Bagi Sarjana BK, Sekolah Bukan Satu-Satunya Tempat Bersaing

Bimbingan konseling (BK). Mungkin teman-teman sudah pernah mendengar dua kata tersebut. Mungkin pula kata guru BK/BP sedikit lebih familiar, karena sudah ada di sekolah teman-teman ketika menempuh sekolah menengah atas atau sederajat.
Khusus bagi mahasiswa BK sendiri, tentu sudah lebih memahami tentang dunia Bimbingan dan Konseling, sebab telah banyak mempelajari sejarah, konsep, dan perkembangan BK baik di dunia maupun di Indonesia.
Sejarah Singkat Bimbingan dan Konseling
Sejarah BK berasal dari Amerika Serikat. Tokoh-tokoh seperti Jesse B. Davis, Eli Weaper, Frank Parson, E.G Williamson, dan Carl Rogers menjadi pelopor perkembangan layanan bimbingan. Jesse B. Davis mulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA Detroit pada tahun 1898.
Di Indonesia, perkembangan BK dimulai sejak tahun 1960 melalui konferensi FKIP di Malang. Kemudian berkembang melalui pendirian jurusan Bimbingan dan Penyuluhan di berbagai IKIP. Kurikulum 1975 juga mulai memasukkan Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan dalam pendidikan sekolah menengah.
Pengertian Bimbingan dan Konseling
Menurut Prof. Dr. H. Prayitno, M.Sc, Ed dan Drs. Erman Amti, bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami, menerima, dan mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Sedangkan konseling merupakan proses interaksi antara konselor dan konseli secara langsung untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi konseli.
Prospek Kerja Lulusan BK
1. Jasa Layanan Tes Psikologi
Lulusan BK dapat bekerja membantu pelaksanaan tes psikologi di perusahaan maupun instansi.
2. Pusat Rehabilitasi
Membantu individu dalam menghadapi permasalahan psikologis dan sosial melalui konseling.
3. Konselor Masyarakat
Menjadi motivator, pendamping sosial, advokat, maupun konsultan masyarakat.
4. Konsultan Pendidikan
Memberikan arahan pendidikan pada lembaga bimbingan belajar maupun pendidikan formal.
5. Konselor Pendidikan
Membantu peserta didik menentukan arah pendidikan sesuai minat dan bakatnya.
6. Dinas Sosial dan Panti
Lulusan BK dibutuhkan untuk memahami kondisi psikologis anak maupun kelompok sosial tertentu.
7. HRD dan Konsultan SDM
Memiliki peluang besar bekerja di perusahaan sebagai pengembang sumber daya manusia.
8. Lembaga Kesehatan Mental
Membantu menangani permasalahan kesehatan mental masyarakat modern.
9. Hipnoterapis
Lulusan BK juga berpeluang menjadi hipnoterapis profesional dengan pendidikan lanjutan.
10. Wirausaha
Kemampuan memahami perilaku manusia dapat menjadi modal penting dalam dunia bisnis.
Penutup
Dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan psikologis dan pendidikan, jurusan Bimbingan dan Konseling memiliki prospek kerja yang luas dan menjanjikan. Mahasiswa BK tidak perlu ragu untuk terus berkarya dan mengembangkan kompetensi diri.













