Dengarkan Artikel
– berkait dengan Gaza dan keluhan insan
Sajak 1:
“Doa yang Tak Sampai”
Langit sudah kenyang dengan jeritan,
Doa berjejer, panjang seperti malam Gaza.
Tangan-tangan kecil menggapai awan,
Tapi langit tetap biru, tetap diam.
Adakah Tuhan tidur dalam kebesaran-Nya?
Atau sengaja diam agar manusia marah?
Di masjid, suara menderu tangis,
Di bumi Gaza, darah masih menitis.
Kita tanya: adakah ini ujian, atau hukuman?
Atau hanya sunyi yang menyamar sebagai Tuhan?
Ironis—peluru lebih cepat dari doa,
Dan bayi mati lebih dulu dari harapan.
—10.4 25
Sajak 2:
“Tuhan dan Bangkai Anak Kecil”
Gaza terbakar, tapi Tuhan tak berkedip,
📚 Artikel Terkait
Adakah kuasa-Nya hanya untuk zaman dulu?
Beribu mulut memekik nama-Nya,
Tapi tangan-Nya tak jua turun ke bumi.
Kita disuruh sabar, tunduk, redha,
Sedang zionis berpesta atas kubur saudara.
Adakah doa perlu visa untuk sampai?
Atau Tuhan sedang hitung dosa sebelum bertindak?
Paradoks paling kelam dalam sejarah ini:
Yang membunuh tertawa, yang berdoa dikafani.
Jika ini kehendak-Nya, di mana belas-Nya?
Jika bukan, maka siapa yang sedang memerintah dunia?
— 10.4.25
Sajak 3:
“Langit yang Membisu”
Langit tahu, tapi diam.
Tanah retak, darah tumpah, tapi tiada petir pun jatuh.
Kita bangun malam demi Tuhan,
Namun Gaza tetap jadi nisan yang tumbuh.
Mereka bilang, “Sabar, itu pahala.”
Tapi berapa anak lagi perlu jadi syahid sebelum langit terbuka?
Kita bertanya—dan mereka gelisah,
Kerana pertanyaan ini bukan dari kafir, tapi dari luka.
Mungkin Tuhan itu benar ada,
Tapi tak seperti yang disangka manusia.
Kerana jika Dia adil, dan tahu, dan mampu,
Mengapa Gaza masih jadi liang tanpa nisan dan nama?
10.4.25
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






