiatan literasi yang berlangsung setiap minggu lebih berwarna. Acara yang diinisiasi oleh Sigupai Mambaco ini, diikuti oleh tiga belas peserta dari usia TK hingga SD. Kegiatan ini, membuat gebrakan bahwa literasi bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Kegiatan tersebut menggabungkan tiga progam sekaligus, membacakan nyaring, manonton mahota dan kelas warna. Ketiga kegiatan ini mengambil tema yang sama tentang merak, sehingga anak-anak tidak bercabang pemikiran saat mengikuti kegiatan.
Membaca Nyaring dan interaktif
Salah satu agenda Minggu (13/4/2025), sesi membaca nyaring interaktif. Buku yang dibaca merupakan bagian dari 1000 buku dari Perpusnas 2024 lalu. Buku berjudul “burung merak ingin terbang” merupakan cerita yang menarik, penuh warna dan ilustrasi menarik.
Sesi ini berlangsung secara interaktif karena ada pertayaan di akhir dan ketika sedang kegiatan. Anak-anak belajar menyimak dengan baik, memperluas kosakata, dan mengembangkan imajinasi.
Manonton Mahota : Menjelajahi Dunia Buku Melalui Layar Lebar
📚 Artikel Terkait
Pada sesi ini, film yang diputar adalah jenis merak, di mana dari buku bacaan melihat secara visual merak melalui layar tancap infokus. Setelah itu, ada diskusi yang membuka wawasan baru tentang merak yang bentuknya media visual. Para peserta diajak untuk membandingkan interpretasi mereka terhadap buku dan film dokumenter, serta menganalisis pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kelas Warna: Mengungkapkan Pemahaman Melalui Seni
Kelas untuk mengekspresikan pemahaman anak-anak terhadap cerita melalui seni rupa. Dengan menggunakan kertas, pewarna makanan dan pelapah pisang sehingga membentuk burung merak yang indah di ekornya. Anak-anak ada yang menekan terlalu kuat, membuat merak yang jatuh ke lumpur dengan diwarnai semuanya dan mewarnai dengan berbagai macam warna.
Dampak Positif dan Harapan Masa Depan
Menggabungkan tiga agenda ini, semoga memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh Barat Daya. Minat baca meningkat, kreativitas terasah, dan kesadaran akan pentingnya literasi semakin tinggi.
“Saya sangat senang melihat antusiasme anak-anak terhadap agenda ini,” ujar Nita. “Saya berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan lain di Aceh Barat Daya, untuk mengadakan kegiatan literasi yang kreatif dan menyenangkan.”
Semoga agenda ini menjadi jalan untuk kolaborasi-kolaborasi baru terjalin, membuka peluang untuk proyek-proyek literasi yang lebih besar di masa depan.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





