• Latest
Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran - 1000490825_11zon | #Idul Fitri | Potret Online

Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran

April 10, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Idul Fitri | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran - 1000490825_11zon | #Idul Fitri | Potret Online

Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
April 10, 2025
in #Idul Fitri, Aceh Tengah, Cafe Ramah Lingkungan, Cerita Perjalanan, Jalan-Jalan, lebaran, Pariwisata, Traveling, Wisata
Reading Time: 4 mins read
0
605
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1446 Hijriyah ini, terasa istimewa bagi anak-anak yang ingin menghabiskan waktu lebaran dengan bertamasya ke destinasi wisata. Rencana semula ingin ke Medan, sambil menikmati sensasi Mickey Holiday di Berastagi. Rencana itu dianulir. Ya,  ada kekhawatiran akan keterbatasan waktu, juga tenaga untuk melajukan kendaraan sendiri. Pasti akan sangat melelahkan. 

Akhirnya kami memutuskan ke destinasi wisata yang ada di Aceh. Pilihan utama adalah ke daratan tinggi Gayo, Aceh Tengah yang dikenal berhawa dingin dengan destinasi wisata beragam. Perjalanan ke Kota dingin Takengon diawali dengan berangkat usai salat magrib. Kami menuju Bureun dan menikmati makan malam di sebuah cafe di kawasan dekat sawah yang merupakan Shortcut dari kota Bireun menuju Matang, kota kecamatan yang terkenal dengan sate Matang.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
8ebfa6ab-7ef6-4c91-be8a-443b7a9d1588

Ramadan, Rindu dan Gema Takbir di Negeri Seribu Menara

Maret 26, 2026
Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran - IMG_0485 | #Idul Fitri | Potret Online

Lebaran di Tengah Krisis dan Ilusi Kemenangan

Maret 24, 2026

Sambil mencicipi sajian makanan yang telah kami pesan, kami mencoba mencari penginapan, hotel, motel atau wisma, bahkan home stay. Jawabannya, eh semua penuh. Celaka dua belas jadinya, ya kan? Bayangkan saja, kalau ke Takengon tidak dapat tempat penginapan, pingsan juga kita tidur di mobil. Apalagi kami berangkat membawa anak-anak yang pasti masih kecil. Bisa sangat repot bukan?

Nah, karena kami berangkat dari Ule Gle yang jarak tempuh sekitar 30 menit ke Bireun, muncul ide untuk mencari hotel atau penginapan di Bireun, tapi istri dan adik ipar serta makcik, pasti keberatan kalau menginap di Bireun. Kata mereka kita kembali saja ke Ule Gle, besoknya pukul 06.00 pagi kita berangkat. Ya, saran itu pun diikuti dan kami kembali ke Ule Gle, sembari membayangkan perjalanan pagi esok hari.

Tepat pukul 04.30 kami semua bangun dan mandi serta menyiapkan segala yang sudah diturunkan dari mobil semalam, dan melaksanakan salat subuh dan bergegas menghidupkan mobil, lalu tancap lagi ke Bireun. Karena berangkat pagi, perjalanan ke Bireun menjadi jalan TOL alternatif. Bisa lari 100-120 km/h. Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit sudah tiba di Bireun dan langsung melaju ke arah Juli yang merupakan jalan ke Kota penghasil kopi Arabicca Gayo highland itu. 

Alhamdulilah jalan yang berbukit dan berliku-liku serta menanjak tajam, masih sepi, sehingga laju kendaraan bisa lebih cepat dan aman. Alhamdulilah bisa tiba lebih cepat tanpa hambatan di kota Takengon. Setiba di kota ini, matahari mulai meninggi dan suasana kota juga sudah tampak ramai. Mungkin karena banyaknya pengunjung yang berhari raya dan berlibur ke kota ini.

Bersama istri tercinta

Kami mengarahkan mobil ke jalan yang mengelilingi danau laut tawar atau juga disebut danau Lot atau Lut Tawar. Danau yang terbentang luas dengan air yang tenang itu mengundang banyak pengunjung, sehingga untuk mengemudi mobil dari arah kota Takengon menuju Bintang, jalan penuh sesak dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Hampir sepanjang jalan harus dikawal dan diarahkan oleh Polisi. Para pengunjung datang dan memenuhi tempat -tempat wisata di pinggir danau Lot Tawar. Banyak home stay, cafe dan restoran yang dipenuhi pengunjung. Juga pada pasangan jalanan yang menjajakan makanan dan minuman di pinggir sisi jalan panen besar.

Kami sendiri akhirnya menemukan sebuah tempat yang begitu tepat bagi kami serombongan. Kami berangkat ke Takengon dengan dua mobil. Kami menemukan sebuah cafe dan home stay, Dallof yang letaknya di pinggir danau dan lereng gunung tinggi. Kami berhenti dan masuk ke cafe bagian atas memesan makanan dan kemudian memilih tempat duduk di pinggir danau Lot Tawar.

Cafe yang memiliki home stay ini menyuguhkan daftar makanan yang menjadi kesukaan anak-anak sekarang. Tidak lupa pula kami memesan kopi Arabicca Gayo, Americano sebagai penghangat dan penyemangat tubuh. Kami menempati payung yang letaknya pas di bibir laut tawar, sehingga bisa menyaksikan kumpulan ikan kecil yang dikenal depik itu berenang mencari makanan bergerombolan.

Pemandangan Danau Laut Tawar dan indahnya bukit pegunungan serta sejuknya udara di pinggir danau Laut Tawar menyejukan hati dan pikiran. Apalagi sambil duduk mencicipi makanan, ada banyak keindahan yang bisa dinikmati. Bahkan kami merasa terhibur ketika menyaksikan kelihatan pramuniaga, para pelayan restoran yang mengantarkan makanan dengan mengendarai sepeda motor dan naik dan turun di jalan yang menanjak dengan lihainya. 

Tempat ini, selain menyediakan sajian makanan yang sesuai lidah dan selera, juga menjadi tempat yang sangat cocok bagi orang yang suka berswafoto atau foto bersama keluarga dengan sajian keindahan alam di danau dan sekitar danau Laut Tawar itu. Wajar saja, rombongan kami, tak habis-habisnya menggunakan kamera untuk mengabadikan moment lebaran di tempat ini.

Tanpa terasa waktu salar dhuhur tiba dan kami melaksanakan salat dhuhur di musala yang letaknya di bagian atas dari lokasi tempat duduk kami. Usai salat dhuhur, aktivitas foto-foto dilanjutkan dengan berbagai jurus dan gaya selfie. Kami memutuskan untuk meninggalkan Dall of dengan meminta nomor kontak Dall of serta mendsosnya yang aktif dan digunakan secara aktif. Kepada kami diberikan IG agar lebih mudah dihubungi. 

Eh, ternyata, foto-foto belum berakhir istri, anak, ipar dan juga makcik dengan 4 sepupu terus berfoto ria sambil mendaki ke pintu gerbang. Setiap satu langkah mendaki, berfoto lagi. Mereka tidak ingin kehilangan momen saat menikmati keindahan alam di sekitar Laut Tawar.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 345x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare242Tweet151
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Meneguk Sejuk Sensasi Danau Laut Tawar Takengon Sambil Lebaran - 1000490785_11zon | #Idul Fitri | Potret Online

Menyikapi Tarif Resiprokal Trump dan Kemungkinan Menjadikan Indonesia Pasar Bebas

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com